RIAUBOOK.COM - Bahan baka minyak jenis premium mulai langka di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, bahkan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tak lagi menyediakan BBM paling murah itu.
Ini terjadi diduga karena pihak Pertamina mengurangi Kuota BBM untuk Inhu, namun kabar lainnya menyatakan adanya penimbunan oleh pihak SPBU.
Tidak jelas mana yang benar, yang jelas masyarakat pengguna kendaraan bermotor di daerah ini 'menjerit', mereka kesulitan, ekonomi pun kian menghimpit.
Informasi diterima dari petugas beberapa SPBU, mereka memang mengakui adanya pengurangan kuota BBM untuk SPBU, terutama untuk premium. Pengurangan kuota bahkan terkadang sampai 50 persen. Contoh pada salah satu SPBU di kota Rengat, biasanya pengiriman untuk premium hingga 20 ton, sekarang hanya berkisar antara 8 ton hingga 16 ton.
Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Indragiri Hulu Aris Prasetya menyatakan bahwa pihaknya sejauh ini belum mengetahui sejauh mana kuota yang didapat Indragiri Hulu untuk BBM terutama yang di distribusikan ke SPBU yang ada di Inhu.
"Saat ini kami menjaga jangan sampai ada dilakukannya penimbunan minyak oleh pihak-pihak tertentu," kata Aris.
Aris katakan, melalui surat resmi pihaknya sudah meminta kepada SPBU untuk memberikan laporan terkait kuota BBM yang didapat pada masing-masing SPBU, namun hingga saat ini belum satupun memberikan jawaban dari surat tersebut.
Untuk itu, kata dia, Disperindag akan kembali melayangkan surat kedua untuk mengetahui jumlah kuota sebenarnya untuk Indragiri Hulu.
Untuk kesulitannya masyarakat mendapatkan BBM terutama premium, Aris mengungkapkan belum mengetahui pihak mana yang salah, apakah Pertamina atau dari SPBU.
"Kami akan terus lakukan pemantauan guna mencegah spekulan yang akan melakukan penimbunan atau lainnya dan menjaga ketersediaan BBM, mengingat dekatnya Ramadhan dan Idul fitri," kata Aris menegaskan. (RB/MC)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…