ilustrasi rehabilitasi

Kamis, 06 Juli 2017 - 22:18 WIB 5240000

Waspada! Klinik di Mangga Besar Diduga Lakukan Rehabilitasi Ilegal

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Ada aturan-aturan tertentu yang mengatur sebuah klinik untuk bisa melayani rehabilitasi narkoba. Namun, sejumlah klinik di wilayah Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat diduga melakukan rehabilitasi terhadap pecandu narkoba secara ilegal.

Dikutip dari detik.com, sebuah klinik yang beroperasi di Mangga Besar mengungkap mereka menerima praktik rehabilitasi narkotika. Klinik tersebut menawarkan tiga macam tindakan untuk dilakukan.

Klinik tersebut memiliki gedung tiga lantai. Ada papan nama di depan gedung itu disertai nomor telepon yang bisa dihubungi. Uniknya, tak ada penyebutan bahwa klinik tersebut bisa merehabilitasi narkoba, isinya hanya nama dan nomor telepon.

"Bisa diinfus, suntik atau obat. Infus seharga 600 ribu, suntik 300 ribu, obat 50 ribu tapi kita jual per dua kapsul," ujar seorang perempuan berkaus oblong yang mengaku sebagai dokter saat ditemui di salah satu klinik.

Orang tersebut menjelaskan, efek dari penggunaan tindakan itu adalah tertidur. Setelah itu pasien akan merasa tenang.

"Kalau infus bisa dilakukan di sini di lantai dua. Kalau suntik dan obat efek akan terasa setelah satu jam," katanya.

Menanggapi adanya praktik pengobatan seperti ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) pun meminta masyarakat melaporkan, apabila menjumpai klinik biasa yang melayani rehabilitasi bagi pecandu narkoba.

"Laporkan ke polisi! Itu adalah praktik dokter ilegal. Terkait dengan pengobatan kecanduan," kata Humas BNN Kombes Sulistyandriatmoko, saat dihubungi, Kamis (6/7/2017).

Sulistyandriatmoko menjelaskan, proses rehabilitasi seharusnya dilakukan dengan cara assesment atau persetujuan untuk rehabilitasi. Ada beberapa assesment yang harus dilakukan.

"Assesment itu ada tiga komponen. Assesment Medis, (Assesment) sosial oleh psikolog, dan hukum oleh penyidik. 3 itu harus dipenuhi kalau terkait dengan proses hukum (karena razia). Tapi kalau mereka tidak berkaitan dengan kasus hukum tidak melalui razia atau penangkapan maka hanya denagn assesment kesehatan dan sosial," tambah Sulis.

Ini artinya, proses rehabilitasi tidak dilakukan dengan asal. Hal pertama dilakukan pun tidak langsung memberi obat.

"Prosesnya pun nggak obat tapi interview. Tata laksana itu sudah ada standarnya yaitu dari WHO (World Health Organization)," ucap Sulis. (RB/dtc)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Sayuran Ini Mampu Menyehatkan Hati

Sabtu, 17 Juni 2017 - 11:37 WIB

Ini yang Terjadi Saat Tubuh Berpuasa

Sabtu, 03 Juni 2017 - 10:37 WIB

Di Australia, Ganja Boleh Dipakai untuk Obat

Selasa, 30 Mei 2017 - 22:59 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia