Syamsuar

Jumat, 07 Juli 2017 - 10:29 WIB 5320000

Syamsuar: Banyak Resotan dan Rumah Makan di Siak Suka-suka Mereka Meletakkan Harga

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Banyaknya masyarakat yang mengeluh tentang kebijakan restoran dan rumah makan di Siak yang suka-suka hati mereka meletakkan harga tanpa menggunakan harga standar.

Hal itu mendapat sorotan orang nomor satu di Kabupaten Siak. Syamsuar mengaku, pedagang retoran dan rumah makan di Siak tidak meletakan harga standar setiap porsi makanan yang dijual kepada pembeli.

"Untuk restoran dan rumah makan di Siak ini Banyak harga yang tidak standar, suka-suka dia saja yang membuat harga. Sehingga Siak dapat mendapat "image" yang buruk, orang tak mau makan di Siak, bawa makan dari luar dan pada akhirnya buang sampah di kota Siak," ucap Bupati Siak H Syamsuar, saat pidato usai pelantikan pejabat eselon II, III dan IV dilingkungan Pemerintah Kabupaten Siak, Jumat (6/7/17).

Kemudian lanjut Syamsuar, sampah-sampah yang dibuat oleh pengunjung, dibersihkan petugas kebersihan, sehingga daerah lain diuntungkan, Siak di rugikan.

"Maka saya imbau kepada Dinas Dagprin untuk mengumpulkan pemilik restoran dan rumah makan, sampaikan ini hal ini, buat ketegasan dan kesepakatan harga. Misalnya gulai ayam, satu porsi Rp 10 ribu, semuanya harus Rp 10 ribu," ucapnya.

Syamsuar juga meminta ketegasan dari piha Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagprin) untuk membuat kebijakan itu.

"Sebagai contoh, ada rumah makan di Jogja, ditutup oleh UPTD nya karena pedagang tidak meletakkan harga standar. Nah, Jogja saja bisa, masak Siak tidak bisa," tuturnya.

"Ini soal kemauan saja, kalau kita tidak mau, seperti inilah kita, kita pejabat pemerintah harus tegas, kalau tidak sanggup berhenti sajalah, saya teken surat pemberhentiannya," tegas Syamsuar.

Jogja itu kata Syamsuar, pedagangnya tersebut karena cuma menaikkan harga sikit saja, langsung ditindak tegas.

"Disanakan terkenal makanan yang murah-murah, jadi ada pedagang yang menaikkan harga, langsung didatangi petugas dan ditutupi kedai tersebut," terang Syamsuar.

Syamsuar perpesan, hal seperti itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sementara saat ini, Siak bagaimana cara orang datang ke Siak senang untuk berwisata.

"Banyak yang diperoleh disitu, bukan makan minum saja, melainan kerajinan dan sebagainya, inikan punya nilai ekonomi yang sangat besar," kata Syamsuar.

"Jadi hal ini kedepan, saya harap ada perubahan lah. Kita saat ini bagaimana cari PAD, kalau tidak kita cari duit bagaimana kedepannya Siak ini, harap dana dari pusat, tidak bisa lagi," kata Syamsuar. (RB/Agus)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Agus Suhaili

Berita Terkini

Orang Tua di Dumai Jual Emas untuk Sekolah Anak

Selasa, 04 Juli 2017 - 13:56 WIB

BI Sambut Baik Inflasi Riau Terendah di Indonesia

Selasa, 04 Juli 2017 - 11:17 WIB

11 Ton Daging Beku Terjual Selama Ramadan

Sabtu, 01 Juli 2017 - 09:27 WIB

Harga Sawit Riau Turun Jelang Lebaran

Rabu, 21 Juni 2017 - 17:36 WIB

Gubri Optimis Pertumbuhan Ekonomi Riau Terus Membaik

Selasa, 20 Juni 2017 - 11:49 WIB

Bupati Kampar: Bank Riaukepri Mitra Paling Favorit

Sabtu, 17 Juni 2017 - 23:12 WIB

Investor Lirik Industri Hilir Sagu di Meranti

Sabtu, 17 Juni 2017 - 22:51 WIB

Cari Judul Berita





Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize