RIAUBOOK.COM, BANGLADESH - Universitas Wanita Asia atau Asian University for Women (AUW) dengan bangga mengumumkan bahwa mantan 'First Lady' (Ibu Negara) Amerika Serikat Laura Bush menjadi pelindung perguruan tinggi tersebut.
Wanita bernama lengkap Laura Lane Welch Bush atau yang akrab dikenal Laura Bush merupakan istri mantan Presiden Amerika Serikat George W. Bush.
Laura Lane mendapat gelar Ibu Negara atau 'First Lady' pada 2001-2009 ketika suaminya George W. Bush adalah Presiden Amerika Serikat.
Universitas Dewan Pembina diketuai oleh Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dan termasuk First Lady dari Jepang Akie Abe; Mantan Menteri Luar Negeri Italia Emma Bonino; Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova; mantan Sekretaris Kepala Hong Kong Anson Chan; dan mantan Menteri Lingkungan Hidup Denmark Lone Dybkjaer; Her Royal Highness Grand Duchess of Luxembourg.
Kemudian ada juga Mulia Her Nyonya Chandrika Bandaranaike Kumaratunga, presiden wanita pertama dari Sri Lanka sebagai pembina advokasi untuk pendidikan perempuan dan pemberdayaan wanita di University for Women (AUW).
Laura Bush nantinya berperan untuk menyebarkan luaskan kebebasan dan mempromosikan hak asasi manusia di seluruh dunia.
Selama lebih dari satu dekade, dia telah memimpin upaya melalui Dewan Perempuan AS-Afghanistan untuk melindungi hak-hak perempuan di negara itu.
Sebagai 'First Lady'--pada waktu itu--, dia membuat tiga perjalanan ke Afghanistan, dan pada tahun 2001 dia menyampaikan amanat presiden lewat radio. Hal itu adalah yang pertama untuk seorang Ibu Negara, dia mengarahkan perhatian internasional terhadap penindasan terhadap perempuan Taliban.
Pada 2016, ia menulis pengantar buku berjudul "Kami Adalah Perempuan Afghanistan", suara harapan ini diterbitkan oleh George W. Bush Institute.
Dia juga memainkan peran penting dalam pendirian Universitas Amerika di Afghanistan.
Dalam mengumumkan penunjukan Laura Bush sebagai pelindung dari University AUW, Kanselir Cherie Blair berkomentar, "Laura Bush telah menjadi salah satu juara yang paling gigih dan efektif sebagai seorang perempuan dan orang lain yang jatuh di sisi yang salah dari hak istimewa.
Dia membawa begitu besar kasih sayang dan dedikasi untuk karyanya dalam mendukung perempuan, dan dia membuat dampak yang signifikan.
Dia juga melakukan semua ini tanpa pernah berhenti untuk terus bersuara, melindungi hak-hak perempuan.
Laura Bush adalah lambang jiwa yang besar. Dan keadirannya di University AUW adalah hal istimewa, demikain Kanselir Cherie Blair berkomentar.
Dalam menerima perannya sebagai pelindung dari Universitas Asia untuk Wanita, Ibu Negara Laura Bush mengatakan; "Dimasukkannya perempuan dalam semua aspek masyarakat memperkuat dan meningkatkan stabilitas negara mereka. Universitas Asia untuk Perempuan mengakui bahwa investasi dalam keberhasilan perempuan adalah investasi yang mahal, dan bahwa mendidik perempuan memiliki kekuatan untuk mengubah dunia". (RiauBook.com menerima surat elektronik dari Asian University for Women)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…