Halimah Yacob

Selasa, 08 Agustus 2017 - 09:43 WIB 3850000

Inikah Wanita Pertama yang akan jadi Presiden Singapura?

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Nama Halimah Yacob (62) makin mencuat sebagai pengukir sejarah baru di Singapura, sebagai wanita yang bisa jadi presiden di negeri Singa.

Wanita yang menduduki posisi Ketua DPR Singapura ini, memang sudah lama digadang-gadang akan maju. Ia pun akhirnya mengumumkan kesiapannya pada Minggu (6/8/2017) dan menyatakan, jabatan presiden adalah posisi dengan kewajiban yang sangat berat.

Seperti dikutip Channel News Asia disebutkan, Halimah percaya dengan dukungan warga Singapura, dia dapat menjalankan tugas itu dengan baik. Dia mengaku telah berkonsultasi secara berhati-hati dengan keluarga, kolega, dan teman baiknya untuk keputusan itu.

Halimah juga telah mengajukan pengunduran dirinya sebagai Ketua DPR, anggota DPR, dan anggota partai berkuasa, Partai Aksi Rakyat (PAP).

Pengunduran diri Halimah telah diterima Perdana Menteri Lee Hsien Loong, Senin (7/8/2017) sore kemarin.

Sosok yang juga merupakan Ketua DPR pertama wanita Singapura ini merupakan politisi veteran yang banyak menghabiskan karirnya di serikat buruh Singapura.

Dia resmi terjun ke dunia politik setelah terpilih sebagai anggota DPR di pemilu tahun 2001. Setelah menjabat sebagai menteri muda sosial dan urusan keluarga, Halimah terpilih sebagai Ketua DPR di tahun 2013.

Sejauh ini, belum ada penantang yang berpotensi mengalahkan Halimah. Nama-nama lain yang juga telah menyatakan kesiapannya maju adalah dua pengusaha, Farid Khan Kaim Khan dan Mohamed Salleh Marican.

Ada pun pemilihan presiden Singapura tahun ini khusus hanya akan diikuti oleh warga Singapura bersuku Melayu. Perubahan konstitusi dilakukan tahun lalu di mana pemilu "khusus" akan digelar jika ada suku tertentu yang belum menjabat sebagai Presiden Singapura selama lima periode atau 30 tahun.

Ada pun masa jabatan Presiden Singapura adalah enam tahun. Sosok Melayu terakhir yang memegang posisi ini adalah Yusof Ishak yang juga presiden pertama Singapura dari 1965-1970.

Pilpres diperkirakan akan digelar di pekan kedua September mendatang. (tribunnews)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Ini Profil Peraih Beasiswa Sayap Garuda

Senin, 07 Agustus 2017 - 10:23 WIB

Arlizman Agus Tak Lagi Jabat Kadishub Riau

Senin, 31 Juli 2017 - 14:23 WIB

Masih Adakah Ketua DPR RI Sejujur Sartono?

Selasa, 18 Juli 2017 - 20:06 WIB

Rahasia Sukses Rudi Fajar

Senin, 17 Juli 2017 - 11:36 WIB

Arief Hidayat Kembali Jabat Ketua MK

Jumat, 14 Juli 2017 - 13:43 WIB

Pengamen Ini Menguasai Semua Genre, Termasuk Jazz

Selasa, 11 Juli 2017 - 09:51 WIB

Jenderal Tito Ingin Pensiun Dini dari Kapolri

Senin, 10 Juli 2017 - 15:06 WIB

Mengejutkan, Muzdalifah Gugat Cerai Suami

Senin, 03 Juli 2017 - 09:51 WIB

Akhirnya, Anak Menteri Susi Sah Jadi WNI

Sabtu, 24 Juni 2017 - 06:12 WIB

Senja di Malam Ramadan Ke-20.

Kamis, 15 Juni 2017 - 01:12 WIB
BEM UNRI

Catatan Akhir Kabinet Sejuta Karya

Senin, 12 Juni 2017 - 00:03 WIB

Pesan Terakhir Julia Perez Sebelum Ajal Menjemput

Minggu, 11 Juni 2017 - 13:27 WIB

Julia Perez Meninggal Dunia, Luna Maya Panik

Sabtu, 10 Juni 2017 - 13:19 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia