Kepala Dinas Kebudayaan berfoto bersama peserta dan pemateri usai pembukaan Sosialisasi Tunjuk Ajar Melayu kepada pelajar se-Riau. (RB/habir)

Minggu, 27 Agustus 2017 - 23:39 WIB 8450000

Dinas Kebudayaan Gelar Sosialisasi Tunjuk Ajar Melayu kepada Pelajar se-Riau

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Agar semakin dikenal di kalangan pelajar dan untuk menanamkan kebudayaan melayu, Dinas Kebudayaan Provinsi Riau menggelar Sosialisasi Tunjuk Ajar Melayu untuk Pelajar se-Provinsi Riau.

Sosialisasi ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Yoserizal Zen di Hotel Alpha, Pekanbaru, Minggu (27/8/2017).

"Kalau persoalan budaya sudah mulai dilupakan dan terkikis, tata krama serta sopan santun terabaikan, maka simpul generasi muda akan dijajah. Narkoba akan masuk dan merusak. Ini semua perlu dibentengi dengan Tunjuk Ajar Melayu dan diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan," kata Yoserizal.

Kegiatan sosialisasi ini akan berlangsung selama tiga hari dari 27-29 Agustus 2017 dan akan diikuti oleh sekitar 150 orang peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Sejumlah tokoh akan menjadi narasumber sosialisasi ini yaitu OK Nizami Jamil, Taufik Ikram Jamil, Fakhrunnas MA Jabbar, Zulkifli ZA, Tuan Guru Syafruddin Saleh serta GP Ade Darmawi.

"Satu narasumber nanti akan menyampaikan satu makalah dan satu pokok bahasan sesuai keahlian masing-masing," kata Yoserizal.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini juga Tunjuk Ajar Melayu sudah diakui sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Salah satu syarat untuk dapat diusulkan sebagai WBTB adalah minimal warisan tersebut sudah berusia 50 tahun, ada foto dan video serta kajian yang mendalam.

"Tunjuk Ajar Melayu itu sudah lama ada di tengah-tengah masyarakat, seperti gurindam itu juga termasuk salah satu tunjuk ajar, hanya beberapa puluh tahun terakhir itu semua (yang tersebar-red) coba dikumpulkan, dibukukan," katanya.

Kedepan, Tunjuk Ajar Melayu ini juga akan diusulkan ke UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia, setelah sebelumnya pantun lebih dulu diusulkan dan tinggal menunggu untuk disahkan sebagai warisan budaya dunia. (RB/habir)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
habir

Berita Terkini

Bupati Inhil Buka MTQ Kecamatan Enok

Selasa, 22 Agustus 2017 - 06:21 WIB

Bupati HM Wardan Buka STQ di Desa Belaras Inhil

Selasa, 23 Mei 2017 - 14:08 WIB

Wan Thamrin Hasyim Sebut Tes Urine Penting bagi ASN

Rabu, 23 Agustus 2017 - 23:13 WIB

Jambore PKK Inhil akan Selenggarakan

Sabtu, 15 Juli 2017 - 16:05 WIB

Bupati Wardan Buka Bazar dan Pawai Taaruf Enok

Selasa, 22 Agustus 2017 - 17:27 WIB

Gubri Harapkan PWI Dapat Menetralisir Berita Hoax

Selasa, 22 Agustus 2017 - 14:21 WIB

PWI Riau Tanda Tangani MoU dengan Sejumlah Perusahaan

Selasa, 22 Agustus 2017 - 12:31 WIB

Bupati Wardan Sidak PLN Tembilahan

Selasa, 30 Mei 2017 - 17:24 WIB

Bupati Wardan Butuh Kritikan dari Masyarakat

Rabu, 28 Juni 2017 - 10:47 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia