RIAUBOOK.COM - Masyarakat luas diminta agar turut mengawasi distribusi bahan bakar minyak yang beredar di Kepulauan Meranti. Saat ini BBM yang masih disubsidi pemerintah adalah jenis solar.
Selain itu tidak lagi disubsidi. Kuota atau pemakiannya akan diserahkan sepenuhnya dengan pasar. Artinya terkait BBM diluar solar sepenuhnya menjadi ketentuan pasar.
"Berapapun yang dibutuhkan pasar saat ini pihak Pertamina akan mampu meladeni," terang M Azza Faroni Kadis Peridagkop-UKM Kabupaten KepulauanMeranti, kepada Riaubook.com di SelatpanjangKamis,(14/12/17)
Dijelaskan Azza, saat ini kuota BBM solar di Meranti sebanyak 519 Kl. Dipasok oleh 5 pengusaha yakni;1.PTMAS sebanyak 165 KL, PT 7 Saudara 115 KL, PT Bumi Meranti Sejahtera 100 KL, PT Usaha Sebati 104 KL dan PT Afioke Trinanda 35 KL.
"Distribusinya menyebar di seluruh kecamatan yang ada. Dan terbesar penggunaanya di Kecamatan Tebingtinggi sendiri," sebut Azza.
Kepada para pemilik izin distribusi tersebut sangat diharapkan agar tidak melakukan penyelewengan distribusinya. Pemerintah akan terus memantau peredaran BBM tersebut. Sebab penggunaan minyak solar umumnya sebagai penggerak motor roda ekonomi.
Sehingga penggunaannya harus sesuai ketentuan. Sedangkan perusahaan yang menggunakan bahan bakar minyak haruslah menggunakan BBM non subsidi.
Seperti penggunaan bahan bakar untuk kilang sagu. Sebab kilang sagu adalah industri. Sehingga jika masih ada kilang sagu yang menggunakan minyak subsidi, maka hal itu sudah melanggar aturan.
Menurutnya, pengusaha yang membutuhkan minyak solar dalam jumlah relatif besar setiap bulannya bisa mengajukan alokasinya melalui dinas terkait.
"Kita akan membantu masyarakat yang membutuhkannya. Silahkan ajukan permohonan dan tentu saja dengan uraian pemakaian yang sebenarnya. Kita akan ajukan ke Pertamina sehingga kebutuhan bahan bakar minyak bagi industri akan terpenuhi. Tidak justru main mata dengan pengusaha APMS yang akan membeli dengan harga subsidi yang akhirnya akan menjual dengan harga non subsidi. Ini yang menjadi konsentrasi kita sehingga masyarakat juga diminta turut melakukan pengawasan," tutup Azza. (RB/jos)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…