RIAUBOOK.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau menyatakan untuk periode Januari hingga Oktober 2017 ekspor Riau naik sebesar 21,22 persen jika dibanding periode tahun 2016.
Kenaikan ini didominasi ekspor non Migas, yang naik sebesar 28,05 persen.
"Kalau dilihat dari data, ekspor migas malah menurun sebesar 6,97 persen. Ini disebabkan oleh turunnya ekspor minyak mentah sebesar 10,30 persen, meski hasil minyak naik sebesar 29,95 persen," kata Kepala BPS Provinsi Riau, Aden Gultom, Jumat (22/12/17) di kantornya.
Dari 10 golongan barang utama non migas selama tahun 2017, berkontribusi sebesar 94,42 persen dari nilai totalnya. Sedangkan dari sisi pertumbuhan ke 10 golongan itu tumbuh sebesar 28,52 persen terhadap periode yang sama atau tahun 2016.
Adapun golongan barang yang dimaksud tersebut antaranya, Lemak dan minyak hewan/nabat, kertas dan karton, bubur kayu, (pulp), produk kimia, bahan kimia organik, ampas dan sisa industri makanan, makanan olahan, tembakau, buah-buahan, dan bahan-bahan nabati.
Jika diangkakan, 10 golongan barang pada sektor non migas ini bernilai total US$ 2.476,04 juta pada periode Januari-Oktober 2017. Penyumbang terbesar yakni lemak dan minya hewan/nabati dengan total US$ 2.191 juta, diikuti kertas dan karton sebesar US$ 135, bubur kayu (pulp) US$ 107 juta dan bahan kimia organik sebasar US$ 50 juta.
"Pada periode Januari-Oktober 2017 ekspor non migas ke 10 Negara tujuan utama memberikan kontribusi sebesar 75,33 persen terhadap nilai totalnya," ujar Aden.
Dari ke 10 itu, terdapat 5 Negara yang memberikan kontribusi besar. Yakni India US$ 2,29 miliar atau 20,41 persen, Tiongkok US$ 1,90 miliar juta atau 16,96 persen, Belanda US$ 969,70 juta atau 8,64 persen, Pakistan US$ 705,74 juta atau 6,29 persen, dan Malaysia US$ 579,65 juta atau 5,16 persen.
"Dari kelima negara ini berkontribusi sebesar 57,46 persen. Dan untuk lima lainnya sebear 17,87 persen," dia menjelaskan.
Aden menyebut, perkembangan dan peran ekspor non migas di Riau menurut sektor, selama Januari-Oktober 2017 dibanding periode yang sama tahun 2016, mengalami kenaikan sebesar 28,05 persen. Kenaikan ini didominasi pertanian dan ekspor industri, dengan masing-masing sebesar 90,94 persen dan 27,85 persen.
"Untuk ekspor pertambangan dan lainnya selama Januari-Oktober 2017 tidak ada, atau mengalami penurunan sebesar 100 persen dibanding periode yang sama tahun 2016," akunya.
"Dilihat dari kontribusinya terhadap total nilai ekspor pada Januari-Oktober 2017, ekspor nan migas memberikan kontribusi sebesar 85,05 persen, sedangkan ekspor migas 14,95 persen. Besarnya peranan sektor non migas didukung oleh peran sektor industri sebesar 84,58 persen," dia menuturkan. (RB/MC)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…