Tersangka Korupsi SPPD Bappeda Rokan Hilir Ditahan Jaksa

Selasa, 16 Januari 2018 - 17:04 WIB 12650000

Tersangka Korupsi SPPD Bappeda Rokan Hilir Ditahan Jaksa

Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

  • Firdaus-Rusli
  • Syamsuar-Edy Nasution
  • Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno
  • Lukman Edy-Hardianto


RIAUBOOK.COM - LH, seorang pegawai di Pemerintahan Kabupaten Rokan Hilir yang dipimpin Bupati Suyatno ditahan jaksa. Sebab, LH ikut terseret dalam kasus dugaan korupsi anggaran SPPD Fiktif di Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Rokan Hilir tahun 2008-2011.

Asisten Pidsus Kejati Riau, Sugeng Riyanta mengatakan, LH dijebloskan ke Rutan Sialang Bungkuk, Kota Pekanbaru. ‎"Hari ini, kita melakukan penahanan terhadap tersangka LH," ujar Sugeng kepada Riaubook.com, Selasa (16/1/2018).

Sebelum ditahan, LH menjalani pemeriksaan sebagai tersangka sejak pukul 09.30 Wib. Lalu pada pukul 14.15 Wib, ia keluar dari ruang pemeriksaan mengenakan rompi tahanan warna orange.

"Pada saat kasus ini terjadi, tersangka menjabat sebagai PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) di Bappeda Rokan Hilir," ujar ‎Sugeng.

Dikatakan Sugeng, LH ditetapkan sebagai tersangka, setelah jaksa melakukan pengembangan penyidikan terhadap kasus mantan Kepala Bappeda Rohil, Wan Amir Firdaus dan tiga stafnya yang sudah disidang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Pada persidangan itu terungkap sejumlah fakta baru yang melibatkan pelaku lainnya hingga dikeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru. "Kita menemukan fakta baru dalam persidangan perkara ini dan dilakukan penyidikan," kata Sugeng.

Dalam perkara ini, Wan Amir sudah dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pidana selama 3 tahun penjara, denda Rp200 juta atau subsider 3 bulan kurungan. Sementara, tiga terdakwa lain dituntut 2 tahun penjara dan denda Rp50 juta atau subsider 3 bulan kurungan.

JPU menjerat ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Keempat terdakwa tidak dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara. Pasalnya, kerugian negara Rp1,8 miliar lebih sudah dikembalikan oleh Wan Amir kepada penyidik dan telah disetorkan ke kas daerah Kabupaten Rokan Hilir.

Dugaan korupsi ini berawal ketika Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan jumlah transaksi yang masuk dan keluar di rekening Wan Amir Firdaus sebesar Rp17 miliar lebih. Uang itu diduga berasal dari proyek fiktif di Bappeda Rohil.

Dari penyidikan diketahui uang masuk dari praktik korupsi yang ada di rekening sebesar Rp8,7 miliar. Sementara yang masuk dari gratifikasi Rp6,3 miliar. Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ditemukan kerugian negara sebesar Rp1.826.313.633.

Pada persidangan sebelumnya, Wan Amir menyebutkan uang tersebut merupakan milik pribadinya. Uang itu sebagian hak honor dan tunjangan di Bappeda dan tambahan honor dari SKPD di luar Bappeda dan penerimaan penghasilan lainnya.

Beda dengan dengan Hamka, Suhermanto dan Rayudin yang dalam keterangan menyebutkan tiap tahun terpaksa membuat SPPD fiktif dan sisa amggaran dikirim ke rekening Wan Amir Firdaus sehingga tidak ada defisit anggaran. Pengiriman itu dilakukan atas permintaan Wan Amir Firdaus selaku Pengguna Anggaran (PA).

Setiap bulan saat menjabat Kepala Bappeda Rohil, Wan Amir Firdaus juga hanya menerima gaji sebesar Rp5 juta, tunjangan yang masuk tiap pertiga bulan dan beberapa kali perjalanan dinas selama satu triwulan. Jadi sangat tidak mungkin Kalau Uang itu berasal dari gaji dan honornya.

"Belanja output saudara banyak sekali seperti di Martin dan lain-lain. Konsumtif Anda terlalu tinggi, saya tidak tahu apakah itu termasuk untuk pengeluaran keluarga saudara," tegas hakim anggota, Khamazaro Waruwu dalam persidangan, belum lama ini. (RB/San)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

Firdaus-Rusli 39.1 %
Syamsuar-Edy Nasution 6.4 %
Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno 39.5 %
Lukman Edy-Hardianto 15.0 %
Hasil berdasarkan dari 76450 orang responden.
*sebaran sampel hanya penggiat medsos dan belum berdistribusi normal mewakili populasi atau DPT, jumlah orang responden akan terus bertambah

100000000
Redaksi

Berita Terkini

Alasan Sakit, Bos PT Hutahaean Gagal Ditahan

Selasa, 16 Januari 2018 - 16:53 WIB

Bukan Janin di Perut Wanita Ini, Tapi Anjing

Selasa, 16 Januari 2018 - 06:32 WIB

Malam-malam, 545 Orang Pejabat Riau Dilantik

Senin, 15 Januari 2018 - 21:29 WIB

Kota Paling Berbahaya di Dunia

Minggu, 14 Januari 2018 - 13:54 WIB

Ini Benaran, Ular Kepalanya Dua

Minggu, 14 Januari 2018 - 09:28 WIB

Temukan Cinta Sejati Anda Tahun ini, Lihat Zodiak

Sabtu, 13 Januari 2018 - 18:45 WIB

Sandiaga Bela Prabowo, Katanya Politik Itu Berbiaya

Jumat, 12 Januari 2018 - 14:05 WIB

Kampar Mau Maju, Bupati Bilang Harus Bersatu

Jumat, 12 Januari 2018 - 11:30 WIB

Dompet Dhuafa Riau akan Gelar Sarasehan Mapping Dakwah

Kamis, 11 Januari 2018 - 14:52 WIB

Indonesia Produksi Pesawat dan Mulai Dilirik Dunia

Rabu, 10 Januari 2018 - 14:16 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia