RIAUBOOK.COM - Ratusan Mahasiswa Universitas Lancang Kuning yang melakukan unjuk rasa dihalaman Kantor Gubernur Riau sempat terlibat aksi saling dorong dengan personil kepolisian yang berjaga di depan pintu masuk, Kamis (5/4/2018).
Peserta aksi mencoba masuk ke kantor Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk meminta penjelasan dan bukti catatan pekerjaan Biro Kesra terkait penyaluran bantuan sosial pendidikan yang hingga kini belum kunjung diterima oleh mahasiswa tersebut.
Upaya itu pun sontak membuat para personil polisi yang mengawal jalannya aksi membuat lapis betis didepan pintu masuk kantor Gubernur Riau, menahan massa untuk tetap berada di halaman kantor dalam menyampaikan orasinya.
Kordinator aksi Arif Arifin Harahap sempat meminta kepada aparat agar membuka jalan dan mengizinkan mereka masuk.
"Saya yang menjadi jaminan pak, biarkan kami semua masuk, kami akan tertib, kami hanya minta penjelasan, kenapa bapak malah melindungi orang yang salah, kami hanya menuntut hak kami," kata dia kepada polisi.
Namun polisi tetap tidak mengizinkan mereka untuk masuk secara berbondong-bondong, upaya persuasif dilakukan dengan kembali menghadirkan Karo Kesra untuk menemui mahasiswa.
Peserta aksi menilai kalau Pemprov Riau hanya datang dan pergi, setelah melakukan penyerahan secara simbolis Bansos Pendidikan pada bulan Februari 2018 lalu, dana bantuan itu pun tak kunjung diberikan hingga kini.
Kepala Biro Kesra Masrul Kasmy mewakili Pemprov Riau sebelumnya memberikan penjelasan kepada mahasiswa, dirinya mengatakan ada enam item yang terlebih dahulu harus dipenuhi para penerima Bansos sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Riau Nomor 35 Tahun 2017.
"Saya tidak pernah menjanjikan empat hari bisa dicairkan, ini kan sifatnya simbolis yang memerlukan administrasi ulang, bukan bisa langsung cair, kita harus mengikuti prosedur sesuai hukum.
Ini ada aturannya, tertuang dalam Pergub 35 Tahun 2017, kami baru bisa menyalurkan dana itu setelah kalian memenuhi syarat yang 6 item itu, itu prosedur, kami harus mempertanggung jawabkan nya, kami juga diperiksa, kenapa kampus lain bisa tapi kalian tidak bisa," kata Masrul dengan nada sedikit tinggi.
Setelah memberikan keterangannya, Karo Kesra tersebut kembali meninggalkan para peserta aksi unjuk rasa.
Menanggapi pernyataan Karo Kesra tersebut mahasiswa merasa tidak puas, kenapa Pemprov Riau tidak memberikan sosialisasi terhadap 6 item yang menjadi persyaratan ketika penyerahan secara simbolis dilakukan, padahal surat keputusan terkait anggaran Bansos tersebut telah dikeluarkan sedari 2017 lalu.
Tidak hanya itu, melihat perilaku Karo Kesra yang meninggalkan mereka begitu saja, mahasiswa mengatakan kalau Masrul tidak memiliki nyali dan mental memberikan keterangan yang jelas kepada mereka.
"Kita lihat, dia pergi begitu saja, padahal dulu mereka kita sambut di kampus kita, sekarang kita bertamu kemari tapi seperti itu sambutan Kesra, kalau memang dia tidak sanggup dengan mengemban tanggung jawab silahkan mundur dari jabatannya, kita gak butuh pemimpin yang tukang ngambek, kita gak butuh pemimpin yang bermental tempe," kata Arif. (RB/Dwi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…