RIAUBOOK.COM - Membangun ekonomi kerakyatan dengan mengembangkan komoditi selain kelapa sawit sangat perlu dilakukan dalam membantu peningkatan ekonomi masyarakat, demikian dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Hijazi.
Dia mengatakan, perkebunan kelapa sawit yang terhampar luas mencapai jutaan hektar di daerah setempat nyatanya tidak memberi pengaruh besar dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun dalam peningkatan ekonomi masyarakat.
"Komoditi yang menyangkut produktivitas rakyat perlu dikembangkan, tidak semata-mata harus sawit," kata Hijazi kepada RiauBook.com, Kamis (27/9/2019).
Hijazi juga menuturkan, selain tidak adanya kejelasan terkait perizinan, multiflier efek yang timbulkan dengan banyaknya korporasi besar di sektor perkebunan kelapa sawit juga tidak banyak bermanfaat bagi masyarakat.
Tambahnya, intensifikasi lahan dengan peningkatan produksi dan nilai tambah turunan kelapa sawit merupakan kunci dalam mendorong ekonomi masyarakat.
Kata dia, salah satu potensi yang bisa dijadikan alternatif adalah dengan pengembangan pengolahan ubi kayu menjadi tapioka.
"Sekarang yang bagus saya lihat itu kebutuhan bahan baku uni kayu untuk tapioka, harganya juga bagus dan sudah ada pabrik di simpang Petapahan, Kandis, itu sangat produktif, harganya juga terjamin, permintaan pasar tinggi, jaminan pasar jelas, jadi banyak komoditi lain yang bisa dimanfaatkan, gak usah khawatirlah Riau ini," kata dia.
Untuk itu, kata Hijazi, redistribusi terhadap kepentingan rakyat sangat dibutuhkan, seperti halnya memanfaatkan lahan eks perkebunan yang Hak Guna Usahanya sudah habis.
"Perkebunan yang habis HGUnya, Itu harus dikordinasikan supaya dimanfaatkan oleh rakyat," kata Hizaji. (RB/Dwi)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…