RIAUBOOK.COM - Progres pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Dumai sejauh ini masih lambat meski setiap tahun dianggarkan bembebasan lahannya dan sudah makan waktu yang cukup lama, hal itu yang kemudian membuat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim marah.
Legislator Riau dari Fraksi PKB, Abdul Wahid menganggap kemarahan Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim terkait pembangunan tol yang lambat adalah hal yang wajar.
"Wajar saja kalau bapak Plt Gubernur Wan Thamrin marah besar. Karena progresnya masih tidak jelas. Padahal sudah makan waktu panjang dan tiap tahun dianggarkan dana pembebasan lahannya antara Rp 300 hingga Rp 350 miliar," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (28/09) di ruang kerjanya Komisi IV DPRD Riau.
Lebih jauh disampaikan Legislator Dapil Inhil ini, jauh-jauh hari pihaknya juga sudah mewanti-wanti masalah pembebasan lahan ini untuk digesa penyelesaiannya.
Bahkan kata dia, pihak Pemprov juga sudah membentuk Tim Pembebasan lahan. Tapi kenyataannya tetap tidak otimal juga dalam pengerjaannya.
"Bagaimana tidak kesal, hingga saat ini saja masih tidak jelas progres pengerjaan sudah sampai sejauh mana. Padahal perencanaan dan persiapannya sudah cukup lama," tambahnya dengan kesal sembari mengatakan pihak Pemprov berkewajiban dalam pembebasan lahan aedangkan pihak pusat dalam pembangunan fisik jalan.
Untuk itu ditambahkan Ketua DPW PKB Riau ini, dalam menggesa proaes pembebasan lahan ini, harus pro aktif dari semua pihak. Terutama kabupaten/kota yang terkena pembangunan untuk membantu dalam pembebasan lahannya.
"Kabupaten/kota diminta peran aktifnya juga. Terutama memfasilitasi pada pemilik lahan dalam ganti rugi," kata dia. (RB/MCR)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…