RIAUBOOK.COM - Ingin mencari tahu gebetan Anda balik mencintai atau tidak? Maka sesungguhnya bisa dilihat dari bahasa tubuhnya ketika bertemu dengan mu.
Tahukah? Bahwa perasaan seseorang dapat tergambarkan lewat bahasa tubuh. Pernah berharap Anda dapat mengerti perasaan si Dia lewat bahasa tubuhnya?
Sebuah studi menyebut, komunikasi lewat kata-kata hanya dilakukan 7 persen pada setiap individu. Sementara 55 persen komunikasi diekspresikan lewat bahasa tubuh (sisanya diekspresikan lewat nada suara).
Bahasa tubuh seperti kontak mata, postur tubuh, dan bahkan juga seberapa sering seseorang menyentuh wajah mereka, dapat mengungkapkan perasaan seseorang.
Melansir laman Yourtango, ini lima bahasa tubuh yang dapat membantu Anda memecahkan kode bahasa cinta dari si Dia:
1. Menyentuh wajah
Ketika kencan, mungkin dia akan menyentuh telinga, menggosok dagu, atau menjilat bibir. Salah satu alasan pria atau wanita menyentuh bibir mereka adalah karena bibir adalah zona seksual yang sensitif.
2. Mengangkat alis
Ketika seorang pria merasa bersemangat, matanya cenderung akan menjadi lebih lebar. Ketika ini terjadi, alis akan naik dan turun. Coba perhatikan dan lihat, apakah alisnya naik-turun saat berbicara dengan Anda.
3. Banyak gerak
Jika seorang pria tertarik kepada seorang wanita, mereka mungkin akan memainkan suatu benda menggunakan tangan mereka.
Contohnya, ketika dia merapikan bajunya atau menggerak-gerakan gelas saat berkencan. Semakin dia tertarik, semakin jelas gelisah atau salah tingkah.
4. Bersandar
Jika seorang pria menyandarkan pundak, ini menunjukkan adanya perasaan naksir. Perhatikan juga jika dia melakukan kontak mata selama percakapan. Itu pertanda bahwa dia tertarik.
5. Menyentuh
Bahkan pria pemalu pun akan berani untuk menyentuh siku tangan atau punggung wanita yang disukai. Yang menjadi sulit adalah menentukan apakah itu kebetulan atau dia memang sengaja. Bisa jadi bahasa tubuhnya mengatakan sesuatu yang tidak berani dia ungkapkan lewat kata-kata.Â
Ditulis oleh: Dara Elisabeth
Sumber Liputan6



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…