RIAUBOOK.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sudah menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta untuk masing-masing kelurahan di Pekanbaru.
Totalnya, ada sebesar Rp8,3 miliar yang disalurkan oleh Pemprov Riau melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemerintah Kota Pekanbaru untuk 83 kelurahan yang ada di wilayah setempat.
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar bantuan tersebut bukan untuk membeli Sembako, melainkan untuk membantu biaya operasional guna mempercepat penanganan virus corona (covid-19) di tingkat kelurahan.
"Untuk sembako ada lagi bantuannya, sembako ada bantuan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota, dan Kabupaten. Untuk bantuan Rp 100 juta kepada kelurahan tersebut, tujuannya untuk membantu operasionalnya," jelas Gubri, Rabu (27/4/2020).
Dijelaskannya, dana keluruhan ini digunakan untuk operasional yang berkaitan dengan penanganan Covid-19, seperti pendataan warga, yang juga membutuhkan uang.
"Dan dengan adanya bantuan uang Rp100 juta per kelurahan ini, tidak ada lagi alasan Lurah dan perangkatnya untuk tidak bekerja," kata dia.
Ditambahkannya, diharapkan ke depannya pendataan warga menjadi sasaran penerima bantuan akibat dampak covid-19, bisa tepat sasaran. "Jangan orang yang gajinya besar dan tidak layak dibantu yang dapat bantuan," tuturnya.
Di waktu terpisah, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, Syahrial Abdi menambahkan,Pemprov Riau memprioritaskan penyaluran bantuan untuk kelurahan tersebut, lantaran Kota Pekanbaru sudah lebih dulu menetapkan PSBB dibanding kabupaten dan kota lainnya.
"Dan kita yakini bahwa para lurah dan para camat di Pekanbaru telah bekerja dan kita berharap bahwa fungsi dan peran yang dijalankan para lurah dengan batuan keuangan khusus ini. Setidak-tidaknya kita minta untuk memastikan pendataan warga terdampak covid-19 secara ekonomi dapat dilakukan dengan baik," tutur Syahrial.

Foto: Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, Syahrial Abdi.
Lebih lanjut Syahrial mengatakan, bantuan khusus kelurahan yang dikucurkan Pemprov Riau itu bukan bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Melainkan bantuan dukungan terhadap para lurah untuk melakukan koordinasi terhadap pengawasan, operasional yang ada di wilayah masing-masing.
"Kalau untuk masyarakat, bentuk bantuannya masuk dalam jaring pengaman sosial. Itu yang masih dilakukan pendataan," kata dia.
"Artinya kita ingin memastikan bahwa para lurah memiliki kemampuan untuk mengkoordinasikan semua potensi-potensi atau dinamika-dinamika yang ada di masyarakat hari ini. Mudah-mudahan dengan bantuan keuangan khusus tersebut, lurah kepala desa dan camat untuk memastikan penanganan pada covid-19 ini bisa berjalan dengan baik," terangnya. (Advertorial)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…