RIAUBOOK.COM - Upaya pembangunan pipa transmisi Dumai - Sei Mangkei sebagai langkah pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan energi dalam negeri terus digesa. Diperkirakan, nilai investasi pada pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini mencapai angka Rp2,5 triliun.
Hal tersebut, diungkapkan Kepala BPH Migas, M. Fashurullah Asa saat jumpa pers usai acara pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Rencana Pembangunan Pipa Transmisi Dumai SEI Mangkei, Kamis (12/11/2020) di Hotel Pangeran, Jalan Sudirman, Pekanbaru.
Dia katakan, infrastruktur pipa transmisi Dumai - Sei Mangkei yang terdapat dalam draft Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN) periode 2019 - 2025 dengan status dalam proses pengkajian, memiliki panjang sekitar 386 Km.
"Melalui FGD ini kami ingin menunjukkan bahwa kami bersungguh-sungguh dan komitmen, baik BPH Migas, Kementerian ESDM, Komisi VII (DPR RI), Komite II (DPD RI) pemerintah daerah provinsi dan Kabupaten/kota mendukung. Bahwa ini jangan hanya pada diskusi tapi juga harus dieksekusi," kata Fashurullah.
Setelah dilakukan FGD, tuturnya, BPH Migas akan segera melakukan kajian bersama terkait kelayakan pembangunan pipa transmisi tersebut.
"Apakah nanti lelang, atau melalui skema penugasan. Kalau pun penugasan, apakan nantinya full dibiayai oleh investasi atau kombinasi, misalnya sebagian diperjuangkan lewat APBN," ujarnya.
"Karena untuk pengembalian investasi, itu dihitung dengan tarif pengangkutan yang juga ditetapkan oleh BPH Migas. Kalau kita hitung-hitung supaya dia bagus harga keekonomiannya, dengan asumsi pipa 18 inchi, itu perkiraan investasinya sekitar 2,5 triliun atau hampir 200 juta USD," lanjut Fashurullah.
Sementara itu, Pemeritah Provinsi Riau menyambut baik terhadap rencana pembangunan Pipa Transmisi Dumai Sei Mangkei tersebut.
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau Indra Agus Lukman, mewakili Gubernur Riau Syamsuar mengatakan bahwa pembangunan Pipa Transmisi Dumai - Sei Mangkei diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap pembangunan daerah.
"Rencana pembangunan Pipa Transmisi Dumai - Sei Mangkei yang menghubungkan sumber gas Sumatera bagian tengah dan selatan menuju Sumatera bagian Utara, kami nilai merupakan langkah yang tepat. Untuk itu, pemeritah harus sungguh-sungguh dengan melakukan perencanaan yang, khususnya terkait pendanaan sehingga rencana pembangunan Pipa Transmisi tersebut dapat direalisasikan," tutur Indra.
Di juga berharap, pembangunan pipa transmisi itu memberi dapat menyerap tenaga kerja lokal serta bisa meningkatkan jaringan gas bumi untuk rumah tangga.
"Karena di sepanjang pipa transmisi gas bumi di perbatasan Jambi hingga Bengkalis memiliki 26 titik penyambungan yang bisa dimanfaatkan. Namun perkembangan jaringan gas bumi untuk rumah tangga baru di Riau ada di Kota Pekanbaru dan Dumai," ujarnya.
Untuk diketahui, dalam cara FGD yang diselenggarakan oleh BPH Migas tersebut, turut dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Wahid, Komisi II DPD RI Edwin Pratama P dan Dedi Iskandar,Direktur Pembangunan Infrastruktur Ditjen Migas KESDM Alimuddin Baso, Perwakilan Kantor Staf Presiden Didi Setiarto (hadir secara online).
Kemudian, perwakilan SKK Migas M. Anas Pradipta (hadir secara online), Perwakilan BAPPENAS Hanan Nugroho, Badan Usaha Niaga dan Pengangkutan Gas Bumi yaitu PT. PGN Tbk., PT. Pertamina Gas., PT. TGI, PT. Sarana Pembangunan Riau, PT. Bumi Siak Pusako, PT. Riau Perkasa Energi, dan instansi terkait lainnya.(RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…