RIAUBOOK.COM - Menteri BUMN Erick Tohir diminta untuk mendukung perampasan aset terindikasi perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) para pejabat dan mantan pejabat PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V di Provinsi Riau.
"PTPN V itu perusahaan yang selama ini dikenal sebagai perusahaan keluarga, sangat tinggi KKN di perusahaan itu. Jadi harusnya sebelum penggabungan PTPN V menjadi Palmco dilakukan dulu audit internal, tapi ini tidak dilakukan oleh Direktur Utama Palmco yang ketika itu menjabat sebagai CEO PTPN V, Jatmiko K Santosa. Maka dia patut kita curigai menutupi banyak masalah PTPN V," kata kata Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Dharma Andigha Bogor, Raden Adnan, S.H., M.H lewat telekomunikasi beberapa waktu lalu.
Untuk diketahui, lanjut dia, sepajang 28 tahun PTPN V berdiri banyak para pejabat yang memiliki aset tidak masuk akal, kebun sawitnya sampai ribuan hektare per orang.
Sebelumnya dilaporkan, anak usaha Holding Perkebunan Nusantara III, yang beroperasi di Provinsi Riau, yakni PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) berhasil membukukan laba bersih Rp1,52 triliun pada 2022. Angka itu mencapai 147,35 perseb dari RKAP perseroan.
Pencapaian laba PTPN V yang tertinggi sepanjang perseroan berdiri ini merupakan hasil transformasi yang dijalankan beberapa tahun belakangan.
Pencapaian ini juga membuat PTPN V mencetak rekor laba tertinggi dalam 3 tahun beruntun.
Pada 2020, total labanya mencapai Rp417 miliar, lalu melonjak menjadi Rp1,3 triliun di akhir 2021. Kinerja laba PTPN V disokong oleh efisiensi dan produksi, serta kenaikan harga komoditas CPO.
Namun Adnan mengungkap, bahwa untuk bicara keberhasilan, harus membandingkannya dengan 'dosa-dosa' yang tidak terlihat dipublik.
Menurut dia, PTPN V sebelum bergabung dengan PTPN III dan Palmco memiliki kinerja sangat buruk karena para pejabatnya diduga melakukan tindak pidana korupsi secara berjemaah.
"Bahkan ketika Jatmiko memimpin PTPN V, hanya untuk mengejar target produksi CPO buah sawit, semua kebun dipaksa panen padahal belum waktunya. Ini yang terjadi merata hampir di seluruh kebun eks PTPN V di Riau. Apakah itu sebuah keuntungan bagi perusahaan? Menurut saya justru perusahaan dirugikan, karena buah muda yang dipaksa panen akan mengurangi kwalitas CPO yang dihasilkan, dan itu dampaknya penurunan harga yang tentu justru merugikan perusahaan," kata Adnan.
Belum lagi, demikian Adnan, selama PTPN V berdiri sejak 28 tahun terakhir, dilaporkan banyak pejabat yang mendadak kaya raya memiliki ribuan hektare kebun sawit, padahal jika dibandingkan dengan gaji mereka, itu sungguh tidak masuk akal.
"Nah ini yang menjadi 'PR' Menteri BUMN dan Jatmiko sebenarnya, jika dia tidak berani melakukan audit internal, maka patut kita curigai," katanya.
Miliki Ribuan Hektare Kebun Sawit
Sebelumnya didapati seorang mantan manajer kebun eks PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V memiliki lahan perkebunan sawit seluas ribuan hektare yang berlokasi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau, perkiraan nilai asetnya mencapai Rp375 miliar.
Dari investigasi RiauBook.com, Senin (19/2/2024), seorang mantan pejabat eks PTPN V tersebut berinisial M, memiliki lahan sawit seluas 300 hektare di daerah Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
"Benar ini kebun milik M mantan manager PTPN V, luasnya sekitar 300 hektare," kata Johnson, seorang penjaga kebun tersebut ditemui pers.
Dia juga menjelaskan, bahwa M juga memiliki lahan seluas 1.500 hektare di Kabupaten Siak yang dia beli dari perusahaan PT.KKK dan saat ini telah ada puluhan karyawan termasuk pemanen di perusahaan itu.
"Bukan cuma ini, di Siak juga ada kebun dia luasnya sekitar 1.500 hektare, lengkap dengan alat berat dan angkutan buah sawit dibeli dari PT.KKK," katanya.
Jika dikalkulasikan dengan harga perkebunan sawit saat ini yang mencapai Rp250 juta per hektare, maka nilai aset kebun milik M setara dengan Rp375 miliar.
Dari mana uangnya?
RiauBook.com mencoba menelusuri, M diketahui sebelumnya menjabat sebagai manager di kebun PTPN V pada tahun 1999 hingga 2002.
Pada saat itu, dari keterangan sejumlah karyawan perusahaan BUMN ini, diperkirakan gaji seorang manager masih sekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta per bulan, termasuk tunjangan.
"Karena waktu itu gaji karyawan biasa saja masih sekitar Rp700 ribu hingga Rp1 juta per bulan. Gak mungkin dia bisa beli lahan sawit seluas itu kalau hanya mengharapkan gaji," katanya.
Sumber lainnya menjelaskan, bahwa banyak pejabat PTPN V dari dulu kerap memanfaatkan fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadinya.
"Termasuk menggunakan alat berat dan karyawan perusahaan untuk kepentingan pribadi. Waktu itu perusahaan banyak program pengembangan atau perluasan lahan, dan bisa jadi di sana banyak 'mainnya'," kata sumber.
Selain M, dilaporkan juga banyak pejabat dan mantan pejabat PTPN V yang memiliki lahan perkebunan sawit dengan luasan yang tidak masuk akal.
Di daerah Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, kabarnya ada mantan General Manager (GM) PTPN V berinisial S memiliki kebun sawit bahkan hingga lebih 3.000 hektare.
"Masih banyak lagi, kalau mau ditelusuri tak terhitung jumlah pejabat dan mantan pejabat PTPN V yang memiliki aset kebun sawit tidak masuk akal, jumlahnya ribuan hektare per orang," katanya. (fzr)
Terkait
RIAUBOOK.COM - Seorang mantan manajer kebun eks PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V diketahui memiliki lahan perkebunan sawit seluas ribuan…
RIAUBOOK.COM - Dugaan kekerasan seksual dialami dua bocah yang masih duduk di bangku sekolah kanak-kanak (TK) di Pekanbaru, Riau, namun…
RIAUBOOK.COM - Relawan 03 Ganjar-Mahfud yang tergabung dalam Program Gotong Royong untuk Ekonomi Sejahtera dan Inklusif (Progresif) Wilayah Riau…
RIAUBOOK.COM - Visi Provinsi Riau tahun 2025-2045 adalah Maju, Berbudaya, Agamis, dan Berkelanjutan, demikian diungkap Gubernur Riau Edy Natar Nasution…
RIAUBOOK.COM - Kalimat syukur tak henti-hentinya disampaikan Eni Sumarni atas hadiah tiket umrah yang didapatnya dari BRK Syariah melalui kegiatan…
RIAUBOOK.COM - Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) sedang merumuskan pemikiran-pemikiran untuk menanggapi tragedi Pulau Rempang yang belum terselesaikan…
SALAH satu alasan utama mengapa perusahaan kelapa sawit dan investor berbasis sumber daya lainnya begitu sering berhasil menggusur rakyat dari…
RIAUBOOK.COM - Provinsi Riau merupakan Negeri Melayu yang memiliki luas wilayah 109.512,04 km2 terbentang dari Bukit Barisan hingga ke Selat…
RIAUBOOK.COM - Dalam kurun beberapa tahun terakhir terangkum 150 kasus konflik perkebunan kelapa sawit di berbagai wilayah tanah…
RIAUBOOK.COM- Peristiwa kebakaran hutan di sejumlah wilayah Provinsi Riau berhasil diatasi seiring tingginya intensitas hujan yang terjadi sepekan terakhir.…
RIAUBOOK.COM - Provinsi Riau meraih peringkat 7 Nasional dalam membangun desa dan karena itu diklaim tak ada lagi desa tertinggal…
RIAUBOOK.COM - Penerimaan pajak di Riau hingga Juni 2023, telah tercapai 46,54 persen dari target atau sebesar Rp10,30 triliun, demikian…
RIAUBOOK.COM - Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Kampar Yuricho Efril mengimbau seluruh masyarakat khususnya pengguna media sosial maupun yang…
RIAUBOOK.COM - Jenderal TNI (Purn) Muhammad Andika Perkasa juga punya observasi dan pendapat yang out of the box, terutama terkait geopolitik.…
Gubernur Riau Hadiri Singapore Muslim Festival 2023, Pameran Makanan Halal Hingga Artefak Rasullulah
RIAUBOOK.COM, SINGAPURA - Lawatan Gubernur Riau Syamsuar dan rombongan ke Singapura diisi dengan menghadiri dan menyaksikan Singapore Muslim Festival 2023,…
RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau Haji Syamsuar mengatakan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA-UII) miliki semangat pembangunan dan pegabdian bagi daerah…
RIAUBOOK.COM - Lebih dari 90 tahun industri minyak bumi nusantara berada dalam 'cengkraman' Perusahaan Asing 'Standard Oil Company of California…
RIAUBOOK.COM - Menjaga keseimbangan alam bukan berarti negara ini berhenti dalam mengelola sumber daya alam untuk kepentingan bangsa dan negara,…
RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau Haji Syamsuar meninjau pasar murah sekaligus melakukan gerakan tanam cabai secara simbolis di halaman Pasar Rakyat…
RIAUBOOK.COM - Sejak beberapa hari belakangan kasus Covid-19 di Riau terus mengalami peningkatan, jika hari-hari sebelumnya penambahan kasus baru hanya…
Populer
Nasional
RIAUBOOK.COM - Harga minyak dunia kembali melonjak pada Kamis (30/4) di tengah kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah akan tertahan lebih…
RIAUBOOK.COM - Tabir gelap di balik industri kecantikan ilegal di Kota Bertuah akhirnya terungkap. Tim Subdit 4 Ditreskrimsus…
Internasional
RIAUBOOK.COM, BANGKOK - Sisi gelap perayaan Songkran kembali membayangi euforia masyarakat Thailand tahun ini. Festival air terbesar di dunia…
RIAUBOOK.COM, IRAN - Dalam program "State of the Union" di CNN, Menteri Energi Chris Wright menyatakan bahwa AS tidak berencana…
Wisata dan Gaya Hidup
RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…
RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…
RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…
Opini
Goresan; Nofri Andri Yulan, S.Pi (Generasi Muda Partai Golkar)1. PI (Parisman Ikhwan) didukung penuh oleh Ketua DPD I Partai Golkar…
RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyampaikan catatan akhir tahun 2024 dengan menyoroti kiprah Presiden Prabowo Subianto dalam…
Olahraga
RIAUBOOK.COM, AUSTIN - Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, terus menunjukkan tren positif di kancah internasional. Pembalap…
RIAUBOOK.COM, GOIANIA - Dunia balap motor internasional dibuat geger oleh aksi heroik pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, bertarung…
RIAUBOOK.COM - Kisruh pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau kian memanas. Di tengah munculnya klaim dukungan sepihak dari…



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…