PNPM Berakhir Di Bawah Naungan Kemendagri

RiauBook - Kesimpang siuran informasi mengenai berakhirnya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Pedesaan mendapat perhatian serius dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Di mana, program tersebut sebenarnya telah berakhir sejak 31 Desember 2014 yang lalu.

Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Ahmad Erani Yustika menjelaskan, pemerintah pada periode sebelumnya yang dimandatkan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tepatnya pada tahun 2007 memiliki program yang disebut PNPM Mandiri Pedesaan. Di bawah PNPM, terdapat sub-sub kegiatan yang bertujuan untuk percepatan pembangunan pedesaan. Bebrbagai proyek tersebut dikerjakan melalui bantuan dari bank dunia.

"Program tersebut melahirkan 2 istilah pendamping desa, yakni fasilitator kabupaten/kota dan fasilitator kecamatan. Mereka direkrut dan dikontrak sejak Tahun 2007, dan berakhir Pada Desember Tahun 2014 seiring dengan berakhirnya program PNPM," ujar Erani, di Jakarta, Kamis (31/3/2016).

Menurut Erani, berakhirnya kontrak tersebut tertuang dalam dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST) Nomor: 100/1694/SJ dan Nomor: 01/BA/M-DPDTT/IV/2015 yang ditanda tangani Kemendagri dan Kemendesa PDTT. Hal ini sekaligus menampik anggapan bahwa Kemendesa PDTT adalah kementerian yang menghentikan program PNPM.

"Kontrak telah berakhir sejak di bawah naungan Kemendagri. Bukan kami (Kemendesa PDTT) yang mengakhiri PNPM. Bahkan dalam BAST, telah ditujukan kepada gubernur dan bupati tentang pengendalian PNPM. Berarti, aktifitas PNPM maish berlangsung di kalangan masyarakat dengan pembinaan oleh Pemerintan Daerah, sehingga Pemda dapat melanjutkan kontrak yang bersumber dari dana APBD," terangnya.

Kemudian pada Tanggal 1 Juli 2015 lanjut Erani, Kemendesa PDTT mengaktifkan kembali eks PNPM , dengan menjadikan Fasilitator kabupaten sebagai Tenaga Ahli Desa yang bertugas di kabupaten, dan Fasilitator Kecamatan sebagai Pendamping Desa yang bertugas di level kecamatan.

"Kenapa kami aktifkan kembali, pertama pada masa.itu Kementerian Keuangan telah mengucurkan dana desa tahap pertama. Sehingga membutuhkan pengawasan dan pendampingan. Sedangkan pada fase itu, kami masih dalam proses mempersiapkan rekrutmen pendamping desa yang baru. Untuk mengantisipasi kekosongan ini, maka kami putuskan untuk mengktifkan kembali eks PNPM," ujarnya.

Kontrak pertama yang dilakukan Kemendesa PDTT terhadap eks PNPM berlaku untuk 1 Juli 2015 hingga 31 Oktober 2015. Dengan asumsi, bahwa dalam tenggang waktu tersbeut, proses rekrutmen pendamping desa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi telah selesai. Namun karena rekrutmen belum selesai sepenuhnya, Kemendesa PDTT kembali memperpanjang kontrak eks PNPM hingga 31 Desember 2015.

"Tapi ternyata, desember 2015 juga belum sepenuhnya rampung. Masih ADA 7 Provinsi yang belum selesai proses rekrutmennya. Akhirnya, kami memutuskan untuk memperpanjang kontrak kembali hingga 31 Maret 2016. Dan sekarang, proses rekrutmen sudah selesai sepenuhnya. Artinya, kontrak eks PNPM sudah berakhir tanggal 31 Maret 2016," terangnya.

Erani menerangkan, keputusan Kemendesa PDTT dalam mengaktifkan kembali eks PNPM tersebut adalah untuk memastikan dana desa dapat tersalurkan dan dimanfaatkan dengan baik. Terkait rekrutmen yang dilakukan secara terbuka dan transparan, hal tersebut adalah amanat Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang desa yang harus dilaksanakan.

"Dalam amanat Undang-Undang Desa, kami harus melakukan rekrutmen terbuka, transparan dan adil. Maka semangat rekrutmen terbuka ini, menjadi cita-cita kami. Dan saya kira ini adalah keinginan semua pihak. Saya selaku Dirjen PPMD, bertugas memastikan ini berjalan dengan sehormat-hormatnya," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Desa PDTT, Marwan Jafar juga mengatakan, bahwa rekrutmen pendamping desa telah dilakukan secara transparan dan terbuka. Menurutnya, rekrutmen tersebut telah sesuai dengan Undang-Undang Desa, dan telah diatur dalam Permendesa No 3 Tahun 2015 tentang Pendamping Desa.

"Rekrutmen Pendamping Desa dilakukan seterang sinar rembulan. Tidak ada yang ditutup-tupi dan tidak ada yang diistimewakan termasuk eks PNPM. Semua posisinya sama," tegas Marwan.

Menteri Marwan menegaskan, proses rekrutmen pendamping desa, telah memenuhi azas keadilan, dengan tidak mengistimewakan pihak manapun termasuk eks PNPM. Eks PNPM bahkan diberi kebebasan untuk mengikuti proses rekrutmen, jika berkeinginan menjadi pendamping desa.

"Rekrutmen sebelumnya, ada eks PNPM yang lulus menjadi pendamping desa. Rekrutmen selanjutnya kalau eks PNPM ada yang ingin ikut, ikut saja, ikuti proses yang ada," ujar dia. JIN

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Emas Antam Kian Kemilau ke Rp572.000/Gram

Riau Book - Harga logam mulia, emas batangan yang dikeluarkan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini, Rabu (30/3) kian…

Foto

Umur 40 Tahun Masih Bisa Nabung kok, Baca Tips ini!

Riau Book - Masa pensiun harus menjadi perhatian penting, terlebih dalam hal finansial. Karena saat memasuki usia ini, seseorang tak…

Foto

Yuk, Intip Bisnis Warteg Gembul Milik Wanita Indonesia di Korea

Riau Book - Bagi penggemar drama korea, Anda tentunya pernah mendengar ada beberapa nama orang Indonesia yang ikut menjadi artisnya.…

Foto

Pelajar SMA Bisa Ikut Investasi di Pasar Modal, Modal Rp 100 Saja

Riau Book - Berbagai kemudahan sudah tersedia bagi siapa saja yang ingin berinvestasi di pasar modal Mulai dari kemudahan transaksi…

Foto

50 Tahun Bank Riau-Kepri, OJK: Tahun Ini Momen Peningkatan Kinerja

Riau Book - Selama 50 tahun, perjalanan PT Bank Pembangunan Dearah (BPD) Riau Kepri telah mendukung pembangunan serta mendongkrak perekonomian…

Foto

Dianggarkan Rp200 Juta, Nelayan Dumai Mengaku Masih Krisis Es Balok

Riau Book - Kelompok nelayan di Kota Dumai menerima sejumlah paket bantuan berupa alat kesehatan dan keselamatan kerja standar internasional…

Foto

Ulang Tahun Emas Bank Riau Kepri - Inilah 'Segudang' Harapan dari OJK Riau

Riau Book - PT Bank Pembangunan Daerah (PPD) Riau Kepri sebentar lagi akan merayakan Ulang Tahun Emas (50 tahun). Berbagai…

Foto

Gandeng Jamkrida, Komitmen BRK Tumbuh Kembangkan BUMD di Riau Kepri

Riau Book - Komitmen Bank Riau Kepri untuk maju bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kembali berlanjut. Setelah sebelumnya menandatangani…

Foto

Pasarkan dan Promosikan Produk Mu Hanya dengan Ujung Jari, Bagaimana!

Riau Book - Pihak Chevron Pacific Indonesia (Chevron) bekerjasama dengan 'Greenweb' menggelar pelatihan "Promosi Via Ujung Jari" pada 28-29 Maret…

Foto

Fahri Hamzah Melawat, Riau Minta APBN ke Daerah Ditambah

Riau Book - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah akan melakukan lawatan ke Provinsi Riau, Selasa (29/3/2016). Kedatangan salah satu…

Foto

Urat Nadi Ekonomi, Pengelola Rakit Sungai Mentawai Rohul Malah Ambil Untung

Riau Book - Pasca putusnya jembatan Sungai Mentawai yang merupakan penghubung Jalan Provinsi di desa Cimpang Kiri-Kanan Kecamatan Rokan IV…

Foto

1 April, BBM Turun Lagi! Tapi Tak Sampai Rp 1.000

Riau Book - Kabar akan adanya penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April mendatang, sudah santer terdengar. Tapi…

Foto

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau Gelar Diskusi Persoalan Migas, 'Rebut Blok Rokan'

Riau Book - Persoalan mengenai pengelolaan minyak dan gas (Migas) sekarang ini banyak mendapat perhatian dari berbagai kalangan mahasiswa. Salah…

Foto

Takut Ada Prasangka Buruk, Dewan Riau Minta Dirut PT PER Segera Ditunjuk

Riau Book - Legislator Riau yang juga Ketua Komisi C, Aherson minta pada Plt Gubernur Riau untuk segera menujuk dan…

Foto

3 Kecataman di Bengkalis Belum Terima Beras Miskin

Riau Book - Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional (Bulog Sub Divre) Bengkalis, mulai mendistribusikan beras miskin (Raskin) ke seluruh…

Foto

April Lalu Menteri Bahas Masalah Ini, Legislator Riau: Nanti Kita Laporkan

Riau Book - Pihak legislator dari Komisi C, DPRD Riau menjajaki untuk dibentuknya Asosiasi Daerah Penghasil Perkebunan Kelapa Sawit (KS)…

Foto

Pengen Jadi Orang Kaya dengan Cepat? ini loh Cara-caranya!

Riau Book - Kekayaan sering kali dianggap sebagai keberuntungan bagi sebagian orang. Ada juga yang menganggap kekayaan hanya bisa diperoleh…

Foto

MEA, Tenaga Kerja Asing di Dumai Jadi Sumber PAD

Riau Book - Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah berjalan, namun itu bukan menjadi penghalang bahkan menjadi 'ladang' sumber pendapatan…

Foto

Riau dan 6 Daerah Penghasil Migas Tuntut DBH Walau Harga Minyak Dunia Anjlok

Riau Book - Provinsi Riau bersama enam daerah lainnya memperjuangkan Dana Bagi Hasil (DBH) bagi daerah penghasil. Ini dilakukan sebagai…

Foto

Ahok: Perusahaan Taksi Juga Nggak Baik-baik Amat, Saya Tak Ingin Sopir Jadi Korban

Riau Book - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyayangkan kejadian ricuh antara pengemudi (driver) angkutan konvensional dan berbasis…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan