rudal Raytheon AGM-65K2 yang dimiliki TNI AU (net)

Minggu, 03 April 2016 - 18:16 WIB 431370000

Mantap! Indonesia Punya 5 Rudal Penghancur Terhebat di Asia Tenggara

Share ke BBM

Riau Book - Kebesaran nama Indonesia di kancah internasional tak terbantahkan lagi. Selain sebagai negara kepulauan yang besar, Indonesia juga memiliki angkatan perang yang tak bisa dianggap remeh.

Untuk memperkuat kekuatan militernya, Indonesia juga mulai membeli dan belajar membuat senjata tempur secara besar-besaran. Salah satu senjata yang mendapatkan perhatian besar adalah rudal penghancur.

Inilah lima rudal penghancur milik Indonesia yang kehebatannya diakui Asia Tenggara.

1. Raytheon AGM-65K2

Raytheon AGM-65K2 adalah Rudal Udara Tercanggih TNI AU. Rudal ini dipasang pada pesawat tempur F-16 dengan diameter 300 mm dan panjang 2,49 meter. Jika digunakan dalam keadaan baik, rudal Raytheon bisa menempuh jarak tembak hingga 24 kilometer. Raytheon sendiri memiliki kecepatan hingga 1.100 km per jam.

Jadi bisa dibayangkan betapa cepatnya rudal ini bergerak sebelum akhirnya mengenai sasaran.

Raytheon AGM-65K2 diproduksi oleh Amerika dan telah digunakan oleh 30 negara di dunia. Hingga sekarang produksi rudal ini sudah mencapai 70.000 unit sejak pertama kali dibuat di tahun 1972. Rudal ini menjadi senjata andalan Indonesia yang dioperasikan oleh Skadron Udara bersama 10 unit F-16 serta 24 F-16 C/D.

2. Kh-59ME

Ini merupakan Rudal Anti Kapal Andalan Indonesia. Dalam sejarah perebutan Irian Barat, Indonesia harus melobi negara besar agar bisa bersaing dengan Belanda. Lalu di tangan Soekarno, Indonesia bisa menerima bantuan senjata dari Rusia berupa rudal yang bisa menghancurkan kapal induk Belanda bernama Karel Doorman. Rudal itu bernama AS-1 Kennel. Rudal ini mampu memukul mundur Belanda melalui psy war hingga mereka rela melepaskan Irian Barat.

Setelah era hebat AS-1 Kennel memang berakhir, tapi TNI ingin mengulang kehebatan itu dengan rudal jenis baru bernama KH-59ME. Rudal ini masih buatan Rusia dan antinya akan dipasangkan ke pesawat tempur jenis Sukhoi Su-27 dan Su-30. Rudal ini mampu menempuh jarak 115 kilometer dan kecepatan luncur mencapai 1.100 kilometer per jam. Hingga sekarang senjata ini telah dipakai oleh Indonesia, Tiongkok, dan Korea Utara.

3. Exocet MM40 Block 3

Exocet adalah nama yang tak asing lagi di kalangan TNI AL di Indonesia. Pasalnya rudal jenis ini telah sejak lama dipakai untuk memperkuat pengamanan di Indonesia. Kemampuannya yang sangat hebat membuat rudal anti kapal ini banyak dipakai oleh angkatan laut di seluruh dunia termasuk Indonesia, Yunani, dan Peru.

Exocert MM40 Block 3 adalah varian baru yang dimiliki oleh Indonesia. Sebelumnya, Indonesia telah memakai Block 2 dan sering digunakan untuk uji coba. Exocert MM40 Block 3 ini memiliki panjang 5,8 meter dan bobot 870 kg. Untuk masalah jangkauan, rudal ini mampu menempuh jarak hingga 200 km. Sebuah jarak yang signifikan terutama jika digunakan saat perang.

4. R-73

Ini merupakan Rudal Pemburu Paling Hebat Milik TNI AU. Pada awal tahun 2000-an, lini rudal di Indonesia terbilang masih kalah jauh dengan Malaysia. Bahkan selama tiga dekade negeri ini hanya bertumpu pada rudal lawas yang berusia puluhan tahun.

Untuk lepas dari kekunoan ini, TNI AU akhirnya memesan Sukhoi Su-27 dan Su-30 yang diharapkan akan memberikan tempat sebesar-besarnya untuk rudal. Sayangnya rudal ini baru terbeli 10 tahun pasca Sukhoi masuk Indonesia.

Ruda R-73 dibuat oleh Rusia sebagai pelengkap beberapa pesawat tempur seperti Sukhoi. Rudal ini memiliki berat hingga 105 kg dan panjang mencapai 2,93 meter. Rudal ini pertama kali dibuat oleh Rusia pada tahun 1984 dan masih berlanjut hingga sekarang. Rudal ini dipakai oleh banyak negara di dunia karena kehebatnnya dalam bertempur. Tak pelak, Indonesia, Suriah, hingga Korea Utara pun rela membelinya.

5. RBS-15 MK3,

RBS-15 MK3 adalah salah satu rudal multi platform yang sangat hebat hingga saat ini. Ruda ini bisa dipasang di truk, pesawat tempur hingga kepal perang. Untuk RBS-15 MK3 ini Indonesia memasangnya pada Kapal Cepat Rudal atau KCR dengan nama Klewang. Hingga saat ini Indonesia telah memiliki 4 unit peluncur rudal RBS-15 MK3 yang bisa membuat negara tetangga ketar-ketir.

Rudal RBS-15 MK3 memiliki panjang hingga 4,35 meter dengan wingspan 1,4 meter. Berat satu rudal bisa mencapai 800 kg dan jarak tempuhnya 200 kilometer. Kecepatan rudal ini lumayan tinggi hingga akan mengenai sasaran dalam jangka waktu yang sangat singkat. RBS-15 MK3 adalah rudal hebat milik Jerman yang nyaris dipakai oleh banyak negara di Eropa seperti Swedia dan Polandia.

Inilah lima rudal penghancur milik Indonesia yang membuat negeri ini jadi hebat di Asia Tenggara. Dengan rudal-rudal ini, maka negara lain akan segan untuk memasuki perbatasan.

Indonesia akan menjaganya dengan sekuat tenaga, bahkan jika keadaan mendadak genting, rudal di atas bisa diandalkan. Yuk, share biar banyak yang tahu kehebatan rudal di Indonesia. (RB/boom)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Vera Luciana

Berita Terkini

Eh, Kenapa CEO Line ini Berkali-kali Sebut Indonesia?

Selasa, 29 Maret 2016 - 08:41 WIB

Ini Dia Produk Apple Termurah, Tertarik?

Senin, 28 Maret 2016 - 16:19 WIB

Intip Keajaiban Indonesia dari Luar Angkasa

Minggu, 27 Maret 2016 - 15:21 WIB

2018, Bos Amazon Mulai Paket Tour ke Antariksa

Sabtu, 26 Maret 2016 - 13:59 WIB

Facebook Pernah Rancang Ponsel Pembunuh Produk Apple

Jumat, 25 Maret 2016 - 18:26 WIB

Twitter Luncurkan Tagar Berbentuk Stiker

Kamis, 24 Maret 2016 - 16:32 WIB

Termurah dalam Sejarah Apple, iPhone SE Dibanderol...

Selasa, 22 Maret 2016 - 10:12 WIB

Lima Cara Ini Cegah Ponsel Anda Dicuri Maling

Jumat, 18 Maret 2016 - 17:22 WIB

Pre Order Samsung Galaxy S7 Lampaui Ekspektasi

Kamis, 10 Maret 2016 - 16:45 WIB

Ini Rahasia Samsung Galaxy S7 Tahan Air

Selasa, 08 Maret 2016 - 17:58 WIB

Begini Cara Aman Melihat Gerhana Matahari Total Besok

Selasa, 08 Maret 2016 - 17:22 WIB

Bengkalis akan Punya Media Center

Jumat, 04 Maret 2016 - 09:01 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia