RIAU BOOK- Seorang pengunjung Hotel Furama, ditemukan meninggal di lantai kamar mandi dalam kamar yang ditempatinya sejak Jumat (20/5). Lelaki yang bernama Wong Kwek Yung alias Amay (56) yang menginap di kamar 507 lantai 5 ditemukan meninggal dunia, senin (23/5). Hingga kini pihak kepolisian belum memastikan penyebab kematian tamu hotel itu.
Pengunjung yang berprofesi sebagai sales pakaian itu, merupakan warga Jalan HM Said Gang H Sirat nomor 8/11 Sidorame Barat, Medan, Sumatera Utara. Pria Tionghoa itu ditemukan meninggal di lantai kamar mandi dengan posisi telungkup.
Ditemukannya korban diawali saat dua orang resepsionis Hotel Furama, Wulandari dan Ika mencoba menghubungi kamar 507 yang didiami oleh korban. Namun karena tidak mendapatkan jawaban, akhirnya kedua resepsionis tersebut berusaha membuka kamar tersebut menggunakan kunci serap.
Setelah dibuka ternyata korban tidak berada did alam kamarnya. Setelah dilihat di kamar mandi dengan posisi telungkup korban telah terbujur kaku. Melihat itu, kedua resepsionis itu langsung melaporkan kejadian itu kepada atasan mereka.
"Saat kami akan masuk dan melihat korban, kami langsung mundur kebelakang dan melaporkan ini kepa pimpinan. Setelah itu kami tak tahu lagi," sebut Ika ditemui di Hotel Furama.
Sementara itu Kepala Desa Tanjung Padang, Abu Sofyan yang menginap di samping kamar korban mengaku terkejut mendapatkan kabar tersebut sekitar pukul 09.20 wib. Namun dia menyangka bahwa terjadi perkelahian.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Asep Iskandar SIK MM, melalui Kapolsek Tebingtinggi AKP Ade Rukmayadi SH mengatakan, penemuan mayat pria Tionghoa itu bermula ketika dua petugas hotel Wulandari dan Eka membuka pintu kamar untuk membersihkannya. Saat itulah keduanya melihat korban dalam poisisi tertelungkup di kamar mandi. Peristiwa itu langsung disampaikan keduanya kepada manajer hotel dan berlanjut pada pihak kepolisian.(RB)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…