RIAU BOOK- Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) percontohan nasional di Desa Rantau Sakti Kecamatan Tambusai Utara dalam tiga hari terakhir, terhitung Ahad (5/6) hingga Selasa (7/6) mengalami kerusakan. Mengakibatkan 2.287 pelanggan listrik dari PLTBg yang meliputi 3 desa yakni Desa Rantau Sakti, Rantau Kasai dan Desa Mahato Sakti Kecamatan Tambusai Utara berada dalam kegelapan karena listrik di rumahnya mati total.
Diperparah saat buka puasa, Salat Tarawih dan sahur, warga tiga desa itu terpaksa harus gelap gulita terutama yang tidak memiliki mesin genset. Karena terputusnya suplai listrik dari PLTBg yang mengalami kerusakan.
Teknisi PLTBg Rantau Sakti Ditya Wiranjaya menyebutkan kerusakan mesin PLTGB sudah terjadi sejak Ahad (5/6) lalu. Dikarenakan terjadinya kerusakan terutama akibat getaran mesin yang menyebabkan kebocoran di bagian paking oil sehingga membuat oli merembes kebagian mesin dan membuat mesin tidak mau dihidupkan.
Dia menyebutkan, telah berupaya untuk mengatasi kerusakan pada mesin.''Insya Allah malam ini, listrik dari PLTBg hidup kembali,'' jelasnya.
Mendapat kabar kerusakan pada mesin PLTBg Rantau Sakti, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Rohul Drs Yusmar MSi, Selasa (7/6) malam, langsung turun untuk mengecek kerusakan yang terjadi di PLTBg Rantau Sakti.
Dalam kunjungan tersebut, yusmar, menjelaskan, kerusakan yang terjadi pada PLTBg ini pertama kali terjadi, setelah PLTBg yang dibangun dengan dana APBN tersebut diresmikan 16 September 2014 lalu.
Ditegaskannya, ada dua hal yang menjadi catatan terhadap kerusakan PLTBg Rantau Sakti, pertama bagi pengelola, kerusakan ini harus menjadi pengalaman dan pelajaran agar ke depan lebih cepat dan siap untuk mengantisipasi kerusakan.
Artinya, apa-apa saja komponen yang rusak, harus sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, jadi jika terjadi kerusakan mesin, teknisi dapat dengan cepat mengatasinya. Sehingga pelayanan penerangan listrik kepada masyarakat tidak terganggu, apalagi dibulan Ramadan, listrik lebih sangat diperlukan masyarakat.
Kedua, bagi masyarakat, dengan kerusakan PLTBg ini menjadi momentum penyadaran akan pentingnya keberadaan PLTBg ini. Diharapkan dengan kesadaran akan pentingnya fungsi PLTBg ini, timbul kesadaran untuk menjaga dan merawat PLTGB ini agar dapat berfungsi dengan baik.
''Perlunya kesadaran dari masyarakat untuk menjaga PLTBg ini tentunya akan berdampak terhadap meningkatnya kesadaran masyarakat dalam membayar tunggakan yang saat ini sudah mencapai 40 persen,'' jelasnya.(RB)
| Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…