Riau Book - Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno, AM.p disela -sela kegiatan yang digelar Pemerintahan Daerah (Pemda), berjanji akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui potensi dan sumberdaya alam. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan stabilitas pertumbuhan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Sebut Bupati, didalam memimpin dirinya juga berjanji untuk dapat mengambil nilai-nilai leluhurnya atas jasa para pejuang dengan mengisinya melalui pembangunan, pendidikan, kesehatan hingga kesejahteraan rakyat, sehingga terciptalah kabupaten Rohil yang pastinya tetap jaya kedepan dalam memberikan kesejahteraan rakyat.
"Saat ini, tentunya segala bakti kita kepada mereka yang terdahulu telah berjuang untuk membangun Rohil dan saya sendiri berjanji akan melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan mengisi perkembangan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. Untuk itu, atas nama Pemkab Rohil juga berjanji akan terus berupaya meraih cita-cita itu," sebut Suyatno.
Dikatakannya, tekad untuk mensejahterakan rakyat agar stabilitas pertumbuhan ekonomi terus dikembangkan tak lain demi generasi muda yang nantinya diharapkan bisa menjadi contoh untuk masa depan.
"Dalam mengisi berbagai pembangunan sangat perlu dukungan dari semua pihak. Untuk itu, perlunya kekompakan dari satuan perangkat pemerintah agar program yang akan mengembang daerah dapat berjalan lancar,"ujar Suyatno.
Tambahnya, dengan terus mengisi pembangunan daerah, dan tetap memberi perhatian kepada putra-putri bangsa, akan membuat Pemda Rohil kuat dan tegas untuk menentukan sikap demi kemajuan daerah, tentunya sikap positif demi rakyat sejahtera.
Perkebunan Mensejahterakan Rakyat
Menurut Bupati Rohil, Suyatno, perkebunan mempunyai kedudukan yang penting didalam pengembagan pertanian baik ditingkat nasional maupun regional, perkebunan dapat memberikan kesejahteraan rakyat. Adapun tanaman perkebunan yang merupakan tanaman perdagangan yang cukup potensi didaerah ini ialah kelapa sawit, karet dan kelapa.

Pada tahun 2013 luas areal perkebunan Rohil adalah 285.123,5 Hektare dengan produksi 10.898,5 ton CPO, 67.590,6 ton karet kering, 5.848,9 ton kopra, 4 ton kopi, 118 ton kaku dan 82,1 ton pinang.
Untuk memberikan kesejahteraan kepada pelaku pertanian Pemda Rohil melalui dinas terkait telah memberikan bantuan berupa bibit dengan program tersebut merupakan pencapaian perekonomian masyakat. "Tahun ini dan seterusnya kita akan tetap memberikan bantuan bibit kepada masyarakat, ini merupakan suatu program mensejahterakan masyarakat melalui potensi daerah perkebunan,"cetus Suyatno.
Pemberian bantuan diprioritaskan kepada desa yang daerahnya memiliki potensi areal kebun, bantuan juga diprioritaskan kepada warga petani yang pekebun agar lebih tepat sasaran.
Dalam pemberia bantuan terlebih dahulu dilakukan survei lokasi, areal dan potensi daerah. Artinya, bantuan bibit diberikan sesuai dengan daerah dan potensi daerah tersebut. Selain mendapatkan bantuan bibit pihak dinas juga telah memprogramkan untuk sejalan dengan memberikan bantuan obat pembasmi hama dan lain sebagainya.
Hal itu akan terus dilakukan dan pada tahun -tahun sebelumnya akan diupayakan lebih banyak lagi penerima dan yang pasti pemohon harus sesuai dengan kriteria dan prosedur.
"Mudah -mudahan dengan adanya bantuan yang diberikan Pemda melalui dinas terkait itu dapat menjadi cambuk sebagai motivasi bagi masyarakat petani daerah kita untuk terus bisa berkarya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak hanya untuk hari ini tapi terus kedepan,"jelas Suyatno.
Perikanan Pendapatan Rakyat
Demikian potensi perikanan, Rohil juga memiliki potensi yang menjanjikan dikelautan yaitu dibidang perikanan. Potensi perikanan dapat membentuk pendapatan perekonomian rakyat.

Dikatahui, Produksi perikanan Rohil pada dasarnya berasal dari perikanan laut. Pada tahun 2013 diketahui produksi perikanan tercatat sebanyak 47.511,81 ton dimana sebanyak 46.781 ton atau 98,46 persen merupakan hasil perikanan laut dan perikanan umum dan hanya 730,81 ton atau 1,54 persen hasil perikanan budidaya.
Jika dibandingkan dengan total produksi ikan pada tahun sebelumnya yang berjumlah 57.850 ton berarti produksi perikanan mengalami penurunan sebesar 17,87 persen.
Jelas Suyatno, Meski demikian dari cacatan produksi perikanan ditahun lalu mengalami penurutnan Pemda Rohil melalui Dinas terkait akan mengambil langkah untuk merencanakan dan menargetkan semua daerah yang ada Kabupaten mempunyai kegiatan budidaya ikan air tawar.
Kegiatan budidaya ikan tersebut dapat dipadu dengan sektor pendukung lainnya seperti pertanian tanaman pangan maupun peternakan.
Dengan mengembangkan rencana yang sudah diprogramkan tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah baik kepada masyarakat maupun daerah.
"Rencana kita memang seperti itu. Sekarang ini, kegiatan budidaya ikan air tawar yang dilakukan dikolam -kolam, kondisinya boleh dikatakan sudah hampir merata. Artinya, kegiatan budidaya ikan dikolam itu sudah dapat ditemukan di sejumlah kecamatan. Hanya saja, kondisi boleh dikatakan belum begitu banyak. Kita merencanakan dan menargetkan semua daerah atau kecamatan memiliki kegiatan budidaya ikan iar tawar,"jelas Suyatno.
Memang, tambah Suyatno, kegiatan budidaya ikan dikolam tersebut boleh dikatakan sudah mulai bermunculan.
"Berkaitan dengan kegiatan seperti ini, secara tidak langsung bisa membuka dan menciptakan peluang dan usaha baru. Salah satu diantaranya adalah pembuatan dan pengelolaan pakan ikan,"ujat Suyatno. Tambahnya lagi, dengan adanya peluang baru itu tentunya akan dapat memberikan kontribusi positif baik terhadap daerah maupun peningkatan pendapatan ekonomi masyarakaat,"kata Suyatno.(zmi/advertorial pemkab)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau




Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…