Asap Riau terparah Sepanjang Sejarah, Tangkap Pemilik RAPP dan Sinar Mas

Riau Book - Protes asap memuncak. Lebih 500 orang mahasiswa dan dosen muda di Riau pada Jumat (23/10/2015) turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa memprotes pemerintah yang lambat dalam menangani masalah kebakaran lahan gambut di Riau.

Dalam selebarannya, Forum Dosen Muda dan Mahasiswa Universitas Riau menuntut empat poin sebagai berikut;

1. Tangkap Sukanto Tanoto, pemilik Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Asian Nagri, Eka Tjipta Wijay, pemilik Sinar Mas Group, William Kook dan Martua Sitorus, pemilik Wilmar Group. Mereka adalah pemodal terbesar perusak hutan di Negeri Riau dengan dalih telah mendapatkan izin HTI dan HGU yang mengakibatkan bencaa asap yang terus terjadi.

2. Mendesak Gubernur Riau dan bupati untuk segera mencabut izin perusahaan HTI dan HGU yang terbukti lahannya dibakar maupun terbakar.

3. Mendesak Gubernur Riau dan seluruh bupati untuk tidak melakukan pembiaran terhadap rakyat yang sedang menghadapi bencana asap yang membahayakan nyawa mereka. Segera sediakan tempat-tempat steril seperti hotel sebagai tempat evakuasi balita dan anak-anak, dan segera sediakan 1 tabung oksigen untuk 1 rumah.

4. Mendesak Pemerintahan Jokowi-JK, jika tidak mampu atasi bencana asap Sumatera dan Kalimantan segera mundur dari jabatan.

Koordinator lapangan dalam aksi tersebut, Hendri Marhadi mengatakan, aksi protes dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang dianggap lemah dan lambat dalam bertindak.


asap

Jemput bantuan, Indonesia tak mampu

"Jika tegas, maka tidak akan terjadi atau terulang kebakaran lahan di Riau atau Sumatera," katanya.

Sementara itu, Dwi Ausiar, seorang demonstran kalangan mahasiswa menyatakan pemerintah harus berani menggugat perusahaan-perusahaan yang terbukti lalai dalam mengawasi lahan yang dipercayakan untuk dikelola.

"Jika tidak mampu, silahkan untuk turun dan kami butuhkan pemimpin yang lebih berani untuk menindak pelaku-pelaku kejahatan lingkungan yang telah menyengsarakan jutaan jiwa ini," katanya.

Sebelumnya dikabarkan PT Bumi Mekar Hijau (BMH), anak perusahaan Sinar Mas telah ditetapkan sebagai tersangka pembakar hutan dan lahan.

Perihal penetapan tersangka pembakaran hutan ini sempat dibenarkan oleh Kabareskrim Polri Komjen Anang Iskandar. Namun Kapolri beberapa waktu lalu justru membantah pernyataan anak buahnya itu.

Kemudian dikabarkan juga, selain ancaman sanksi pidana, PT BMH juga digugat perdata oleh Kementerian LHK dengan total tuntutan ganti rugi dan biaya pemulihan lingkungan sebesar Rp7 triliun. Persidangan berlangsung di Pengadilan Negeri Palembang

Sementara itu perusahaan penguasa hutan Riau lainnya adalah Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) APRIL Group. Dari laporan yang diterima, perusahaan ini juga memiliki sejumlah anak perusahaan yang diduga turut melakukan pembakaran lahan, bahkan pada kasus tahun-tahun sebelumnya.

asap

Hentikan siksaan asap ini

Hasil investigasi tim turut menemukan bukti-bukti bahwa kebakaran hutan yang terjadi di Riau dan sejumlah wilayah lainnya di Pulau Sumatera disebabkan ulah manusia.

Sejumlah sumber memaparkan, banyak warga desa seperti di Bengakalis, Meranti dan kabupaten lainnya di Riau kini telah kehilangan lahan perkebunan yang dikelola secara turun menurun selama puluhan tahun.

Kelompok masyarakat yang rata-rata warga kurang mampu tersebut mengakui menjual lahan milik mereka dengan harga murah ke korporasi yang bekerjasama dengan perusahaan besar seperti RAPP dan Sinar Mas.

Upaya pembersihan atas lahan-lahan tersebut kerap dilakukan dengan cara dibakar untuk menghemat anggaran.

Dampak Luar Biasa
asap
Ada korupsi dibalik kabut asap

Bencana kabut asap Riau telah terjadi sejak 18 tahun terakhir, dan memberikan dampak luar biasa bagi kehidupan masyarakat. Setiap tahun terjadi kebakaran lahan, mengakibatkan hampir seluruh daerah di Riau tercemar asap, ratusan ribu jiwa terancam kesehatannya.

Bencana asap setiap tahun juga mengakibatkan aktivitas pendidikan menjadi lumpuh, perekonomian terganggu. Namun sangat disayangkan, setiap tahun pula kalangan legislator setempat kerap tak acuh dengan bencana yang telah merugikan jutaan jiwa itu.

Bahkan tahun ini, ketika asap menjadi yang terparah disepanjang sejarah bencana kebakaran lahan, kalangan legislator Riau justru plesiran ke luar negeri. Beberapa kepala daerah sibuk untuk menggelar kampanye terselubung menjelang Pilkada Serentak yang akan dilaksanakan akhir tahun ini.

Menurut analisis data, jika dikalkulasikan korban asap Riau telah mencapai jutaan jiwa, mereka terserang berbagai penyakit seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), iritasi kulit, iritasi mata dan lainnya. Namun tidak ada data pasti, karena pemerintah baru serius melakukan pendataan korban asap hanya beberapa tahun terakhir.

Gejolak akibat bencana rutin tahunan ini sebenarnya juga telah berlangsung setaip tahun, namun protes besar-besaran baru terjadi di era kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sebagian pihak menyatakan ada unsur politik pada bencana asap tahun ini, makanya kemudian menjadi yang terparah sepanjang sejarah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Riau atau Sumatera.

asap

Hilang syur sama Jokowi

Dilihat dari latar belakannya, Jokowi dan Jusuf Kalla memang merupakan aktor politik yang berasal dari warga sipil, mereka adalah pengusaha. "Memimpin 240 juta rakyat Indonesia dengan berbagai karakter, budaya, pola berpikir, tingkat pendidikan, tingkat emosional, dan berbagai macam keyakinan yang dianut plus maraknya atheisme yang merajalela, yang jelas akan kelimpungan dan bukan bikin tambah maju malah tambah bikin runyam jika pemimpin dari kalangan sipil. Belum lagi pertentangan dari alat negara," kata S. Mawalu, praktisi.

Sejarah juga mencatat, beberapa kali negara ini dipimpin oleh kalangan sipil, dan selalu kandas di tengah perjalanan. Sebut saja Soekarno, Presiden pertama Indonesia ini lengser sebelum akhir jabatannya. Begitu juga BJ Habibi yang akhirnya menolak untuk maju sebagai calon presiden di era reformasi baru.

Sementara itu Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi presiden dari sipil yang fenomenal. Namun lengser dan digantikan Megawati Soekarnoputri.

Pada zaman Presiden kedua Soeharto hingga Megawati, sesungguhnya kebakaran hutan telah terjadi di berbagai wilayah tanah air, termasuk di Riau. Namun situasi panas politik sejak 1997 hingga masuk ke zaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengalahkan isu lingkungan yang membelenggu jutaan jiwa.

Terpaan bencana asap mulai terangkat saat kondisi panas politik nasional mampu teredam di era kepemimpinan SBY. Namun sepuluh tahun kepemimpinan alumni TNI tersebut, kondisi asap tidak terangkat secara luas.

"Sekarang era kepemimpinan sipil kembali terulang, Jokowi harus dipusingkan dengan bencana asap yang tak kunjung tuntas selama lebih 2 bulan. Ini ancaman politik yang serius," kata S. Mawalu.

Kerugian Dahsyat
asap

Pemerhati Lingkungan Hidup dan Kesehatan dari Universitas Riau, Tengku Ariful Amri, mengatakan, tidak dapat dipungkiri, kejadian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Provinsi Riau sejauh ini telah mendatangkan kerugian yang teramat dahsyat.

Kabut asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan tersebut, kata dia, memberikan tiga dampak negatif, yakni tercemarnya lingkungan, terganggunya kesehatan manusia dan melemahkan roda perekonomian bangsa.

Kerugian dahsyat lainnya menyentuh keanekaragaman hayati. Pada keanekaragaman hayati, menurut Amri, termasuk segala jenis binatang atau hewan yang hidup di dalam air, tanah dan hutan, seperti siput, cacing, ular, serangga dan berbagai jenis reptil lainnya.

Berbagai jenis fauna ini merupakan penyeimbang alam, dan jika kelestariannya terganggu, maka hewan-hewan ini secara individu akan melemah dan membuat alam dan lingkungan menjadi tidak lagi seimbang.

"Kondisi ini yang sebenarnya paling dikhawatirkan, karena hilangnya keanekaragaman hayati baik flora dan fauna adalah kerugian yang tidak ternilai harganya atau tidak bisa diukur dengan uang atau bentuk materi apapun," ucapnya.

Kembali kata Tengku Ariful Amri, kerugian lain yang diakibatkan peristiwa kebakaran hutan dan lahan penyulut munculnya kabut asap, yakni jatuhnya martabat bangsa di tataran internasional. Kondisi ini disebabkan tidak pernah terselesaikannya kasus-kasus kebakaran hutan dan lahan di tanah air.

Dari catatan dan evalusasi sejarah bangsa ini, kata Amri, sejak Juni 2007 hingga saat ini, pemerintah tidak pernah menyelesaikan atau menuntaskan kasus-kasus kebakaran hutan dan lahan di tanah air.

"Kondisi ini menggambarkan lemahnya pemerintah dalam melindungi negara pada aspek lingkungan hidup, khususnya pada kasus kebakaran hutan yang rutin terjadi di sebagian besar wilayah tanah air," katanya

Kondisi ini menurut Amri sangat disayangkan, mengingat sejumlah negara lain yang sebelumnya juga rawan kebakaran hutan dan lahan seperti Malaysia, Thailand, bahkan sejumlah negara di Eropa dan Afrika, terbukti telah mampu meminimalisir kebakaran bencana yang dominan disebabkan oleh kurangnya kepedulian manusia ini.

"Bagaimana pun, negara-negara asing akan memandang Indonesia sebagai negara dengan tingkat kelalaian tertinggi serta kondisi hukum yang lemah," katanya.

asap

Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Henri Alfiandi bersama prajurit Yonko 462 Paskhas "Pulanggeni" sedang memadamkan api di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau bebepara waktu lalu.

Jika kondisi ini tidak diubah, kata Amri, maka dikhawatirkan bangsa ini akan mengalami krisis globalisasi yang menyangkut segala sektor, yakni lingkungan, kesehatan dan hukum.

Kondisi itu kemudian menurutnya juga akan menempatkan Indonesia sebagain negara tertinggal di dunia yang secara tidak langsung akan mempengaruhi derajat martabat bangsa ini.

Salah satu upaya tegas adalah strategi untuk menjaga keutuhan lingkungan dan memulihkan harkat dan martabat bangsa ini yang terperosok selama 18 tahun akibat pembakaran lahan gambut.

Pemerintah juga diminta untuk melakukan penelusuran, atau menarik kebelakang persoalan kebakaran lahan sepanjang 18 tahun terakhir untuk kemudian memetakan sejumlah perusahaan yang terlibat, selaku pemilik lahan bekas terbakar yang kini telah ditanami sawit dan beralih fungsi menjadi hutan tanaman industri, akasia.

Perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat tersebut yang kemudian diminta untuk menganti rugi kerusakan hutan dan lingkungan dan membayar santunan bagi korban asap saat ini. (RB)

Ikuti berita terhangat dari kami setiap waktu dengan "Like" ke link RiauBook

foto

Terkait

Foto

Kejutan, Pasien RSUD Bagansiapiapi Dapat Hadiah Uang Langsung dari Bupati

Riau Book - Bupati Kabupaten Rokan HIlir (Rohil), Riau, Suyatno, tiba-tiba datang keRumah Sakit Umum (RSUD) dr Pratomo Bagansiapiapi dan…

Foto

Parahnya Kemacetan Jakarta, Pejabat Bengkalis Terpaksa Naik Ojek

Riau Book - Siapa yang tidak kenal dengan Jakarta, kota yang masuk nominasi sebagai ibu kota negara di dunia dengan…

Foto

Jefry Noer Jadi Koki, Mie Instant Dibuat dari Energi Kotoran Sapi, Legislator Siak Terkesan

Riau Book - Siapa yang tidak kenal dengan Jefry Noer, dia adalah Bupati Kabupaten Kampar, Riau, yang fenomenal. Gaya kepemimpinan…

Foto

Pak Presiden, Kalau Tak Bisa Padamkan Asap, Jatuhkan Saja Nuklir di Kota Kami

Riau Book - "Pak Presiden... Kalau tak bisa padamkan asap, jatuhkan saja bom nuklir di kota kami, agar kami mati…

Foto

Kejadian Langka, Warga Amerika Ketahuan Mencuri di Pekanbaru Dikeroyok Warga

Riau Book - Kasus pencurian memang marak terjadi di Ibu Kota Riau, Pekanbaru. Namun kali ini pelakunya adalah Russel Vrey…

Foto

Tidak Mau Celaka! Bupati Bengkalis Minta Warganya Nyalakan Lampu Kendaraan

Riau Book - Kabut asap di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau saat ini dilaporkan masih pekat hingga membatasi jarak pandang pengendara.…

Foto

Ajari Anak Bela Diri Hindari Penculikan

Riau Book - Dilaporkan saat ini di berbagai wilayah tanah air mulai marak kasus penculikan. Salah stau kiat untuk mengantisipasinya…

Foto

Berdiam Diri, Pakai Masker Bawa Poster Tolong Evakuasi Korban Asap

Riau Book - Serikat Pemuda Riau (SPR) menggelar aksi protes dengan berdiam diri sambil membawa poster di depan Kantor Gubernur…

Foto

Sering Hirup Asap Bocah Pekanbaru Kejang-kejang dan Akhirnya Meninggal

Riau Book - Nasib malang dialami Ramadhani Luthfi Aerli, seorang anak berusia sembilan tahun yang meninggal dunia diduga menjadi korban…

Foto

Tragedi Beruntun Tewaskan 2.110 Jemaah Haji

Riau Book - Menjadi catatan terburuk bagi dunia, khususnya Pemerintah Arab saudi. Dilaporkan total korban tragedi Mina bulan lalu mencapai…

Foto

Tangis Derita Rakyat Riau, Asap Bunuh Bayi, Kami Rindu Sekolah

Riau Book - Beberapa anak-anak dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Riau Melawan Asap menyampaikan tuntutan mereka terkait bencana asap…

Foto

Jokowi Gagal, Baru Kali ini Ramai-ramai Demonstrasi di Dalam Gedung DPRD Riau

Riau Book - Ratusan mahasiswa Universitas Riau (UR) melakukan aksi unjuk rasa di ruang rapat Kantor DPRD Riau, Selasa (20/10/2015).…

Foto

Pak Mandor di Rohul Dirampok, Selamat Setelah Pura-pura Mati

Riau Book - Peristiwa perampokan menimpa seorang warga Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Uang sebanyak Rp…

Foto

Orang Mati Kirim Pesan Whatsapp, Kok bisa...

Riau Book - Kejadian aneh menggegerkan warga Malaysia. Sebuah pesan dalam sebuah grup Whatsapp bikin geger. Pasalnya pesan ini datang…

Foto

Oknum Polisi Rohul Tembak Isteri Hingga Tewas, Ditugaskan Jaga Bank Malah Kabur

Riau Book - Peristiwa miris kembali mencoreng kepolisian. Kali ini dilaporkan seorang polisi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, diduga…

Foto

Alamak, Atok Belum Vonis, Andi Rachman Dituding Sudah KKN, Ini Foto-fotonya

Riau Book - Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Riau (Gempar) melakukak aksi unjuk di Jalan Jenderal Sudirman…

Foto

Di Bengkalis Tertumpuk Kebakaran Lahan, Udara Berbahaya

Riau Book - Pihak Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis, Riau, Arman AA mengutarakan setidaknya terdapat 4 titik di Desa…

Foto

Waduh, Dua Polisi Pekanbaru Dihajar Massa Karena Mencuri Motor

Riau Book - Aparat Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Riau mengamankan dua oknum anggota Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Riau yang…

Foto

Saimbara! Siapa Saja Berhasil Tangkap Buronan ini Dapat Rp50,6 Miliar

Riau Book - El Chapo atau Si Pendek, merupakan julukan bagi Pemimpin Kartel Sinaloa, Joaquin Guzman. Dia adalah buronan narkoba…

Foto

Dini hari, Markas Brimob Riau Terbakar

Riau Book - Dilaporkan sebanyak empat unit asrama Markas Komando Brigade Mobil Kepolisian Daerah Riau yang berada di Jalan Durian…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan