RIAUBOOK.COM - Kemenangan Emmanuel Macron dalam pemilihan Presiden Perancis tak terlepas dari peran penting umat muslim di Perancis. Pasalnya, dari seluruh umat muslim di Negeri Anggur, setengah di antaranya memiliki identitas sekuler dan menyatakan dukungan terhadap Emmanuel Macron.
Seperti dikutip dari cnn, Macron telah mendeklarasikan dirinya merupakan orang yang pro terhadap imigran dan memiliki pandangan tersendiri terhadap umat Islam selama masa kampanye.
Pernyataan ini jelas berbeda dengan rivalnya, Marine Le Pen dari Partai Front Nasional yang terkesan membenci kaum minoritas. Le Pen telah menganjurkan untuk menghentikan para imigran di mana sebagian besar pesertanya berasal dari negara-negara muslim.
Selama ini, penduduk muslim yang berimigrasi sering mengalami diskriminasi sehingga mereka merasakan kekhawatiran. Dalam beberapa kesempatan, Le Pen sempat mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait Islam. Dia mengatakan tentang penyelidikan terhadap masjid, menyerang para teknokrat di Brussels dan imigran. Secara keseluruhan, Le Pen menyatakan orang Prancis harus menguasai Prancis.
"Jangan lagi ada ketakutan di rumah kita sendiri. Prancis untuk orang Prancis," katanya, seperti dilansir dari laman the Nation, Selasa (9/5/2017).
Pernyataan tersebut dinilai menganggap muslim di Prancis dan warga negara lain seperti dari Afrika dan Asia bukan orang Prancis. Hal itulah yang membuatnya kurang mendapat simpati dari rakyat Prancis.
Di Prancis, ada sekitar lima sampai enam juta muslim yang mana dua persen di antaranya memiliki hak pilih sebagai warga negara. Komposisi tersebut memang tidak sebanding, namun setidaknya jumlah mereka cukup menyumbang perbedaan. Hal itulah yang juga dialami Presiden Francois Hollande. Pada pemilu 2012 lalu Hollande mendapatkan suara dari 86 persen penduduk muslim karena berhasil merebut perhatian umat Islam.
Kendati demikian, tokoh intelektual dan filsuf terkemuka di Prancis yang merupakan warga negara Swiss, Tariq Ramadhan, meminta agar umat muslim bertindak netral dalam pemilu dan tidak terlalu menaruh banyak harapan. Pasalnya, banyak sekali kandidat yang menjanjikan penghapusan Islamofobia di negaranya namun rupanya menusuk dari belakang, seperti Hollande.
Sebaliknya, banyak juga imam-imam muslim yang menganjurkan agar umat muslim di Prancis ikut berpartisipasi sebagai pemilih dalam pemungutan suara agar bisa mengubah nasib. Sebagai tambahan, Serikat Organisasi Islam Prancis (UOIF) yang konservatif secara gencar mengingatkan agar warga muslim menyingkirkan pemimpin dari sayap kanan.
"Kita harus melindungi Prancis dari bahaya kaum ekstremisme sayap kanan," kata pemimpin organisasi tersebut, Amar Lasfar. (mdk/cnn)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…