Ilustrasi Dokter

Selasa, 16 Mei 2017 - 05:36 WIB 2650000

Di Negara ini, Seorang Dokter Harus Punya Kemampuan Bela Diri

Share ke BBM

RIAUBOOK.com - Profesi dokter merupakan profesi yang mulia dan mendapat tempat khusus di tengah masyarakat. Jadi tak mengherankan jika banyak anak yang memiliki cita-cita untuk menjadi dokter.

Memiliki sebuah profesi yang dihormati serta gaji per bulan yang di atas rata-rata profesi lainnya. Namun, ternyata kondisi ini tak sama dengan di India.

Dikutip dari Media Indonesia, Selasa (16/5/2017), profesi dokter justu memiliki resiko yang amat besar. Seperti yang pernah dialami dokter junior Rohith Kumar.

Kejadian naas terjadi ketika Kumar menangani perempuan yang menderita gagal ginjal. Karena penyakitnya sudah sangat kronis, pasien yang ditangani dokter Kumar itu tak bisa disembuhkan dan akhirnya meninggal.

Apa yang terjadi setelah pasien ginjal kronis itu meninggal? Lima belas orang dari kerabat pasien yang meninggal datang bergerombol dan mengamuk. Tak sebatas itu, kerabat pasien pun memukuli dokter Kumar.

"India memiliki proporsi penduduk yang sangat besar dan akses pelayanan kesehatan sangat sulit," ucap Vivekanand Jha, Direktur Eksekutif George Institute for Global Health yang bermarkas di Kota New Delhi, India, pekan lalu.

Biaya pelayanan kesehatan di India pun tergolong sangat mahal dan sulit terjangkau bagi sebagian masyarakat India.

Pasien dan keluarga pasien pun harus mengeluarkan uang tak sedikit. Besarnya biaya ini membuat mereka pun menuntut dokter harus dapat menyembuhkan pasiennya.

Menurut jurnal kesehatan Lancet, laporan studi 2016 di sebuah rumah sakit di New Delhi, sebanyak 40 persen dari total dokter pernah menjadi korban kekerasan oleh pasien dan keluarga pesien.

Pekan lalu, Asosiasi Medis India (IMA) mengatakan 75 persen dokter telah menjadi korban secara fisik dan verbal selama melayani pasien. Aksi kekerasan terhadap perawat dan staf medis lainnya juga terjadi tetapi jumlah kasusnya lebih sedikit.

Sayangnya, pemerintah India belum mengambil langkah untuk melindungi para dokter.

"Tindakan preventif lebih baik daripada tindakan kuratif. Jika pemerintah tidak memberi perlindungan keamanan yang memadai, Anda harus mengambil tindakan yang bisa melindungi nyawa atau tubuh Anda," ujar Gurjar.

Untuk melindungi diri dari amukan keluarga pasien, 1.500 dokter yang tergabung dalam All India Institute of Medical Sciences (Aiims) di Kota Delhi mendapat pelatihan seni bela diri taekwondo sejak Minggu (15/5/2017) lalu.

Para dokter tersebut akan berlatih taekwondo setiap sore di sebuah ruang kebugaran rumah sakit. Dengan memiliki kemampuan bela diri, para dokter tidak lagi menjadi korban kekerasan pasien atau keluarga pasien yang kecewa. (gdrn/mi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Anak-anak Pelalawan Harus Sehat, Caranya?

Sabtu, 13 Mei 2017 - 00:24 WIB

Ada Makhluk Mengerikan di Wajah Anda, Coba Lihat

Senin, 08 Mei 2017 - 14:46 WIB

Kenali, Bahaya Obat Nyamuk bagi Kesehatan Anak

Kamis, 04 Mei 2017 - 18:52 WIB

Penyebab Sakit Gondongan dan Penyembuhannya

Minggu, 30 April 2017 - 13:21 WIB

Awas, Olahraga Justru Bakal Sakit Jika Seperti Ini

Jumat, 28 April 2017 - 17:46 WIB

Cari Judul Berita







Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize