RIAUBOOK.COM - Enam negara di Timur Tengah yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, Yaman, Libya sepakat memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Pasalnya, Qatar dituduh mendukung gerakan terorisme dan menyebabkan destabilisasi kawasan.
"Pemerintah Republik Mesir memutuskan untuk mengakhiri hubungan diplomatik dengan Qatar karena permusuhan yang terus menerus terjadi antara otoritas Qatar dan Mesir," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Mesir, seperti dilansir dari laman Rusia Today, Senin (5/6/2017).
Peristiwa mengejutkan ini menyusul tudingan terhadap Emir Qatar Sheikh Tamim Bin-Hamad yang dikatakan menentang keputusan Negara Teluk dan Amerika Serikat dalam melawan Iran.
Dia juga dituduh mengatakan Hamas, Hizbullah, dan Ikhwanul Muslimin bukan organisasi teroris tapi gerakan perlawanan serta menyebut Hamas satu-satunya organisasi yang mewakili rakyat Palestina.
Sementara itu, pemerintah Qatar menyangkal tuduhan tersebut. Menurut negara yang kaya akan gas alam tersebut, tuduhan itu tidak beralasan dan tidak adil. Meskipun merupakan salah satu negara terkaya di dunia, namun Qatar sangat bergantung pada impor pangan.
Data Bank Dunia menunjukkan, Qatar mengimpor bahan-bahan pangan senilai 1 miliar dollar AS pada tahun 2015 lalu. Adapun sepertiga dari bahan pangan impor tersebut berasal dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Namun, kini Arab Saudi, UEA dan Bahrain sudah menutup perbatasannya dengan Qatar, baik darat, laut, maupun udara. Sementara itu, Uni Emirat Arab sudah menutup bandara dan pelabuhannya untuk semua penerbangan dan pelayaran dari dan ke Qatar.
Saudi memberi waktu selambatnya 14 hari bagi warga Qatar untuk segera angkat kaki dari negaranya. Tak hanya itu Qatar juga dikeluarkan dari pasukan koalisi dalam perang di Yaman.
Dengan kondisi tersebut, maka impor pangan ke Qatar dipastikan bakal terganggu. "Ketahanan pangan adalah isu besar di Qatar. Jadi, penutupan perlintasan udara dan darat memiliki implikasi bagi rantai pasok pangan," ujar Adel Abdel Ghafar dari Brookings Doha Center.
Ghafar menuturkan, pasar swalayan lokal di Qatar lebih sibuk dibandingkan biasanya pada Senin ini. Beberapa rak produk tampak kosong, termasuk di seksi susu dan produk ternak. Beberapa warga mengunggah foto-foto di media sosial yang menunjukkan toko yang penuh.
Jika pasokan pangan dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab terhenti, maka mau tidak mau Qatar harus mencari sumber lain.
Adapun Iran dikabarkan bersiap untuk mengirimkan bahan pangan ke Qatar melalui tiga pelabuhannya di bagian selatan dalam waktu 12 jam. Hal ini diwartakan kantor berita Iran Fars.
Keinginan Qatar untuk bekerja sama dengan Iran adalah salah satu penyebab ketegangan dengan negara-negara Arab lainnya.
Kedua negara berbagi ladang gas bumi terbesar di dunia, Pars Selatan. Dengan cadangan gas bumi sebesar 1.800 triliun kubik, Qatar menjadi eksportir utama LNG (liquified naturan gas). Karenanya, ekonomi Qatar pun melesat tinggi. (kcm)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…