RIAUBOOK.COM
- Camat Merbau Wan Fakhriarmi berharap Pemerintah Kabupaten, maupun Pemerintah Provinsi bahkan pusat agar dapat membuat regulasi perlindungan terhadap keberadaan berbagai jenis hewan liar yang kian terancam punah, seperti Kancil, Rusa dan lain sebagainya, yang saat ini masih bisa ditemukan di hutan yang ada di Pulau Padang, Kecamatan Merbau maupun Kecamatan Tasikputri Puyu, Meranti, Provinsi Riau.
Mengingat populasi hewan tersebut kian menurun, sangat diharapkan ada aturan yang tegas dari pemerintah, sehingga perburuan yang hingga kini masih dilakukan masyarakat, bisa dihentikan secara perlahan.
Untuk mendukung program penyelamatan hewan langka di Kepulauan Meranti tersebut, selain menerbitkan aturan hukumnya, pemerintah juga menetapkan kawasan hutan sebagai kawasan budidaya yang tidak bisa sembarangan orang memasukinya.
Sekaligus juga pembuatan pagar keliling di kawasan yang ditentukan tersebut. Sehingga keberadaan atau keselamatan hewan tersebut bisa terjamin.
Terutama kawasan hutan alam yang tidak mudah dimasuki oleh masyarakat seperti hutan yang ada di sekitar perusahaan PT EMP yang beroperasi di Kecamatan Merbau.
"Kita yakin jika ada komitmen pemerintah kabupaten dan didukung oleh pemerintah provinsi, maka penyelamatan berbagai hewan liar yang saat ini sudah semakin langka akan bisa dilakukan," ungkap Wan Fakhriarmi di Selatpanjang, Jumat (09/06/2017).
Wan mengakui, sejauh ini pihaknya memang sudah mulai memberikan pemahaman kepada masyarakat yang kerap melakukan perburuan terhadap hewan liar tersebut.
Dengan harapan mereka kedepannya tidak lagi memburu hewan itu dan membiarkannya bekembang biak sebagaimana mestinya.
"Tapi namanya masyarakat apalagi komunitas Suku Akit yang memang umumnya masih berada di pedalaman, tidak begitu mehami tujuan yang kita paparkan. Tapi jika ada aturan hukum yang nyata, nantinya bisa sosialisasinya semakin digalakkan," tambah Wan.
Rencana melestarikan hewan liar menurut Camat Wan tersebut juga sudah dipikirkan oleh perusahaan migas yakni EMP (Energi Mega Persada) yang berkantor di Pedas Kelurahan Belitung itu.
Menurut Camat, kesamaan visi antara pemerintah kecamatan dengan pihak perusahaan menjadi modal awal untuk mewujudkan harapan mulia tersebut.
Sehingga lima atau sepuluh tahun ke depan, harapan itu bisa terlaksana, sehingga generasi muda kita dimasa datang masih bisa menyaksikan di alam terbuka hewan yang sudah menjadi langka tersebut.
"Rencana ini akan kita perjuangkan, kalau perlu harus sampai ke pemerintah pusat. Sehingga daerah nantinya mendapatkan dukungan dana dari pusat atau provinsi untuk mewujudkan hal itu," tutup Wan. (RB/jos)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…