Kisah Inspiratif Guru Talang Mamak, Tinggalkan Keluarga Hadapi Buasnya Harimau

Riau Book - Bertugas di daerah yang terkucilkan, tentunya tidak semua orang bersedia melakukannya. Apalagi dengan status yang tidak tetap dan menerima pendapatan yang terkadang tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Belum lagi anak dan istri yang terpaksa ditinggalkan, dan bahkan terancam nyawa akibat hutan belantara dihuni harimau buas.

Inilah yang dijalani oleh Mulyadi Ssos, salah seorang Guru Bantu Provinsi pada sekolah marginal bagi anak-anak Talang Mamak yang ada di Dusun Sahdan, Desa Rantau Langsat Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Sudah 7 tahun sejak 2007, pria kelahiran 9 November 1972 ini bertugas di daerah yang bisa dibilang terkucilkan itu. Sementara keluarganya berada 200 km dari tempatnya bertugas tersebut.

Mulyadi

Mulyadi bersama keluarga di rumahnya yang sederhana.


Pemerintah memang mencanangkan kalau pendidikan harus merata di semua lapisan masyarakat. Karenanya, berbagai upaya dilakukan pemerintah agar visi itu bisa terwujud. Untuk menjangkau daerah-daerah jauh dari pusat pelayanan pendidikan pemerintah mendirikan sarana sekolah dan kelompok-kelompok belajar marginal, dari kota hingga ke desa.

Namun sayangnya, pemerintah seperti tidak begitu serius melakukannya, buktinya, sarana dan prasarana sekolah yang disediakan tersebut, terkadang tidak layak ditempati oleh anak-anak, bahkan bisa dibilang sangat jauh dari kelayakan.

Ironisnya lagi, sang pahlawan tanpa tanda jasa yang ditugaskan di sekolah tersebut, mendapatkan haknya tidak sesuai dengan perjuangan yang dilakukannya.

"Diawal saya mendapatkan SK dahulunya di tahun 2007 saat sekolah tersebut berdiri, honor yang saya terima sekitar Rp800.000, namun sekarang sudah menjadi Rp1.250.000, itupun diterima per tiga bulan, terkadangpun lebih," ungkap Mulyadi.

Dikatakannya, untuk menuju sekolah SD marginal 004 Rantau Langsat tersebut, dari rumahnya di perumahan transmigrasi Desa Sibabat, Kecamatan Seberida, harus menempuh jarak yang cukup jauh, karena memang tidak memungkinkan untuk membawa istri dan tiga orang anaknya yang masih kecil-kecil ke tempat pengabdiannya tersebut.

Dari rumahnya, Mulydi menggunakan sepeda motor menuju Desa Rantau Langsat dengan jarak tempuh lebih kurang 2 jam perjalanan. Dari desa induk tersebut, menuju ke Dusun Datai, harus menggunakan sampan mesin dengan ongkos Rp80.000. itupun hanya bisa dilewati jika musim hujan, karena air pasang. Jika musim kemarau, sampan tidak bisa digunakan karena kandas. Terpaksa suami dari Nur Setyawati (36) ini harus menempuh perjalanan menuju dusun Sahdan dengan jalan kaki, menempuh lebatnya hutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) selama dua hari perjalanan.

Menurutnya, hutan tersebut perlintasan dari Harimau Sumatera. Mau tak mau bahaya itupun harus ditempuh, bahkan tentunya harus menginap pada malam harinya di tengah hutan tersebut, karena tidak mungkin perjalanan dilakukan juga pada malam hari. Meskippun perjalanan selalu dilakukan berdua, tapi tentunya tetap berbahaya, karena tidak ada sinyal HP atau lainnya, yang bisa memberikan informasi keluar jika terjadi sesuatu.

harimau

Harimau Sumatera (net)


Diakui Mulyadi, dirinya selalu keluar dari dusun, jika persediaan makanannya sudah habis. Saat sampai dirumahnya, ia harus mencari tambahan uang dengan menakik karet orang di kampungnya, agar dapat tambahan membeli persediaan yang akan dibawa ke tempat tugas.

"Sempat memang terpikir oleh saya, untuk tidak mengajar lagi disana, namun rasanya tidak mungkin, karena bagaimana nasib anak-anak tersebut, jika tidak ada lagi yang mengajar mereka yang masih lugu dan buta informasi. Tentunya kebodohan akan selalu menggerogoti mereka, tegasnya.

Meskipun seorang guru, ternyata Mulyadi juga ikut menjaga kelestarian hutan TNBT tersebut. Mulyadi, ikut mencegah kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia, termasuk dari masyarakat Talang itu sendiri, melalui pendidikan yang ia berikan.

Sesampainya di dusun Sahdan, bukan tanpa masalah. Betapa tidak, anak-anak pedalaman yang dihadapinya sulit sekali untuk diajak sekolah, karena memang motifasi dan keinginan dari orang tua mereka tidak ada sama sekali. Sehingga Mulyadi harus mengajar rangkap, selain mengajar murid, juga harus memberikan pengertian kepada orang tua siswanya, akan pentingnya sebuah pendidikan. Terkadangpun, sering Mulyadi harus menjemput siswanya untuk ke sekolah, padahal jarak antara sekolah dan rumah siswa, adanya yang harus menempuh penjalanan 1-2 jam, dengan melewati sungai-sungai kecil dan hutan.

Mulyadi hanya bisa berharap setelah ini ada penggantinya dan diharapkannya, pengganti tersebut berasal dari mantan murid-muridnya,yang sudah ada bersekolah di SMP di pusat kecamatan dan bahkan sudah ada yang mengejam pendidikan di pesantren di pulau Jawa. "Saya berharap mereka setelah selesai sekolah, akan mau mengabdi untuk kampung halaman mereka, harap Mulyadi.

Ayah dari Aminatussakhan (6), M Yusuf (3,5) dan Amirah (2), mangakui, setelah tamat dari SD, mereka banyak yang putus sekolah, karena memang banyak yang tidak memiliki biaya untuk melanjutkannya. Mereka harus ke ibukota kecamatan bersekolah, sementara disana mereka tidak memiliki keluarga, tentunya harus kos, belum lagi biaya sekolah yang cukup mahal, bagi mereka.

Pekerjaan yang penuh tantangan itu, harus dilalui oleh Mulyadi. Namun sayang, sudahlah bertugas di sekolah dan daerah marginal dengan status guru Huni, Mulyadi juga tidak pernah mendapatkan informasi tentang adanya penerimaan PNS dari jalur K1 dan K2, sehingga jadilah status guru marginal di daerah marginal tetap harus disandangnya

"Saya hanya bisa berharap, adanya perhatian. Tidak pada diri saya saja, tapi pada anak-anak di daerah yang terkucilkan tersebut, apakah mereka hanya akan seperti itu terus, atau ada solusi lain dari pemerintah, agar mereka dapat bersekolah dengan layak, tutur pria yng rambutnya sudah tampak memutih ini.

Diakuinya, ada rasa sedih jika memang harus meninggalkan mereka. Kekeluargaan mereka sangatlah kuat. Saat keluar untuk pulang ke rumah, selalu mendapatkan bekal dari mereka, seperti ubi dan hasil pertanian dan hutan lainnya. (MC Riau)

IKUTI KABAR HOT DARI KAMI DENGAN DOWNLOAD APLIKASI BERIKUT, GRATIS

foto

Terkait

Foto

Jefry Noer: Almarhum Yuzamri Yakup Baik Hati, Nggak Diberi Jabatan Juga Sabar

Riau Book - Bupati Kampar, Riau, Jefry Noer menyatakan Almarhum Yuzamri Yakup adalah sosok pria baik hati dan patut menjadi…

Foto

Kejujuran Bung Hatta, Menulari Pensiunan Polisi yang Menolak Naik Haji Pakai Uang Negara

Riau Book - Kisah kejujuran, seperti yang dilakukan Bung Hatta, rasanya sudah jadi barang langka hari-hari ini. Terutama mereka yang…

Foto

Adakah Pemimpin Sejujur Bung Hatta? Kembalikan Uang Negara Sisa Perawatan Kesehatan

Riau Book - Kisah yang patut menjadi inpirasi bagi Anda. Bung Hatta, demi negara dia bahkan mengembalikan uang negara sisa…

Foto

Kesaktian Pancasila, Personel Lanud Roesmin Nurjadin dan Yonko 462 Paskhas Naik Pangkat

Riau Book - Tepat dalam rangka Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Personel Lanud Roesmin Nurjadin dan Yonko 462 Paskhas mendapatkan kenaikan…

Foto

Contoh Kejujuran Sopir Taksi ini, Dia Kembalikan Rp920 Juta Milik Penumpang

Riau Book - Sopir taksi satu ini wajib menjadi panutan bagi pihak banyak orang. Namanya Ariful Karim, 48 tahun. Tadinya…

Foto

Benarkah? Bengong dan Suka Ngelamun Ciri-ciri Orang itu Bakal Bunuh Diri

Riau Book - Untuk doketahui, bahwa bunuh diri bukan tindakan yang terjadi secara spontan. Ada berbagai masalah yang kompleks sehingga…

Foto

Walah, Pramugari di Pesawat ini Sadis, Jadilah Maskapai Terburuk di Dunia

Riau Book - Air Koryo, Maskapai penerbangan Korea Utara, mendapatkan peringkat terburuk di dunia selama empat tahun berturut-turut. Peringkat tersebut…

Foto

Wanita Ini Menangkan Berbagai Medali Diusia 90 Tahun

Riau Book - Wajub untuk diketahui. Bahwa memang tak ada ruginya meluangkan waktu secara rutin untuk berolahraga. Kebiasaan baik itu…

Foto

Ini Nama-nama Pejabat Eselon III Yang Dilantik Plt Gubernur Riau

Riau Book - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman sebelumnya telah melantik puluhan pejabat eselon III. Berikut nama-nama pejabat…

Foto

Wow... Andi Rachman Mutasi Besar-besaran, Giliran 62 Pejabat Eselon III dan IV Riau

Riau Book - Pihak Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman melantik 62 pejabat Pimpinan Tinggi Administrator (eselon III) dan…

Foto

Mengapa Wanita Selalu Makeup? Ini Fakta Uniknya

Riau Book - Hemm.... Wanita dan makeup, menjadi dua hal yang rasanya sulit untuk dipisahkan. Mengenakan riasan membuat wanita merasa…

Foto

Wah! 25 Paket Proyek Senilai Rp46 Miliar Dumai Dimulai

Riau Book - Panitia pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kota Dumai, Riau, menyatakan, sebanyak 25 paket kegiatan proyek senilai Rp17,277…

Foto

Lirik, Dua Wanita Lajang Ini Jadi Pebisnis Kaya

Riau Book - Kebanyakan wanita sekarang memiliki kesempatan yang amat luas untuk mengembangkan diri sesuai minat dan bakat. Kini, para…

Foto

Ahok Tidak Takut Diadukan ke DPR

Riau Book - Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta, mengaku tidak takut warga Kampung Pulo mengadu pada DPR…

Foto

Kata Ahok, Pejabat Jangan Mau Jadi Mesin ATM Oknum LSM

Riau Book - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Gubernur DKI Jakarta, mengimbau para pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk…

Foto

Ahmad Dhani Berkicau Tantang Ahok

Riau Book - Ahmad Dhani Prasetyo, musisi nasional, menantang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menuntaskan permasalahan kemacetan di tol…

Foto

Ini Ciri Parfum Berkualitas

Riau Book - Parfum, selain mampu membangkitkan kepercayaan diri,selama ini juga dianggap sebagai simbol status dan juga mewakili karakter seorang…

Foto

Wah, Di Riau Produk Industri Kecil Belum SNI

Riau Book - Sangat disayangkan, di Riau sejauh ini belum memiliki produk-produk dari sektor Indusri Kecil dan Menengah (IKM), yang…

Foto

Tidak Perlu ke China Beli Herbal, Malaysia Buat Pabriknya di Kampar

Riau Book - Pihak Pemerintah Malaysia melalui Malaysian Technology Development Corporation (MTDC) merekomendasikan perusahaan herbal binaannya yakni Bio Alpha untuk…

Foto

Ini Rumah Tempat Presiden Soekarno Dilahirkan, Sangat Sederhana

RiauBook - Tanggal 6 Juni 2011, sebuah rumah sederhana di Jalan Peneleh, Surabaya, dinyatakan oleh Pemerintah Kota Surabaya sebagai rumah…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan