Geliat industri sagu di Meranti.

Sabtu, 17 Juni 2017 - 22:51 WIB 950000

Investor Lirik Industri Hilir Sagu di Meranti

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM- Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki alam yang sangat cocok dengan budidaya tanaman sagu. Sehingga tanaman sagu di Meranti hingga saat ini menjadi tanaman primadona hasil bumi.

Sejauh ini, produksi sagu dari Meranti umumnya masih diekspor keluar daerah seperti ke Cirebon Jawa Tengah. Sagu yang dibawa tersebut umunnya masih berupa tepung bahkan ada juga sagu basah yang dibawa keluar.

Intinya, produksi sagu tersebut sejauh ini masih berkutat pada bagian hulunya saja. Sedangkan di hilirnya sejauh ini masih berkutat pada bagian hulunya saja. Sedangkan di hilirnya paling yang bisa dilakukan masyarakat hanya membuat makanan seperti mie sagu, mie sohun yang umumnya dikerjakan secara kecil-kecilan atau kelas rumahan saja.

Awi, salah seorang pemilik kebun sagu dan juga pemilik kilang sagu di Meranti, mengaku pendapat dari hasil kebun tersebut hanya begitu-begitu saja. Artinya setiap tahun nyaris tidak ada peningkatan harga, bahkan belakangan harga tual sagu itu menjadi melorot,"aku Awi.

Menurut dia, salah satu upaya menaikkan nilai jual bahan baku tersebut harus dilakukan dengan pembangunan industri hilir.

Dengan hadirnya industri hilir tersebut, pertama akan dapat menampung tenaga kerja lokal. Kemudian tentu saja harga satuan tepung atau tual sagu itu akan meningkat.

Hal itu akan menggairahkan pertumbuhan ekonomi secara makro. Disisi lain bagi pengusa kilang sagu atau pemilik kebun sagu akan lebih semangat lagi untuk terus mengembangkan tanaman sagu tersebut.

Untuk itu juga diharapkan kepada investor dari luar daerah hendaknya melirik investasi di bidang persaguan ini, sebab akan jauh lebih untuk berinvestasi di kebun sagu dari pada kebun sawit. Sagu menurut Awi hanya butuh modal awal hingga 5 tahun tanam.

Selebihnya tanaman sagu akan berkembang sendiri dan hebatnya hampir tidak akan ada pemupukan ataupun perawatan. Sehingga ada anggapan orang bahwa berkebun tanaman sagu dibilang tanaman dewa. Sebab investasinya hanya sekali saja, dan hasilnya akan diperoleh secara terus menerus bahkan hingga ke generasi ke tujuh.

Sebab tanaman sagu akan bertunas dan bertunas selamanya. Ibarat tanaman pisang kita butuh sekali tanam, untuk selanjutnya hanya melakukan panen saja.

Hebatnya lagi, tanaman sagu hampir tidak mengenal hama, kecuali api yang dapat menghanguskan, terutama pada musim kemarau. Sebab tanaman sagu ini umumnya hidup di tanah berawa atau gambut,"ungkap dia. (RB/jos)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Redaksi Riaubook 2

Berita Terkini

Ekspansi Bisnis, Blibi.com Akuisisi Tiket.com

Jumat, 16 Juni 2017 - 11:17 WIB

Ustaz Yusuf Mansur Dilaporkan Polisi

Jumat, 16 Juni 2017 - 10:12 WIB

Qatar Borong Puluhan Jet Tempur F-15 dari AS

Jumat, 16 Juni 2017 - 07:31 WIB

Lebaran kian Dekat, Harga Sawit Turun

Selasa, 13 Juni 2017 - 13:30 WIB

Luar Biasa, Impor Pupuk Riau Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 10 Juni 2017 - 13:00 WIB

Cari Judul Berita






Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize