RIAUBOOK.COM - Sketsa penyiram air keras kepada Novel Baswedan dirilis oleh kepolisian hari ini, Senin (31/7/2017). Kapolri Tito Karnavian sendiri yang menyampaikan ciri-ciri pelaku di Istana Merdeka.
Ia memastikan, sosok dalam sketsa ini berbeda dari empat orang terduga pelaku yang sudah diperiksa polisi sebelumnya. Sketsa ini juga baru, alias belum pernah dirilis sebelumnya.
"Ini sudah kita lakukan sketsa mulai tangan sampai gunakan teknologi terakhir. Kita kerja sama dengan rekan-rekan dari AFP, kepolisian Australia, kemudian kita rekonstruksi dengan komputer sehingga terakhir kita dapatkan ini. Ini belum di-publish, ya," ungkap Tito dalam konferensi pers.
Sketsa itu didapatkan dari keterangan saksi yang melihat terduga pelaku 5 menit sebelum kejadian. Saksi yang enggan disebutkan namanya itu melihat terduga pelaku berdiri mencurigakan di dekat masjid tempat Novel menunaikan salat subuh berjemaah.
"Kita juga sudah menyampaikan kepada KPK pada tanggal 16 Juni lalu, saya sendiri yang memimpin datang ke KPK bersama dengan tim penyidik Kapolda Metro saat itu, kemudian sudah dipaparkan temuan-temuan sampai tanggal 16 Juni, kecuali yang tadi ya, kecuali foto (sketsa) tadi ya, yang ini baru dua hari ini. Ini pun setelah kita ulangi terus-menerus sampai kesimpulan dari saksi hasilnya adalah baik," ucap Tito.
Tito menambahkan, jika ada gambar terduga pelaku lain di media sosial, itu tidak benar. Dia menegaskan sketsa terbaru ini tidak pernah dipublikasikan sebelumnya.
Berikut ini ciri-ciri terduga pelaku seperti yang disampaikan Tito:
Tinggi: 167-170 cm
Kulit: Agak hitam
Rambut: Keriting
Tubuh: Cukup ramping (dtc)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…