Darwis Moh Shaleh pengelola Bandar Bakau serta pendiri Pecinta Alam Bahari (PAB) Kota Dumai.(RB/Iwan)

Jumat, 11 Agustus 2017 - 12:47 WIB 84140000

Sebelum Diundang ke Istana Negara, Pria di Dumai ini Pernah Dikatakan Gila oleh Masyarakat

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Pendiri Pecinta Alam Bahari (PAB), Darwis Moh Shaleh, mengaku selama tujuh tahun dikatakan tidak waras oleh warga sekitar disaat melakukan konservasi hutan bakau di pesisir laut kota Dumai, Riau.

Darwis merupakan pria kelahiran 7 Maret 1968 ini mengaku kegiatan dalam pelestarian hutan bakau penuh dengan tantangan, kini lahan konservasi tersebut dinamakan bandar bakau yang terletak di jalan Nelayan Laut Ujung Kecamatan Dumai Barat.

Pria berjenggot putih mempunyai kulit berwarna cokelat yang mulai keriput tersebut mengungkapkan, penderitaan dalam mempertahankan dan melestarian hutan bakau tersebut dialami oleh keluarganya, dikarena pada saat mulai melakukan konservasi warga sekitar dan tetangga rumahnya menyebut dirinya tidak lagi waras.

"Penderitaan yang dialami keluarga dirasakan selama kurang lebih tujuh tahun, kalau saya biasa saja dikatakan gila, karena mempertahankan dari sisi idiologi," kata Darwis, Jum'at (11/8/2017).

Akibat kegilaaan dalam melakukan konservasi hutan bakau tersebut bersama rekan-rekan PAB, hampir setiap hari anak dan istrinya mendengar bahasa dari warga bahwa Darwis tidak lagi normal.

"Menjelang tidur, anak-anak berbicara bahwa orang-orang mengatakan bapak gila, tapi saya jelaskan, coba orang tersebut berdialog bersama saya, dan siapa yang gila," katanya menjelaskan.

Penderitaan keluarga tersebut mulai berhenti pada tahun 2006, dimana Darwis mendapat undangan dari Presiden Republik Indonesia melalui menteri kelautan Freddy Numbery untuk datang ke Istana Negara di Jakarta dalam rangka menerima penghargaan Adi Bakti Bina Bahari.

"Masyarakat melihat saya berangkat dari hutan menuju ke Jakarta, kemudian masyarakat membaca di media bahwa saya menerima penghargaan di istana negara, dan sampai di Dumai saya tidak dikatakan gila lagi," katanya kembali.

Dijelaskan Darwis, pada tanggal 16 Agustus 2018 mendatang, bandar bakau Dumai sendiri telah berusia 19 tahun, dimana lebih tua setahun dari pada kota Dumai.

Dalam memperjuangkan hutan bakau tersebut, dirinya tidak lepas dari dukungan dari anggota PAB Dumai, masyarakat pecinta alam serta salah seorang yang meminjamkan modal sebesar Rp 250 juta tanpa adanya bunga pinjaman serta jaminan dalam melakukan konservasi alam di pesisir laut Dumai tersebut.

Selain itu, Darwis juga mengatakan terdapat sosok seorang yang hebat dalam kegiatan dan kegilaan yang dilakukannya, yakni almarhumah istrinya yang bernama Latina Muhammad Shaleh, dimana tidak pernah menuntut berbagai macam hal saat dirinya bekerja tanpa adanya gaji

"Almarhumah istri saya pada saat itu tidak pernah marah ketika saya pulang tidak membawa uang, sempat pada saat itu kaleng beras yang kosong digeserkannya kepada saya mungkin kacau jadinya, namun semuanya tidak pernah dilakukannya," katanya mengingat kenangan bersama almarhum istrinya.

Saat ini, di kawasan hutan bakau tersebut berdiri sekolah alam dan juga menjadi tempat penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi dalam negeri serta manca negara.

"Saya ingin, Pelindo Dumai dapat menyerahkan kawasan bandar bakau ini ke pemerintah Kota Dumai, agar hutan di tengah kota ini tetap ada serta bermanfaat bagi orang banyak," katanya mengakhiri.(RB/Iwan)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
iwan

Berita Terkini

Kerja Nyata Konservasi Alam

Kamis, 10 Agustus 2017 - 08:26 WIB

Tahun Ini Riau Berlimpah Penghargaan dari LHK

Senin, 07 Agustus 2017 - 12:28 WIB

Riau Terima Penghargaan ProKlim dari Menteri LHK

Sabtu, 05 Agustus 2017 - 12:48 WIB

DPRD Riau Targetkan RTRW Selesai Pertengahan Agustus

Kamis, 03 Agustus 2017 - 22:29 WIB

Wiranto: Bangsa Ini Harus Diamankan, Termasuk Hutan

Kamis, 03 Agustus 2017 - 17:24 WIB

Walau Panas, Riau Berpeluang Hujan

Rabu, 02 Agustus 2017 - 11:31 WIB

Membara, 6 Titik Panas Terpantau di Rohil

Selasa, 01 Agustus 2017 - 10:16 WIB

Di Bengkalis, Gubri Ajak Bersinergi Cegah Karhutla

Selasa, 25 Juli 2017 - 18:07 WIB

Benda Misterius Jatuh dari Langit Maninjau

Kamis, 20 Juli 2017 - 10:18 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia