RIAUBOOK.COM - Untuk meningkatkan Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM), Lembaga PKBM Dayang Senandung Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak, Riau, menggelar pelatihan keterampilan Menjahit Busana Muslim.
Sebanyak 20 orang peserta mengikuti Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayan melalui Direktorat Pembinaan khusus dan Pembinaan Ditjen PAUD dan Dikmas tersebut, Jumat (22/9/17).
Ketua Lembaga PKBM Dayang Senandung Pitoyo mengatakan, program tersebut merupakan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
"Program tersebut bertujuan untuk mengatasi dan kesadaran perekonomian masyarakat dalam hal kecakapan wirasusaha," kata Pitoyo, saat dijumpai di lokasi acara di SD 04 Sabak Permai.
Pitoyo juga menjelaskan, program yang tersebut diikuti 20 orang itu akan berlangsung selama 3 bulan dengan 8 kali pertemuan didalam satu bulan.
"Dalam satu minggu itu, jadwal kita tetapkan hari Sabtu dan Minggu. Jadi itu tidak mengangganggu aktivitas lainnya," kata Pitoyo.
Pitoyo juga mengatakan, program tersebut telah berjalan selama 2 tahun berjalan ini. "Tahun lalu juga kita lakukan, tahun 2016 peserta yang ikut sebanyak 15 orang," katanya.
Program itu kata Pitoyo, terbuka untuk semua masyarakat, yang berumur dibawah 40 tahun.
Sementara itu, Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Sabak Auh Herman mengapresiasi apa yang dilakukan lembaga PKBM tersebut karena lembaga itu proaktif dalam mencari program-program dari luar.
"Kita terima kasih kepaa PKBM Dayang Senandung yang begitu aktif mendapatkan program untuk dibawa ke kecamatan Sabak Auh ini," kata Herman.
Herman juga mengatakan, program yang dilakukan itu sangat bermanfaat, karena masyarakat bisa belajar untuk berketerampilan dalam hal menjahit terutama menjahit pakaian busana muslim.
"Usaha menjahit ini, merupakan prosfek yang bagus kedepan. Karena upah menjahit saat ini sangat menjanjikan," kata Herman.
Herman mencontohkan, tukang jahit akan mendapat pesanan yang sangat menjanjikan, disaat hari-hari besar seperti hari raya Idul Fitri, tahun ajaran baru di sekolah dan sebagai macamnya.
"Hal itu semua bisa kita dapatkan, jika kualitas jahitan kita bagus. Maka kualitas sangat di titik beratkan didalam pelatihan ini," ucapnya lagi.
Herman menjelaskan, dengan kondisi ekonomi daerah yang merosot saat ini, masyarakat diminta untuk mencari keterampilan yang bisa menjadikan omset bagi keluarga.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak yang di wakili Kasi Pembinaan Kursus Pelatihan dan Pepramukaan Nurman berharap, setelah peserta menyelesaikan program ini, agar jangan ditinggalkan, tetap didampingi supaya para peserta tidak bingung untuk menjalankan usahanya.
"Seperti contoh, jikalau ada orderan dari pihak lain, diberikan kepada peserta ini untuk menjahitkannya," kata Nurman.
Ia juga berharap, kedepannya pihak lembaga PKBM Dayang Senandung, tidak hanya dalam pelatihan menjahit saja yang digelar pelatihan, melainkan program-program lain bisa diambil, seperti pembuatan kue, bordir dan lain-lainnya.
"Sangat banyak program yang bisa diambil, selain PKW, ada juga Pendidikan Kecakapan Wirausaha Unggulan (PKWU), PKK, PKKU dan dan banyak lagi. Ini tergantung proaktif semua pihak untuk mengambil program ini ke Kementerian," ucapnya.
Pada pembukaan pelatihan tersebut juga dihadiri Kepala Sekolah Dasar 04 Sabak Permai Dasir, dan beberapa tamu undangan lainnya. (RB/Agus)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…