Ilustrasi. (net)

Senin, 02 Oktober 2017 - 09:46 WIB 1630000

Pimpinan KPK Bilang Koruptor Bukan Pancasilais, Pancasila Anti-Korupsi

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Korupsi di negeri ini seakan telah mendarah daging, dan yang paling disayangkan, pelakunya menyimpan rupiah ke bank-bank asing dalam bentuk dollar hingga menggerus perekonomian dalam negeri.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menyatakan, mereka yang melakukan korupsi berarti bukan Pancasilais.

Hal tersebut disampaikan Basaria usai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman depan kantor KPK, di Kuningan, Jakarta, Senin (2/10/2017).

Basaria menyatakan, di dalam Pancasila sudah terkandung nilai-nilai yang sesuai dengan semangat anti-korupsi.

"Kita tahu hampir semua dari (sila) nomor satu sampai lima sebenarnya itu semuanya anti-korupsi," kata Basaria, Senin pagi dilansir RiauBook.com dari kompas.

Pada sila pertama misalnya, yang berkaitan dengan Ketuhanan Yang Maha Esa. Basaria menyatakan, tidak ada satu agama pun yang mengatakan bahwa korupsi itu diperbolehkan.

Pada sila kedua terkait kemanusiaan yang adil dan beradab, Basaria menyatakan, keadilan tidak akan tercipta kalau ada seseorang atau sekelompok melakukan korupsi.

rb

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Pandjaitan, Senin (2/10/2017)(Kompas.com/Robertus Belarminus)

Akibatnya, sambung Basaria, rakyat menjadi miskin dan sulit untuk menempuh pendidikan atau sekolah.

Untuk akses terhadap kesehatan jika sakit pun akhirnya harus mengeluarkan biaya. Padahal, menurut Basaria, ada penelitian yang menyatakan kalau tidak ada korupsi di Indonesia maka akses ke pendidikan dan kesehatan di Tanah Air bisa gratis.

"Menurut penelitian kalau korupsi tidak ada di Indonesia, bahkan kesehatan dan pendidikan itu tidak perlu bayar, gratis untuk seluruh penduduk kita," ujar Basaria.

Untuk sila ketiga yaitu persatuan Indonesia, Basaria menyatakan bahwa korupsi bisa menimbulkan perpecahan.

"Dengan adanya korupsi menimbulkan satu sama lain ketidak-kompakan. Ini bisa juga mengakibatkan keributan satu sama lain dan menimbulkan perpecahan. Korupsi itu riil sangat-sangat berbahaya," ujar dia.

Terkait sila keempat, dia menyatakan bahwa korupsi bertentangan dengan prinsip musyawarah-mufakat.

Sila terakhir, dia menyatakan, keadilan sosial tidak akan tercapai jika ada korupsi. "Enggak mungkin kan," ujar dia.

"Jadi semua, sebenarnya orang yang melakukan korupsi berarti dia tidak Pancasilais sebenarnya, kalau kita benar-benar memahami Pancasila itu. Jadi Pancasila itu kalau benar-benar diterapkan dalam kehidupan, kita tidak akan melakukan korupsi," ujar dia. (RB/kpc)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Belum 24 Jam Bawa Kabur Mobil, Eh... Diciduk Polisi

Sabtu, 30 September 2017 - 22:29 WIB

Awas Huru-hara, Begini Cara Polisi Inhu Mengatasinya

Sabtu, 30 September 2017 - 21:36 WIB

Di Kuansing, Narkoba sudah Masuk Desa

Sabtu, 30 September 2017 - 21:24 WIB

Memalukan, Oknum Polda Riau Malah Menjambret

Selasa, 26 September 2017 - 21:10 WIB

Mobil Angkut Ratusan Paket Ganja, Pas Razia Ketangkap

Selasa, 26 September 2017 - 08:18 WIB

Kompak, Bapak sama Anak Curi Motor di Inhil

Minggu, 24 September 2017 - 20:08 WIB

Penyeludupan Miras Ditangani Mabes, Ini Kata Kapolda Riau

Sabtu, 23 September 2017 - 18:09 WIB

Dituduh Nyantet Ayahnya, Pemuda Bunuh Dukun dengan Sadis

Sabtu, 23 September 2017 - 00:22 WIB

Bertahun-Tahun Setubuhi Anak Kandung, Ini Kronologinya

Jumat, 22 September 2017 - 21:23 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia