RIAUBOOK.COM - Pelabuhan peti kemas di kota Dumai, Riau tidak akan terwujud jika tidak ada perusahaan yang membuat produk kemasan.
Ketua Angkutan Kusus Pelabuhan (Angsuspel) Organisasi Angkutan Darat (Organda) kota Dumai, Rudi Junaidi, menilai rencana Pemerintah Kota Dumai untuk membuat pelabuhan peti kemas akan gagal.
"Jika perusahaan yang ada di Dumai dan sekitarnya tidak ada peningkatan dalam bentuk barang yang dihasilkan, tentunya pelabuhan peti kemas tidak akan berjalan sesuai yang diinginkan," kata Rudi Junaidi, Selasa (7/11/2017).
Dikatakannya, saat ini perusahaan pengelohan minyak kelapa sawit yang ada di Dumai hanya mengeluarkan produk berbentuk cairan dan tidak dalam bentuk kemasan yang bisa dimasukkan dan diangkut menggunakan peti kemas.
"Kalau produk yang dihasilkan dari kota Dumai tidak ada dalam bentuk kemasan, seperti Crude Palm Oil (CPO) tentunya hanya bisa dibawa dengan kapal tangker dan tidak bisa diangkut dengan menggunakan peti kemas," katanya.
Disebutkannya juga, pemerintah Kota Dumai dan Provinsi Riau dapat meminta kepada perusahaan khusunya yang bergerak dalam minyak kelapa sawit untuk dapat mendirikan pabrik pengolahan dari turunan crude palm oil menjadi bahan jadi, seperti minyak kemasan dan lainnya.
"Dengan adanya pabrik turunan tersebut, pelabuhan peti kemas pasti akan berjalan, tentunya juga akan menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat Dumai," katanya kembali..
Saat ini, dikatakan Rudi, peti kemas yang masuk ke Dumai hanya membawa bahan sembako dan juga lainnya, namun kontainer tersebut keluar meninggalkan kota di pesisir Riau dalam keadaan kosong.
"Jika peti kemas ini hanya masuk ke Dumai dan keluar tidak membawa barang, tentunya biaya kontainer ini menjadi lebih mahal sehingga pengusaha malas untuk menggunakannya," katanya mengakhiri. (RB/Iwan).
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…