RIAUBOOK.COM - Ada sepuluh warisan bangsa ini yang harus tetap dijaga yakni Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum, NKRI harga mati, Undang-undang Dasar 45 yang utuh, burung garuda, lagu Indonesia Raya, bahasa Indonesia, bendera merah putih, rupiah, sifat musyawarah dan terakhir sifat gotong royong.
Brigjen Pol Siswandi mengatakan itu saat berpidato diacara deklarasi dan pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Riau pada Sabtu (9/12/2017).
Siswandi ketika itu bertindak sebagai Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ARUN, hadir bersama Ketum ARUN Bob Hasan, Sekjen ARUN, Bungas Thomas Fernando Duling, dan rombongan termasuk pelawak Tessy Kabul Basuki serta Asisten I Pempriv Riau Khasiarudin.
Ia katakan, bahwa sepuluh warisan bangsa tersebut harus dipertahankan dan harus diisi, jangan sampai termakan provokasi untuk sebuah kepentingan politik yang berpotensi menyengsarakan.
Pancasila menurut dia adalah sumber dari segala sumber hukum yang sudah diuji kesaktiannya, jadi tidak perlu lagi diuji atau dibahas.
Yang kedua NKRI adalah harga mati, kata Siswandi, jangan sampai bangsa ini dipecah belah oleh pihak asing yang memang menginginkan hal tersebut.
"Harus diingat, bahwa nenek moyang kita ketika berjuang untuk kemerdekaan semuanya telah rela diberikan, termasiuk harta dan nyawa mereka, jadi jangan disia-siakan itu," katanya.
Yang ketiga adalah UU Dasar 45, menurut dia, semuanya ada di sana sehingga jangan lagi diotak-atik hanya untuk tujuan tertentu.
Dan yang keempat, demikian Siswandi, burung garuda jangan juga diganti, karena itu ada makna yang terkandung, mulai dari sayapnya hingga kepalanya, maka jangan juga diganti dengan jenis burung lainnya.
Kelima, kata dia, lagu Indonesia Raya yang harus dipertahankan, jangan sampai diganti lirik atau iramanya, karena itu bisa mengaburkan makna yang sesungguhnya.
Kemudian keenam, kata dia, bahasa Indonesia juga harus dijaga, karena itu adalah bahasa pemersatu bangsa ini.
Ketujuh kata dia, yakni bendera merah putih yang juga harus dijaga karena ada tumpah darah para pahlawan demi menjahit dan mengibarkan bendera pusaka itu.
"Kedelapan adalah rupiah, ini juga harus dijaga, jangan kita bangga menyimpan mata uang asing, karena rupiah adalah mata uang bangsa kita yang harus dijaga," katanya.
Warisan bangsa kesembilan, kata Siswandi adalah sifat musyawarah yang memang sudah ada sejak zaman dahulu, maka kehadiran ARUN adalah membangkitkan kembali sifat musyawarah dan mufakat di tengah-tengah masyarakat.
"Yang terakhir adalah sifat gotong royong, ini juga merupakan warisan bangsa yang harus kita jaga bersama, pertahankan dan bahkan kita isi," demikian Siswandi. (RB/fzr)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…