RIAUBOOK.COM -
Setelah menvabuli tujuh orang bocah, MJS (50) kabur dari daerah Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau ke Sumatera Utara. Namun kini dia harus mengisi hari-harinya di dalam penjara atas tuduhan berbuat tak terpuji tersebut.
"Petugas yang mengendus keberadaannya berhasil menangkap MJS di tempat persembunyian, di Jalan Besar Sidomulyo, Kelurahan Panigoran, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhan Batu, Sumut," ujar Kapolres Bengkalis AKBP Abas Basuni kepada Riaubook.com Selasa (12/12/2017).
Setelah ditangkap, MJS dibawa dari Sumut ke Mandau Bengkalis untuk dilakukan pemeriksaan. Kepada polisi, tersangka mengaku perbuatan cabul itu dilakukan tidak hanya pada seorang anak, namun ada tujuh anak diperlakukan hal yang sama.
"Awlanya kan ada satu orang anak yang membuat laporan sebagai korban pencabulan yang dilakukan pelaku. Namun setelah diselidiki, ternyata korbannya ada 7 orang anak-anak," ucap Abas.
Tersangka ini merupakan warga Jalan Duri IV RT01 RW04, Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Kepada polisi, MJS malah mengaku tidak sengaja melakukan perbuatan tersebut.
"Alasannya baru mengetahui kalau tindakannya itu merupakan perbuatan cabul setelah diberitahu, tetap saja kita proses atas perbuatannya tersebut," terang Abas.
Abas menjelaskan, rentang kasus pencabulan ini terjadi sejak Januari sampai September 2017. Saat itu, korban berjalan bersama tiga orang temannya termasuk pelaku di Jalan Puncak Kulim kilometer 4, RT01 RW03, Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan.
Dalam perjalanan tersebut MJS melakukan perbuatan tak senonoh dan dilihat seseorang. Saksi mata ini melaporkan kejadian tersebut kepada orangtua korban.
Tak terima perbuatan MJS, salah seorang orangtua bocah itu melapor ke polisi. Tahu dirinya akan berurusan dengan polisi tersangka kabur dan akhirnya berhasil ditangkap polisi di provinsi tetangga. (RB/San)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…