RIAUBOOK.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memindahkan koleksi keris dan benda pusaka melalui jalur darat. Sebanyak 1.211 koleksi keris itu dikemas delapan kotak kayu akan dikirim ke Museum Keris Nusantara di Surakarta, Jawa Tengah
Proses pengirimannya diiringi dengan pelaksanaan ritual adat Jawa menggunakan sesajen tertentu dengan tujuan agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.
Diantara ritual yang dilakukan dengan membakar dupa dan menyiapkan berbagai perlengkapan sesajen lainnya selama perjalanan
Mobil ekspedisi yang mengirim keris tersebut juga mendapatkan pengawalan khusus.
" Ritualnya untuk pengiriman ke sini dengan membawa sajen, membakar dupa dan ritual lainnya," ucap Kepala UPT Museum Dinas Kebudayaan (Disbud) Solo, Bambang MBS di Museum Keris Nusantara.
Selain membawa berbagai sesajen, Bambang mengatakan selama proses perjalanan rombongan juga menghindari jalur Jembatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ini agar terhindar dari gangguan secara gaib di kawasan itu.
Dari hasil diskusi spiritual, daerah itu disebut rawan dengan hal-hal gaib.
" Menghindari Jembatan Tuntang dengan lewat jalur alternatif lainnya. Ya, biar semuanya lancar tidak ada gangguan di jalan, seperti sopir kesurupan atau kantuk saat menyetir. Ini kearifan lokal," ujar dia.
Begitu sampai di ruang transit Museum Keris Nusantara, bau dupa menyambut keris-keris tersebut. Benda-benda pusaka milik Direktorat Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud itu awalnya merupakan hasil sitaan Direktorat Bea dan Cukai. (Sumber: Liputan6.com/Fajar Abrori/Dream)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…