RIAUBOOK.COM - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) LKMD Pertanian, Desa Air Hitam, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, sejak berdirinya dari tahun 2016 hingga saat sekarang belum pernah mendapat perhatian sedikitpun dari Pemerintah, baik dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pelalawan maupun Disdik Provinsi Riau.
Hal ini disampaikan Kepala Desa Air Hitam Tangsi Sitorus pada awak media yang menemuinya terkait konfirmasi keberadaan SMK LKMD Pertanian, Desa Air Hitam yang berinduk ke SMK Negeri Pangkalan Kuras, Senin (14/05/2018).
Dijelaskan Tangsi Sitorus lagi, awal nya sekolah ini berdiri atas rembuk tokoh-tokoh masyarakat Desa Air Hitam. "Pada tahun ajaran 2016/2017 mulai berjalan dengan memakai ruang kelas yang menumpang di ruang pertemuan, milik Kantor Desa Air Hitam," ujar Tangsi Sitorus.
Setelah itu, di tahun ajaran 2017/2018 lalu berpindah kembali dari ruang pertemuan, kantor desa ke ruang belajar di gedung milik PAUD Desa Air Hitam.,"Semua itu masih menumpang bangunan. Padahal jumlah murid hingga saat ini adalah 6O siswa dengan memiliki tenaga pendidik 15 orang," jelasnya.
Masih diterangkannya lagi, terkait dengan masalah gaji guru, kepala desa yang cukup peduli dengan dunia pendidikan ini menyebutkan secara gamblang, bersumber dari dirinya dan dibantu uluran tangan para donatur serta sumbangan masyarakat. "Itu lah yang membuat saya sedih, uluran tangan dari pemerintah hingga saat ini tidak pernah ada, saat dikonfirmasi ke Disdik Kabupaten Pelalawan maupun ke Bupati HM Harris jawabannya sungguh memilukan hati. Itu bukan urusan kita, tapi sudah menjadi urusan Disdik Provinsi Riau," kata Tangsi Sitorus dengan mata berkaca-kaca.
Untuk diketahui, selama 2 tahun pendidikan di SMK LKMD Pertanian berjalan, gaji guru untuk sementara memakai uang pribadi Kades Air Hitam Tangsi Sitorus beserta donatur dan sumbangan masyarakat. "Untuk kekurangannya dikutip iuran dari para siswa dan ini hasil mufakat para tokoh masyarakat dan orang tua wali murid," ungkap salah seorang Tokoh Masyarakat Desa Air Hitam Salim seraya menambahkan, beliau telah banyak memberikan bantuan moril dan materil sehingga proses belajar mengajar di sekolah dapat berjalan sesuai dengan harapan.
Dilain sisi, Kepala sekolah SMK LKMD Pertanian, Muslimin SPd juga menyampaikan sekolah ini banyak di bantu oleh kepala desa Tanjung Air Hitam. "Tanpa kepala desa sekolah ini tidak berjalan sesuai harapan. Hampir seluruh kegiatan ptoses belajar dan mengajar di full up oleh kepala desa," terang Muslimin.
Ditambahkannya lagi, untuk bantuan dari Pemerintah baik itu Kabupaten Pelalawan maupun Provinsi Riau sampai saat ini belum pernah diterima. "Ini fakta dan jujur saya akui, kurangnya kepedulian pemerintah, terlebih Bupati HM Harris dengan program Pelalawan Cerdas. Bagaimanapun yang belajar disini warganya dan orang tua siswa yang telah memilihnya," sebut Muslimin.
Sementara ini, SMK LKMD Pertanian Desa Air Hitam mulai berbenah. Untuk mengejar Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tahun Ajaran 2018/2019, pihak sekolah bersama Kades Tangsi Sitorus dibantu warga masyarakat mulai membangun 3 Ruang Kelas. "2 ruang kelas murni memakai biaya bantuan masyarakat dan donatur. Sedangkan 1 ruang kelas ditambah MCK mendapat bantuan CSR PT RAPP. Semua sekitar Rp 200 Juta. Sedangkan tanah kita menerima hibah dari warga masyarakat," tutup Muslimin dengan wajah yang mulai terlihat gembira. [Dian/RBC/ton].
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…