RIAUBOOK.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih aktor pemeran Naga Bonar, Deddy Mizwar, yang juga mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, sebagai juru bicara Jokowi-Ma'ruf untuk Pilpres 2019.
'Naga Bonar' menjadi pilihan karena menurut kubu Jokowi-Ma'ruf dia memenuhi karakter sebagai juru bicara yang mampu memberikan kesejukan atas komentar-komentarnya yang menyatukan.
Penunjukan Deddy ini tidak dilakukan secara mendadak karena sudah terjalin komunikasi yang cukup lama. Lalu apa sebenarnya keunggulan Deddy sehingga kubu Jokowi-Ma'ruf memilihnya sebagai jubir? Berikut ulasannya:
1. Mengamankan suara di Jabar
Sebagai mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar tentu mempunyai banyak pendukung setia. Oleh karena itu keunggulan yang dimilikinya tersebut bisa mendulang suara untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf. Berdasarkan survei Alvara sebelum penunjukan cawapres, elektabilitas Jokowi di Jabar sebanyak 47,7 persen suara.
"Ya tentu saja ada aspek-aspek strategis, tapi Pak Jokowi kita lihat di Jabar dan KH Maruf punya akar kuat," kata Sekretaris Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Selasa (28/8).
2. Deddy dinilai bisa ciptakan kampanye adem
Deddy Mizwar dipilih sebagai jubir Jokowi-Ma'ruf Amin karena dinilai mampu menciptakan kampanye lebih dingin, adem dan tak provokatif. Apalagi statusnya sebagai mantan Wakil Gubernur Jawa Barat membuatnya makin mudah menjalankan tugasnya itu.
"Kami lebih mengutamakan peran Kang Demiz sebagai jubir, utamanya adalah untuk menciptakan komunikasi publik yang terkait kontestasi Pilpres itu yang lebih dingin, yang lebih adem, tidak provokatif. Nah itulah kami pilih sosok Kang Demiz," kata Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, di posko Cemara, Jakarta, Selasa (28/8).
3. Populer
Masuknya Deddy Mizwar sebagai juru bicara menambah kekuatan kubu Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 mendatang. Deddy ditunjuk tentu karena mempunyai banyak keunggulan. Salah satunya lantaran dia populer di masyarakat. Hal ini menjadi umpan agar nantinya suara pendukungnya menjatuhkan pilihan ke Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Dia populer, kemudian juga sudah mulai ngerti politik ya, kan dulu dari bintang film ya lalu masuk ke politik beliau sudah matang juga di politik," kata Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago, beberapa waktu lalu.



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…