RIAUBOOK.COM - Sebelumnya pada Mei 2019 keluar telegram rahasia dari Mabes Polri tentang gerbong mutasi terbaru yang mengangkat sejumlah nama perwira tinggi berprestasi untuk menduduki jabatan-jabatan strategis.
Komjen Pol Drs Moechgiyarto SH, M.Hum menjadi salah satu dari beberapa perwira tinggi yang mendapat posisi jabatan strategis.
Dia dilantik dari jabatan sebelumnya Kabaharkam Polri menjadi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.
Usai Pemilu 2019, kembali dikabarkan bakal ada perombakan besar di tubuh Polri, dihembuskan dua pucuk pimpinan tertinggi Kapolri dan Wakapolri akan mengalami pergeseran.
Kapolri Jenderal Tito Karnavianyang telah 3 tahun menjabat dikabarkan bakal ditarik menjadi menteri dalam kabinet baru Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Ma'ruf Amin.
Sementara itu Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto pada Juli 2019 akan memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP).
Nama Komjen Moechgiyarto kembali mencuat, digadang-gadangkan menjadi calon kuat Kapolri menggantikan Jenderal Tito Karnavian, dan juga calon kuat Wakapolri menggantikan Komjen Ari Dono Sukmanto.
Komjen Moechgiyarto yang dikonfirmasi terkait kabar tersebut memberikan jawaban yang datar dan memilih untuk tidak ambil pusing.
"Saya tidak ambil pusing, mau jabatan apa saja dijalankan, akhir tahun depan juga sudah pensiun," kata Moechgiyarto dihubungi RiauBook.com dari Pekanbaru, Jumat (14/9/2019).
Saat ini selain menjabat sebagai Irwasum Polri, Moechgiyarto juga diamanahkan jabatan strategis sebagai Kepala Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (SatgasSaber Pungli) menggantikan Komisaris Jenderal (Pol) Putut Eko Bayuseno.
"Kita fokus untuk memberikan yang terbaik di jabatan saat ini, soal nanti ya nanti," demikian Moechgiyarto.
Komjen Moechgiyarto tahun lalu (2018) juga sempat masuk daftar salah satu kandidat dalam bursa calon Wakapolri menggantikan Komisaris Jenderal Syafruddin.
Penilaian itu dilakukan oleh Indonesian Police Watch (IPW).
Untuk tahun ini, nama Moechgiyarto kembali muncul untuk jabatan pucuk pimpinan tertinggi Polri bersama kandidat kuat lainnya seperti; Kabareskrim Komjen Idham Azis dan Kalemdikpol Komjen Arief Sulistyanto.
Hasil penelusuran, dari tiga caon kuat itu, Komjen Moechgiyarto adalah yang paling senior dan memiliki karir lebih unggul dibidang reserse.
Moechgiyarto sendiri merupakan lulusan terbaik Akpol 1986, sementara Idham Azis menempuh pendidikan Akpol pada 1988 dan Arief Sulistyanto lulusan Akpol 1987.
Profile
Hasil penelusuran menyebut Moechgiyarto merupakan salah satu perwira intelektual terbaik dan brilian yang dimiliki Polri saat ini.
Dia merupakan lulusan terbaik Akpol 1986 peraih penghargaanAdhi Makayasayang sangat prestisius dan selalu tercatat meraih peringkat satu di setiap pendidikan Polri yg dilaluinya seperti saat sekolah PTIK, SESPIM, dan SESPATI.
Sejumlah jabatan penting pernah diduduki Moechgiyarto, seperti Kaselapa Lemdiklat dan Kasespimma Sespim Lemdiklatpol pada tahun 2010.
Kemudian pada tahun 2012, dia juga pernah menjabat sebagai Wakapokda Jatim sebelum kemudian dimutasi sebagai Kapolda NTB hingga tahun 2014.
Selanjutnya Moechgiyarto juga pernah menjabat sebagai Kadivkum Polri hingga pertengah 2015 dan menjadi Kapolda Jabar serta Kapolda Metro Jaya pada tahun 2016.
Jabatan penting lainnya, yakni Kalemdikpol dan Kalemdiklat Polri di tahun 2017 dan menjadi Kabaharkam hingga kemudian saat ini menjabat sebagai Irwasum Polri.
#fazar


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…