RIAUBOOK.COMÂ - Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution menyebut surat yang dikirim oleh manajemen PSPS Riau nomor 024-PSPSP-Riau/VI/2019 tentang penyerahan pengelolaan klub sepak bola kebanggaan masyarakat "Bumi Lancang Kuning" kepada pemerintah provinsi adalah salah alamat.
"Saya kemarin lihat surat yang dikirim melalui WA, resminya memang belum saya lihat, ada penyerahan dari Mas Ari, (Manajer PSPS Riau) yang mendelegasikan menajemen, itu kan salah alamat" kata Wagubri kepada RiauBook.com, Senin (24/6/2019) usai menghadiri rapat Paripurna di Kantor DPRD Provinsi Riau.
Dikatakan Wagubri, Pemprov Riau tidak boleh mengambil alih atau melakukan intervensi kepada manajemen PSPS, lantaran klub kebanggaan masyarakat Riau itu berstatus sebagai klub profesional yang dikelola melalui Perseroan Terbatas (PT), berlandaskan pada Undang-undang nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional serta Undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Selain itu, dalam Peraturan Gubernur Riau nomor 35 tahun 2011 tentang Pedoman Belanja Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD menyebutkan, bahwa pihak yang berhak menerima hibah bantuan adalah Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah lain, BUMN, masyarakat dan badan-badan tertentu.
Maka, kata dia, PSPS yang berbentuk PT tidak dapat menerima hibah bantuan sosial dari APBD.
"Ini yang harus dipahami, kita tidak boleh melakukan kegiatan itu, memberikan bantuan dalam bentuk  APBD-pun tidak boleh. Kalau dia (manajemen) mau menyerahkan PT itu (PSPS) kepada Pemprov, itu salah," kata Wagubri.
Mantan Komandan Korem 031/Wirabima itu juga mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah berjanji mengatasi masalah Manajemen PSPS Riau dengan memberikan bantuan dana, melainkan memberi bantuan untuk memfasilitasi dengan pihak-pihak yang dianggap dapat menjadi sponsor dalam rangka penyelesaian persoalan finansial klub.
"Kita sudah coba bantu memfasilitasi, ternyatakan ini kan belum berjalan sesuai yang diharapkan. Artinya kalau begitu, supporter tanya ke Manajemen PSPS,
orang yang punya dia kok, kok malah protesnya ke Pemprov," tuturnya.
"Bicara cinta bola, kita juga cinta bola, kalau orang mencintai bola, itu dia harus berfikir rasional," tambahnya.
Sebelumnya, sempat beredar foto surat resmi di kalangan masyarakat tentang penyerahan pengeloaan Manajemen PSPS kepada Pemprov Riau.
Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Manajer PSPS Riau Ari Nugroho.
Dalam surat tertanggal 18 Juni 2019 itu, menyebut jika saat ini nasib klub PSPS Riau berada pada kondisi yang terparah, menanggung utang dan mendapat ultimatum tidak bisa mengikuti kompetisi Liga II Indonesia 2019.
"Bersama surat ini kami manajemen PSPS Riau bermaksud melakukan langkah penyelamatan klub sepakbola kebanggaan masyarakat Riau ini dengan menyerahkan pengelolaan PSPS Riau secara manajerial dan seterusnya kepada Bapak Gubernur Riau dan juga Bapak Wakil Gubernur Riau demi sepakbola dan marwah Riau yang lebih baik," tulis surat tersebut. (RB/Dwi).


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…