RIAUBOOK.COM - Lima orang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2023 telah terpilih, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan untuk memberi haluan lembaga antirasuah tersebut kepada Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron, dan Lili Pintauli Siregar pada Jumat (13/9/2019) dini hari.
Tak ada selebrasi atau ucapan selamat dari para pegawai, banner hitam malah terpampang di situs resmi KPK. 'Kami tetap Bekerja, Kami tetap Berjuang, #savekpk', tertulis dalam banner tersebut.
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Yuyuk Andriati menjelaskan, banner hitam itu merefleksikan sikap pegawai KPK terhadap dinamika yang terjadi beberapa waktu terakhir ini.
"Itu menunjukkan sikap KPK yang akan terus bekerja dalam kondisi apapun. Kami semua akan tetap bekerja untuk pemberantasan korupsi," kata Yuyuk.
Yuyuk mengaku, di internalnya saat ini semua pihak sedang berusaha memperkuat koordinasi agar kerja pemberantasan korupsi bisa jalan terus.
Sebelumnya, para pegawai KPK gencar menyorot kapabilitas panitia seleksi yang meloloskan 10 nama kandidat untuk diajukan ke DPR.
Satu dari 10 nama yang paling disorot adalah Firli. Kapolda Sumatera Selatan berpangkat Inspektur Jenderal itu sebelumnya dinyatakan KPK terbukti melakukan pelanggaran etik saat masih menjadi Deputi Penindakan KPK pada 2018 lalu.
Namun, Firli secara aklamasi dipilih untuk menjadi Ketua yang akan menahkodai KPK sampai 2023 mendatang.
Dalam perolehan suara di Komisi III DPR, ia mendapat 56 suara, sementara Alexander 53 suara, Nawawi 50 suara, Lili 44 suara, serta Nurul memperoleh 51 suara.
Terpilihnya Firli cs ini pun langsung mendapat respons dari petinggi di KPK. Mulai dari Penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang yang berencana mundur.
"Iya [mundur] itu kan saya sudah ucapkan, semuanya sudah tahu," kata Tsani.
"Yang pasti saya tidak mau menjadi kaki tangan atau melayani orang-orang yang saya tidak bisa yakin integritasnya dan juga saya tidak yakin agenda-agenda pemberantasan korupsinya," tuturnya.
Sumber: CNNIndonesia.com



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…