RIAUBOOK.COM - Gerhana matahari cincin terjadi siang ini, Kamis, 26 Desember 2019, menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebelumnya Gerhana Matahari Cincin yang melewati Indonesia pernah terjadi pada 22 Agustus 1998 dan 26 Januari 2009.
Lalu kapan selanjutnya terjadi?
"Gerhana Matahari Cincin yang akan datang dan dapat diamati di Indonesia akan terjadi pasa 21 Mei 2031, jalur cincin akan melewati Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Kemudian terjadi lagi pada 14 Oktober 2042, jalur cincin melewati Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur," demikian keterangan Kedeputian Bidang Geofisika BMKG, Rabu, 25 Desember 2019.
Pada 22 Agustus 1998, jalur cincin melewati Sumatera bagian Utara dan Kalimantan bagian Utara, sedangkan 26 Januari 2009, jalur cincin melewati Sumatera bagian selatan dan Kalimantan.
Untuk tahun ini BMKG akan mengamati bersama publik di empat lokasi jalur Gerhana Matahari Cincin yang terjadi hari ini. Tempatnya di Lottu dan Pandan (Sumatera Utara), Batam (Kepulauan Riau) dan Singkawang (Kalimantan Barat).
Gerhana Matahari Cincin hari ini merupakan salah satu dari lima peristiwa gerhana di dunia sepanjang 2019 yang tergolong istimewa. "Beberapa spot di wilayah Indonesia jadi incaran tempat pengamatan," kata Avivah Yamani, penggiat astronomi dari komunitas Langit Selatan Bandung, Januari lalu.
BMKG di Banda Aceh, Medan, Padang Panjang, Kepahiang, Tanjung Pandan, Kotabumi, Serang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Kepanjen, Denpasar juga menggelar pengamatan bersama di daerahnya. Begitu pun di Mataram, Waingapu, Kupang, Makassar, Gowa, Palu, Manado, Ternate, Ambon, dan Jayapura.
Gerhana Matahari Cincin 2019 meskipun terjadi di suatu lokasi dapat diprediksi, peristiwa itu tidak berulang di lokasi tersebut. Lama fase puncak Gerhana Matahari Cincin yang terjadi hari ini adalah sekitar 3 menit 40 detik, dengan durasi globalnya 5 jam 35 menit 58 detik.
Astronom, kelompok amatir dan para pemburu gerhana misalnya, telah bersiap menyambut momen spesial itu sejak awal tahun ini. Selain mulai menabung untuk perjalanan ke lokasi pengamatan, mereka mencari lokasi yang cocok tanpa risiko cuaca. "Karena bulan Desember wilayah Indonesia kan sedang musim hujan," kata Avivah.
Sebagian pemburu gerhana matahari mengincar lokasi lain seperti Semenanjung Arab yang diperkirakan tidak terhalangi awan. "Kami juga cek informasi cuaca wilayah mana yang biasanya cerah pada jam gerhana itu," kata Avivah.
Sumber tempo


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…