RIAUBOOK.COM - Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Riau mulai berupaya meningkatkan transaksi non tunai di wilayah setempat.
Salah satu caranya, yakni dengan memberlakukan elektronifikasi parkir Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II), per 1 Februari 2020.
Hal tersebut dilakukan sebagai cara untuk menggalakan metode pembayaran dari tunai ke non tunai, mengikuti perubahan zaman di era industri 4.0 dengan pemanfaatan kemajuan teknologi.
Selain itu, transaksi digital juga dianggap transparan, memiliki skalabilitas lebih luas, serat memiliki akuntabilitas yang lebih baik.
"Pembayaran parkir di Bandara SSK II akan dilakukan secara non tunai dengan menggunakan uang elektronik, yakni tap-cash BNI, brizzi BRI, e-money Bank Mandiri dan BRK, serta flazz BCA," kata Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah (SP PUR) Layanan Administrasi KPw BI Provinsi Riau, Asral Mashuri di Pekanbaru.
Menurut dia, elektronifikasi parkir Bandara SSK II berpotensi mampu meningkatkan nominal transaksi non tunai di Provinsi Riau sebesar Rp1 miliar per bulannya, atau sekitar Rp12 miliar per tahun.
Kata dia lagi, sistem elektronifikasi yang akan diterapkan di Bandara SSK II dapat memberi berbagai kemudahan.
Di antaranya, transaksi menjadi lebih cepat, efisien, dan aman, serta mengurangi penggunaan uang pecahan kecil.
Saat ini, dalam setiap transaksi parkir bandara secara tunai bisa memakan waktu sekitar 10-20 detik.
Salah satu penyebabnya, karena pengendara perlu menyiapkan uang kecil dan juga petugas harus memberikan uang kembalian jika pembayaran tidak dengan uang pas.
"Transaksi menjadi lebih efisien karena nantinya semua telah otomatis, mulai dari pencatatan jumlah transaksi hingga proses settlement," katanya.
Saat ini, transaksi secara non tunai telah dapat dilakukan di gerbang pembayaran parkir Bandara SSK II, namun sifatnya masih optional.
Sebagai langkah awal, sejak akhir November tahun lalu, di Bandara tersebut juga telah dibuka satu gerbang khusus non tunai untuk pembayaran parkir.
Langkah tersebut jika dilakukan untuk menguji keberhasilan mesin tapping atau reader pada gerbang SSK II dan memberikan masa transisi bagi masyarakat agar dapat beradaptasi dengan pergeseran model pembayaran.
Upaya sosialisasi juga telah dilakukan, salah satunya melalui pemasangan spanduk/banner pemberitahuan di pintu masuk dan pintu keluar Bandara, serta siaran radio.
Sebagai informasi, pihak perbankan kini juga akan melakukan penjualan uang elektronik di sekitar gerbang pembayaran parkir Bandara SSK II.
Top up atau pengisian saldo uang elektronik juga bisa dilakukan melalui mesin ATM, EDC, gerai minimarket, atau e-commerce.
Uang elektronik yang dimiliki masyarakat, nantinya tidak hanya bisa digunakan untuk pembayaran parkir Bandara SSK II saja, namun bisa juga digunakan untuk pembayaran jalan tol Pekanbaru-Dumai, belanja di minimarket maupun merchants, ataupun parkir mall yang telah bekerja sama dengan perbankan tertentu. (RB)



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…