RIAUBOOK.COM -
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, terkait evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah dilakukan.
Pertemuauan tersebut digelar di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Gedung Daerah, Jalan Diponegoro, Pekanbaru Senin (20/4/2020). "Hari ini kita ada pertemuan dengan Pak Wali Kota, ini adalah bagian dari evaluasi kita terhadap PSBB yang terlaksana sejak tanggal 17 April lalu. Kemungkinan ada masukan-masukan dari kami. Kemungkinan juga ada persoalan yang dihadapi Pak Wali Kota dan kawan-kawan dari gugus tugas kota," kata Gubri.
Karenanya, jelas orang nomor satu di Riau ini, pertemuan tersebut merupakan wadah untuk rembuk yang diharapkan dapat menghasilkan solusi terkait persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan PSBB di Kota Pekanbaru.
"Kemarin kan kami juga sudah berembuk dengan Forkopimda berkenaan dengan pembahasan PSBB, sekaligus juga kesiapan kita dalam menghadapi bulan suci Ramadhan. Kemudian juga ada perkembangan baru, bahwa di Dumai sekarang sudah dikategorikan sebagai daerah terjangkit," tuturnya.
"Jadi sekarang sudah ada dua daerah zona merah di Riau, pertama di Pekanbaru, kedua di Dumai, sehingga Dumai juga kami ajak untuk PSBB," ujarnya.
Berdasarkan evaluasi tersebut, kata Gubri, ada sejumlah hal yang harus dipedomani bersama sehingga pelaksanaan PSBB di wilayah Provinsi Riau mendapati hasil sesuai dengan apa yang diharapkan.

"Evaluasi PSBB hasilnya kita memberi masukan terhadap hal-hal yang perlu dibenahi oleh Pemko Pekanbaru." kata Gubri.
Dalam pertemuan tersebut, Gubri mengatakan, pihaknya telah meminta kepada Wali Kota Pekanbaru Firdaus untuk memperbaiki data masyarakat yang akan menerima bantuan sosial.
"Karena data yang sebelumnya data lama, sementara data terkini sudah banyak perubahan. Makanya itu juga perlu kami sampaikan agar penerima bantuan tepat sasaran," ujarnya.
Beberapa hal yang juga perlu dibenahi, kata dia, yakni soal pemeriksaan kesehatan di daerah perbatasan Pekanbaru.
Pasalnya, lanjut orang nomor satu di Riau tesebut, dari hasil monitoring yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, pihaknya masih belum mendapati adanya tenaga kesehatan di sejumlah pos pemeriksaan (check point) daerah perbatasan.
"Itu yang termasuk kita tanyakan, dari segi mana mereka tidak siap. Karena tidak mesti tenaga kesehatan yang ahli, tapi cukup untuk mengecek suhu menggunakan Thermal Scaner. Kemudian tukang catat juga mesti ada. Kan tak mesti tenaga kesehatan, relawan juga bisa," ungkapnya.
Yang terpenting berkenaan dengan cek poin itu ada petugas yang menangani cek suhu. Kemudian disana juga mesti ada ambulance kalau ada orang yang suhunya lewat 38 derajat atau demam langsung masuk ambulance.
"Kalau ambulance tak ada, bagaimana?," tanya Gubri.
Kemudian, Gubri melihat ada wilayah di Pekanbaru yang banyak zona merahnya. Maka Pemko Pekanbaru harus mengawasi warganya agar penyebaran virus Corona tidak berkembang.
"Jadi itulah beberapa hal yang kita sampaikan dalam rapat evalusi PSBB bersama Pemko Pekanbaru. Kita berharap semoga covid-19 ini dapat segera berakhir. Tentunya kita juga meminta dukungan dari semua pihak, semua komponen masyarakat agar kiranya sama-sama dapat membatu upaya penanganan covid-19 di Provinsi Riau," ujarnya. (Advertorial)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…