RIAUBOOK.COM - Lesunya sektor migas akibat pandemi virus corona (covid-19) turut berdampak terhadap Provinsi Riau.
Pasalnya, sebagai daerah penghasil, saat ini Riau tak bisa lagi mengharapkan pendapatan dari Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat, menyusul anjloknya harga minyak dunia.
"Migas kita sekarang hancur, kalau pun ada sekarang tak laku, siapa yang mau beli. Kapal tenker sekarang dimana-mana tak bisa jual," kata Gubernur Riau Syamsuar, Jumat (16/5/2020).
Dihadapkan kondisi demikian, Syamsuar mengaku telah berdiskusi dengan pihak Satuan Kerja Khsus (SKK) Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang mengelola ladang minyak di Bumi Lancang Kuning.
Orang nomor satu di Riau itu bahkan mengaku sempat melontarkan guyonan dalam diskusi saat mencari solusi bersama para pihak tersebut.
"Kami sudah diskusi dengan perusahaan migas, dengan chevron, dengan SKK Migas di sini. Sempat saya guyon, kalau minyak tak laku, mungkin sekarang kita drum kan saja dulu, nanti pas minyak laku baru kita jual, masyarakat boleh ngambil, dari pada terbuang," kelakar Syamsuar saat menuturkan.
"Tapi itu saya gurau saja, mana mungkin masyarakat ngambil minyak kan, kalau ngambil minyak mau letak di mana," sambungnya.
Karenanya, Syamsuar berharap, semua pihak dapat bergandeng tangan dan saling membantu dalam upaya penanganan covid-19. "Presiden juga bilang kita harus optimis dalam menghapi ini. Ini mungkin cobaan tuhan bukan hanya untuk Indonesia, tapi juga dunia," tuturnya.
"mudah-mudahan cobaan ink akan menjadi obat. Kita dapat lebih beriman, bertaqwa, mudah-mudahan ada perbaikan dan ada perubahan," demikian Syamsuar. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…