RIAUBOOK.COM - Suasana asri begitu terasa ketika berkunjung ke Tanaman Edukasi Pertanian Organik milik Dinas Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Riau yang berada di Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.
Di taman tersebut, ada berbagai macam jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk menambah khazanah pengetahuan. Menjadi tempat yang ideal bila para pelajar ingin belajar tentang dunia pertanian.
Sebagai gambaran, bila berkunjung ke taman edukasi pertanian organik tersebut, masyarakat akan menemukan suasana nyaman. Berbagai macam komoditi tanaman pun ada, mulai dari komoditi sayur-sayuran, tanaman pangan, serta tanaman palawija.
Tak hanya itu, di taman tersebut juga disediakan berbagai demplot pembelajaran bercocok tanam. Mulai dari pola bercocok tanam konvensional, hidroponik hingga tumpang sari. Bahkan, juga ada pembelajaran tentang pengomposan. Gazebo pun disiapkan untuk naungan, bisa juga dijadikan tempat beristirahat maupun diskusi terbatas.
Saat memperkenalkan taman edukasi tersebut, Selasa (6/10/2020), Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan bahwa keberadaan Taman Edukasi Pertanian Organik yang dibangun oleh jajarannya itu, hendaknya tak hanya memberikan manfaat bagi Dinas tersebut.
Lebih dari pada itu, orang nomor satu di Bumi Lancang Kuning tersebut juga berharap Taman Edukasi Pertanian Organik milik DPTPH Riau hendaknya juga dapat ilmu baru bagi kaum milenial tentang dunia pertanian.
"Saya terimakasih kepada bapak-ibu yang bisa telah menyiapkan taman edukasi pertanian ini, tentu ini bukan hanya untuk kepentingan bapak-ibu yang ada di dinas. Tapi juga untuk kepentingan masyarakat yang ada di Riau, khususnya kota Pekanbaru," kata Gubri.
"Terutama, tentunya bagi anak-anak kita. Ini bis kita promosikan untuk anak-anak kita yang ada di Pekanbaru. Mumpung anak-anak sekarang banyak libur, setidak-tidaknya dia bisa memanfaatkan taman ini. Misalnya belajar mengenal berbagai komoditi yang ditanam yang di tanam di sini," tambah Gubri.
Apalagi, kata Gubri, di masa pandemi Covid-19 saat ini, ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pemerintah karena turut mempengaruhi ketahanan nasional.
"Sekarang ada 219 negara yang terpapar Covid-19. FAO, badan yang mengurus pangan dunia mengatakan bahwa negara-negara yang terpapar Covid-19 ini juga sudah mengarah pada krisis pangan," ungkap Gubri.
"Karena itu, pemerintah kita menggalakkan agar kita meningkatkan ketahanan pangan. Sebab kalau kita lalai terhadap ketahanan pangan, bisa jadi perebutan di masa mendatang," sebut pria yang akrab dipanggil Syam ini.
Oleh karenanya, kata dia, pemerintah daerah termasuk masyarakat harus memiliki perhitungan logis terhadap apa yang telah diarahkan pemerintah pusat terkait dengan ketahanan pangan.
"Kalau kita tidak perhatikan itu. Suatu saat kita bisa kelaparan, dan ini berbahaya," ujarnya.
"Kenapa sekarang khusus berkaitan dengan tanaman pangan, bukan hanya Menteri Pertanian yang ditugaskan. Tapi juga Menteri Pertahanan. Kita harus berfikir jernih tentang itu. Ingat, ketahanan nasional berkaitan juga dengan ketahanan pangan. Kalau pangan kita tak tahan, rawan, akan berpengaruh dengan nasional. Ketahanan pangan juga berpengaruh terhadap sosial politik dan lain sebagainya," terang Syamsuar lagi. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…