RIAUBOOK.COM - Koperasi Tunas Makmur Desa Kampung Jawa Kecamatan Sungai Pakning mitra binaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina RU II membina kelompok kerajinan nanas membuat olahan makanan khas dan minuman serta benda kerajinan lain dengan memanfaatkan tanaman nanas.
Seorang pengrajin, Linda Marlini mengaku sudah ada penghasilan sendiri sejak ikut serta dalam kelompok nanas membuat berbagai kerajinan berbahan nanas, seperti besek dan keranjang serta aneka makanan minuman.
Setiap bulan, lanjutnya, tetap ada pesanan diterima kelompok dari karyawan Pertamina Pakning dan Dumai serta masyarakat umum berupa kerajinan atau makanan yang berbahan buah nanas.
Kerajinan dari nanas ini diakui dia sudah dilakukan sejak Tahun 2017 dengan bernaung dibawah Koperasi Tunas Makmur. Berkat dukungan kemitraan Pertamina Pakning juga, ibu ibu pengrajin nanas pernah mendapat pesanan dari luar daerah, seperti Palembang, Jogyakarta dan Solo serta Pekanbaru.
"Alhamdulillah kami sekarang sudah ada penghasilan berkat usaha di kerajinan nanas ini, meski tergantung dari pesanan. Tapi beberapa produk sudah ada tempat penjualan tetap seperti di minimarket dan lain sebagainya," kata Linda.
Sebelumnya, petani Nanas Poktan Tunas Makmur sejak Tahun 2015 setiap usai panen tidak memanfaatkan daun nanas, dan dibuang begitu saja. Namun mulai 2017, muncul pemikiran untuk mengolah dan salah satu menjadi besek berbagai ukuran.
Limbah daun tanaman Nanas kini tidak lagi membuat anggota koperasi bingung, sebab daun bisa disulap menjadi besek atau wadah sebagai pengganti plastik, dan justru menambah penghasilan.
Menurut Ketua Koperasi Samsul, membuat besek nanas sangat gampang dan bisa dikerjakan manual dengan peralatan dibuat sendiri tanpa dibeli. Pekerja tak lain adalah anggota Koperasi Tunas Makmur sebagian besar ibu rumah tangga, dan mendapat penghasilan hingga Rp500 ribu per orang.
"Limbah daun nanas terbuang tidak bermanfaat, lalu kita dapat coba manfaatkan dengan membuat anyaman tas sebagai pengganti kantong plastik," kata Samsul pada Jumat 3 Juni 2022.
Poktan Tunas Makmur sudah menjadi binaan Pertamina RU II Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis, sejak pertengahan 2017, saat itu nanas masih dikembangkan jadi berbagai produk makanan olahan, di antaranya, manisan nanas, dodol nanas, wajik nanas dan lain sebagainya.
Pembinaan Pertamina Sei Pakning dirasakan petani sangat membantu karena selain diberikan bantuan berbagai alat pengolah produk makanan, permodalan, juga dibina dengan pelatihan untuk menjadi petani yang modern.
Seperti alat vakum untuk pembuatan kripik atau kerupuk nanas, satu set alat perajang buah. Pelatihan di bidang pertanian maupun pengolahan dari buah nanas, termasuk untuk pembuatan besek dibantu pemasaran dan promosi.
"Kami dibantu juga alat berat untuk pembersihan lahan serta bantuan bibit Nanas di atas lahan seluas 10 hektare, dan lahan nanas awalnya hanya 4,5 hektare kini menjadi 14,5 hektare," ungkap Samsul.
Penggunaan besek bambu sebagai pengganti plastik, selain ramah lingkungan, juga memberikan nuansa kearifan lokal Indonesia mengingat jenis kantong ini sudah digunakan turun-temurun oleh masyarakat Indonesia.
Dalam membuat besek daun tanaman nanas yang apik, dan sejak awal sudah melakukan budidaya dan pengolahan tanaman nanas menjadi berbagai produk makanan ringan. erz



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…