Sungai Kampar Tercemar: Ancam Kesehatan Warga dan Kerusakan Lingkungan

RIAUBOOK.COM - Sungai Kampar yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Kabupaten Kampar, Riau, kini berubah menjadi lumpur pekat dan mengalami pencemaran berat. Krisis ekologis yang terjadi sejak dua bulan terakhir ini melumpuhkan aktivitas domestik warga di Kecamatan Koto Kampar Hulu dan XIII Koto Kampar. Air sungai kini sama sekali tidak dapat digunakan untuk mandi, mencuci, terlebih untuk dikonsumsi.

Pencemaran parah ini diduga kuat bersumber dari masifnya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menggunakan alat berat (ekskavator) di wilayah hulu sungai, tepatnya di Nagari Galugua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Selain memicu kepunahan biodiversitas dan pendangkalan sungai, bencana lingkungan ini turut menghancurkan ruang hidup serta sumber ekonomi ribuan nelayan dan petani lokal.

Direktur Eksekutif WALHI Sumatera Barat, Tommy Adam, mengungkapkan bahwa aktivitas PETI telah menyebar di sedikitnya sembilan kabupaten/kota di Sumbar dengan total lebih dari 10.000 Hutan dan lahan rusak akibat aktivitas PET Penambangan ilegal ini secara masif merusak kawasan hutan lindung dan menghancurkan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Barat juga mengecam semakin masifnya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota. Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa jumlah alat berat yang beroperasi di lokasi diduga telah mencapai sekitar 32 unit ekskavator. Sebelumnya, warga setempat juga telah melaporkan sedikitnya lima unit ekskavator beroperasi selama dua minggu di Jorong Galugua dan Jorong Tanjung Jajaran. Jika informasi tersebut benar, maka aktivitas ini tidak lagi dapat dipandang sebagai praktik pertambangan ilegal berskala kecil, melainkan telah berkembang menjadi kejahatan lingkungan yang dilakukan secara terorganisir dan sistematis.

Yang menjadi pertanyaan besar adalah bagaimana puluhan alat berat dapat masuk ke kawasan yang relatif terpencil, bekerja selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu, memperoleh pasokan bahan bakar, logistik, operator, hingga mengangkut hasil tambang tanpa terdeteksi atau dicegah oleh aparat penegak hukum maupun instansi yang memiliki kewenangan pengawasan. Aktivitas dengan skala sebesar ini tidak mungkin hanya melibatkan penambang di lapangan. Dibutuhkan jaringan pendanaan, distribusi alat berat, pasokan logistik, hingga pengamanan agar aktivitas tersebut dapat terus berlangsung.

WALHI Sumatera Barat juga menilai penindakan yang selama ini dilakukan belum menunjukkan hasil yang berarti atau bisa disebut gimmick guna meredam kemarahan publik. Pada awal Juni 2026, Polres Limapuluh Kota melakukan operasi penertiban dan sterilisasi lokasi PETI di Galugua dengan menyisir kawasan hutan dan aliran sungai. Namun setelah operasi tersebut justru muncul informasi bahwa jumlah alat berat terus bertambah hingga puluhan unit, maka publik berhak mempertanyakan efektivitas penegakan hukum yang dilakukan. Penindakan seakan berhenti pada operasi sesaat yang hanya menghasilkan dokumentasi pemusnahan alat-alat sederhana, sementara aktor utama, pemilik modal, pemilik alat berat, jaringan distribusi bahan bakar, hingga penadah hasil tambang tetap bebas menjalankan bisnis ilegalnya. Penegakan hukum yang tidak menyentuh pelaku utama hanya akan menjadi pertunjukan yang gagal menghentikan kerusakan lingkungan.

Berdasarkan analisis spasial awal yang dilakukan WALHI Sumatera Barat terhadap titik koordinat lokasi tambang (0.357238, 100.363292) terdapat dugaan kuat bahwa aktivitas PETI tersebut berada di dalam kawasan hutan lindung. Dugaan ini harus segera diverifikasi oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), Balai Gakkum Kehutanan, dan Kementerian Kehutanan. Apabila terbukti berada di kawasan hutan lindung, maka para pelaku tidak hanya melakukan pertambangan tanpa izin, tetapi juga melakukan aktivitas yang bertentangan dengan fungsi kawasan hutan lindung yang memiliki peran penting sebagai penyangga tata air, pencegah banjir dan longsor, serta pelindung keanekaragaman hayati.

Dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas tersebut telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Air sungai yang sebelumnya jernih kini berubah keruh akibat pengerukan dasar sungai. Warga mengeluhkan air tidak lagi layak digunakan, populasi ikan semakin menurun, sementara bantaran sungai yang dibabat menyebabkan meningkatnya ancaman banjir pada musim hujan. Kerusakan ini tidak hanya menghilangkan fungsi ekologis kawasan, tetapi juga mengancam hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana dijamin dalam Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. kawasan ini juga merupakan bagian dari hulu DAS Kampar yang airnya mengalir sampai Provinsi Riau, setidaknya saat ini warga Kampar di Riau tak lagi bisa memanfaatkan air yang berada pada sungai-sungai tersebut.

Secara hukum, aktivitas tersebut berpotensi melanggar berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan, antara lain Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara terkait kegiatan pertambangan tanpa izin, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan apabila kegiatan dilakukan di kawasan hutan tanpa persetujuan yang sah, serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup apabila kegiatan tersebut mengakibatkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Apabila dalam praktiknya juga digunakan merkuri atau bahan berbahaya lainnya, maka pelaku juga dapat dimintai pertanggungjawaban berdasarkan ketentuan mengenai pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun.

Merespons daya rusak yang lintas provinsi ini, Ahlul Fadli, Manajer Advokasi dan Kampanye WALHI Riau mendesak pemerintah daerah dan pusat untuk segera mengambil tindakan taktis, nyata, dan cepat. Krisis Sungai Kampar dinilai kian kompleks karena berkelindan dengan eksploitasi ruang darat yang tidak terkendali.

"Kerusakan tidak hanya terjadi di badan sungai akibat limbah kimia PETI, tetapi kondisinya diperparah oleh alih fungsi lahan yang masif di sepanjang DAS Kampar," papar Ahlul.

Berdasarkan dokumen Rencana Strategis (Renstra) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau tahun 2019-2024, lebih dari 18.000 hektare lahan di DAS Kampar telah beralih fungsi menjadi kawasan pertambangan, perkebunan skala besar, dan permukiman. Alih fungsi yang tidak terkendali ini memicu lonjakan laju erosi, mempercepat pendangkalan, dan memperluas sebaran polutan.

Atas dasar kondisi darurat tersebut, WALHI Riau dan WALHI Sumbar mendesak Pemerintah untuk segera menyiapkan langkah-langkah berikut:

Menindak tegas dan menghentikan seluruh aktivitas PETI di wilayah hulu;

Patroli Bersama Lintas Batas: Membentuk tim gabungan antara Pemprov Riau dan Pemprov Sumbar untuk pengawasan ketat kawasan perbatasan sungai; dan

Audit Lingkungan & Review Izin:

Memeriksa kembali seluruh izin pemanfaatan lahan di sepanjang DAS Kampar.

Mendesak Kepolisian Republik Indonesia, Polda Sumatera Barat, Kementerian Kehutanan, Kementerian ESDM, serta Kejaksaan Republik Indonesia untuk tidak berhenti pada penindakan terhadap pekerja lapangan. Penegakan hukum harus diarahkan kepada aktor intelektual, pemodal, pemilik alat berat, pemasok bahan bakar, penadah hasil tambang, serta pihak-pihak yang memperoleh keuntungan dari praktik pertambangan ilegal tersebut.

Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan segelintir orang yang memperoleh keuntungan dari penghancuran hutan dan sungai. Selama para pemodal dan pihak yang memberikan perlindungan tidak tersentuh hukum, aktivitas PETI akan terus berulang dan masyarakat akan terus menjadi korban dari bencana ekologis yang terjadi di Akhir November 2025 lalu di Sumatera. (WALHI Riau:Sumbar)

foto

Terkait

Foto

BRK Syariah Perkuat Kapasitas UMKM Lewat Workshop Akselerasi Pembiayaan Bersama BI dan OJK

RIAUBOOK.COM - PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)…

Foto

Kepala BNNK Pekanbaru Sosialisasi Bersama 1.302 Siswa dan Gaungkan Deklarasi Anti Narkoba

RIAUBOOK.COM – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.Kali ini, Kepala BNNK…

Foto

Sinergi Polri dan Petani Berbuah Manis, Polsek Kandis Panen Raya Jagung 2 Ton

RIAUBOOK.COM - Polsek Kandis Polres Siak terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.…

Foto

Penampakkan Pemusnahan Rakit Tambang Ilegal di Kuansing

RIAUBOOK.COM - Kuantan Singingi kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) melalui operasi penertiban yang dilaksanakan di…

Foto

Argentina Menang Dramatis 2-1 dari Inggris, Lionel Messi Cs Melaju ke Final

RIAUBOOK.COM - Argentina ke final Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Inggris.Albiceleste menang dramatis 2-1 usai sempat tertinggal dari The Three…

Foto

Tak Perlu Jual Emas, BRK Syariah Hadirkan Layanan Gadai Emas di Seluruh Kantor Pekanbaru

RIAUBOOK.COM - BRK Syariah terus memperluas literasi keuangan syariah dengan mengedukasi masyarakat mengenai layanan Rahn (Gadai Emas) yang kini telah…

Foto

Dua Pria Dicokok Polisi saat Keluar Pujasera di Dumai, Puluhan Butir Ekstasi Ditemukan

RIAUBOOK.COM - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Dumai menangkap dua pria berinisial MDR (32) dan AI (24) diamankan bersama 78…

Foto

Sinergi dengan Petani, Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Rutin Tinjau Tanaman Jagung

RIAUBOOK.COM - Dalam rangka mendukung Program Presiden Republik Indonesia mewujudkan Swasembada Pangan Nasional, Polsek Kandis Polres Siak terus melakukan pendampingan…

Foto

Polisi Berantas Tambang Ilegal di Sepanjang Sungai Kuantan

RIAUBOOK.COM - Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kuantan Mudik kembali mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang…

Foto

Tim SAR Lakukan Pencarian Korban yang Jatuh di Sungai Kampar

RIAUBOOK.COM - Basarnas Pekanbaru mendapatkan laporan adanya kondisi membahayakan manusia, berupa satu orang laki-laki yang diduga terjatuh di sungai Kampar.…

Foto

Bhabinkamtibmas Sukaramai Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Produktif untuk Ketahanan Pangan Keluarga

RIAUBOOK.COM - Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan serta mempererat kemitraan dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukaramai, AIPTU Nofri Andini, melaksanakan…

Foto

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

RIAUBOOK.COM - PT Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Pembahasan Laporan Rencana Aksi Pemulihan…

Foto

Daftar Lengkap 77 Kepala Sekolah di Riau yang Dilantik Plt Gubri

RIAUBOOK.COM - Dalam rangka melakukan penguatan sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi Riau menggelar penataan kepala sekolah negeri. Upaya ini penting untuk…

Foto

TNI - Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

RIAUBOOK.COM - Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus diperkuat melalui sinergitas antara TNI dan Polri. Polsek Kandis melaksanakan kunjungan…

Foto

Penguatan Sinergitas, Kapolresta Pekanbaru Silaturahmi Bersama TNI dan Kejaksaan Negeri

RIAUBOOK.COM - Sebagai upaya memperkuat sinergitas antar aparat penegak hukum di Kota Pekanbaru, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, S.I.K.,…

Foto

Komitmen Sinergitas, Kapolres Kampar Kunjungan Silaturahmi dengan TNI dan Kejaksaan

RIAUBOOK.COM – Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan, S.S.I.K., melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti (Yonif 132/BS), Kodim…

Foto

Tanaman Jagung Memasuki Fase Pemupukan, Polsek Kandis Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Optimal

RIAUBOOK.COM - Polsek Kandis, Polres Siak, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Presiden Republik Indonesia menuju swasembada pangan melalui kegiatan…

Foto

Kapolda Riau Pimpin Serahterima Jabatan Dirintel, Kabid Humas dan 4 Kapolres

RIAUBOOK.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar upacara serah terima jabatan sejumlah kapolres hingga kabid humas. Sertijab dipimpin langsung oleh…

Foto

Serangan Harimau Sumatera di Pelalawan, Seorang Pekerja Tewas, BBKSDA Riau Tingkatkan Penanganan

RIAUBOOK.COM - Interaksi negatif antara manusia dan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali terjadi di Kabupaten Pelalawan, Riau. Seorang pekerja…

Foto

Perang Lawan Narkoba, Dua Bandar Narkoba di Kampung Dalam dan Pangeran Hidayat Dibekuk Polisi

RIAUBOOK.COM - Perang melawan narkoba di Kota Pekanbaru kembali membuahkan hasil. Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru berhasil membekuk dua bandar…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan