RiauBook - Rumah tangga sama halnya bermasyarakat dalam sistem pemerintahan, dimana suami menjadi pemimpinnya dan seorang isteri adalah sekretaris yang selalu siap memberikan masukan dan pengawasan terhadap anak-anak. Demikian dikatakan Eva Yuliana.
Siang itu perempuan dengan tahi lalat di bibir bagian atas sebelah kiri tersebut mengenakan kerudung merah, mengenakan baju daster hitam bermotif bunga kuncup dan mekar warna merah dan putih yang sederhana. Setiap kalimat dilontarkan dengan nada yang lembut dan tatapan sayu yang khas.
Selama kurang 36 tahun Eva mendampingi sang suami, Jefry Noer, merintis perjalanan hidup susah dan senang, mengecap pahit dan manis getir kehidupan dan tetap tegar berdiri mendampingi meski didera terpaan angin dari segala arah.
"Selama itu saya adalah orang yang paling memahami sifat bapak. Dia orang yang tegas, disiplin dan sedikit emosional. Namun emosional yang dimaksud adalah demi pembinaan untuk arah yang baik," kata Eva yang ditemui di lantai empat Hotel Tiga Dara, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Minggu (8/3/2015).
Hotel tersebut seakan menjadi lambang kesuksesan seorang Eva dalam membina rumah tangga sekaligus tanda kesuksesan sang suami, Jefry Noer, dalam meniti karir sebagai pengusaha sekaligus pejabat daerah, Bupati Kabupaten Kampar.
Jefry dan Eva selalu menjamu tamu-tamunya di lantai empat hotel tersebut, tempat tertinggi sebagai lambang pencapaian karir jelang 40 tahun umur pernikahan keduanya. Tiga Dara yang berarti tiga anak perempuan hasil buah pernikahan pasangan ini. Sementara dua anak pasangan Jefry-Eva lainnya adalah laki-laki yang kini mengikuti jejak keduanya. Satu di antaranya menjadi pengusaha sementara satu lagi kini menduduki kursi legislatif di DPRD Kampar.
"Suami saya adalah raja dalam rumah tangga yang selalu memberikan perhatian luar biasa terhadap saya dan anak-anak saya. Banyak orang yang berpandangan dia galak, emosional, namun semua itu sesungguhnya adalah bentuk perhatian yang luar biasa, membangun dan mengajarkan orang-orang di sekelilingnya untuk mendapat masa depan yang lebih baik," katanya.
Tegasnya Jefry Noer, semata-mata adalah untuk memotivasi dan membangun. Itulah yang diberikan dan ditonjolkan dirinya selama umur pernikahan bahkan sejak tujuh tahun membina hubungan kekasih sebelum menikah.
Sifat positif tersebut yang kemudian diterapkan seorang Jefry Noer selama menjabat sebagai Bupati Kampar. Sejak tahun 2011 dalam masa jabatan kedua sebagai Bupati Kampar hingga saat ini, dia selalu mengedepankan kepentingan masyarakat dibandingkan segalanya.
"Keluarga juga mengerti dengan kondisi ini. Menjadi seorang bupati, berarti rumah tangganya tidak hanya sebatas keluarga, namun seluruh masyarakat yang ada di daerah ini. Dan ketegasan, serta disiplin dalam rumah tangga dibawa dalam pola kepemimpinannya hingga saat ini. Seluruh PNS diajarkan kedisplinan untuk membangun dan mengubah segalanya menjadi lebih baik," kata Eva yang juga seorang legislator di DPRD Provinsi Riau.
Lebih tiga tahun di periode kedua menjabat sebagai bupati, Eva beserta anak-anak memberikan dukungan penuh untuk Jefry Noer. Pembinaan keluarga yang penuh kedisiplinan disalurkan juga kepada seluruh masyarakat dan PNS yang bertugas di Pemerintahan Kabupaten Kampar.
Hasilnya, Jefry Noer berhasil mencetak ribuan pengusaha, petani dan peternak unggul demi terwujudnya Kampar sebagai daerah dengan 3 zero, bebas kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh.
"Seperti diketahui, bahwa untuk membentuk karakter seseorang dibutuhkan ketegasan. Tidak lagi bisa klemak-klemek (lembut). Hal yang baik terkadang mendatangkan sesuatu yang buruk dan kekerasan, tegas atau kedisplinan justru menghasilkan hal yang baik," katanya.
Menurut Eva, ketegasan adalah ujung tombak dari kesuksesan. Disiplin juga dapat dijalankan hanya dengan ketegasan. "Dia juga merupakan orang yang konsisten. Kata iya tetaplah hal yang harus dijalankan, dan kata tidak mengandung makna yang salah untuk tidak dilakukan. Sekali iya tetap iya dan inilah ketegasan seorang Jefry Noer baik dalam rumah tangga maupun sebagai kepala daerah," katanya.
Saat ini, lanjut Eva, hanya satu tujuan dan cita-cita seorang Jefry Noer untuk kebaikan masyarakat di Kabupaten Kampar. Yakni mewujudkan ekonomi kerakyatan. Upaya itu dilakukan dengan Lima Pilar Pembangunan; meningkatkan akhlak dan moral masyarakat, peningkatan ekonomi masyarakat, peningkatkan sumber daya manusia, peningkatan kesehatan dan peningkatan infrastruktur.
"Tujuan utamanya adalah mencapai 3 zero, daerah dengan tingkat kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh yang mencapai nol persen. Mudah-mudahan tujuan ini tercapai pada saat akhir kepemimpinannya kelak," demikian Eva Yuliana. (mc)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…