Harga Elpiji Naik? Tak Perlu Khawatir, Ada Biogas Gratis

RiauBook - Bupati Kampar Provinsi Riau Jefry Noer mengatakan pengembangan energi alternatif biogas akan menghindari masyarakat dari kepanikan akibat harga eceran tertinggi (HET) elpiji yang terus naik, "mencekik".

"Kalau biogas dari kotoran sapi yang dikembangkan Kampar lewat Program Rumah Tangga Mandiri Pangan Energi (RTMPE) bisa dihasilkan sendiri, tidak perlu beli dan tidak harus panik menunggu HET yang terus naik," kata Jefry Noer kepada pers di Kampar, Sabtu (15/8).

Pernyataan Jefry adalah menanggapi adanya kebijakan pemerintah pusat untuk menaikkan HET elpiji takaraan 3 kilogram dalam waktu dekat.

Jefry menjelaskan, saat ini pihaknya mengedepankan program kemandirian masyarakat baik pada sektor produksi energi maupun pangan yang memang menjadi ujung tombak perekonomian.

Ia mengatakan, program terbaik saat ini yang tengah dijalankan adalah RTMPE, dimana masyarakat diajarkan untuk mengelola lahan seluas seribu meter persegi, di dalamnya telah ada segalanya.

"Mulai dari biogas, pupuk organik dan biourine, sayuran seperti cabai dan bawang kemudian ikan dan ayam serta telur ayam," katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, maka masyarakat tidak lagi ketergantungan harga gas elpiji yang terus naik, dan untuk menutupi kebutuhan pangan sehari-hari, semuanya tersedia di lahan belakang rumah.

Jefry menjelaskan, RTMPE juga bukan sekedar program yang di dalamnya terdapat enam ekor sapi, ayam, sayuran dan ikan lele, namun juga ini merupakan program untuk melepaskan masyarakat dari himpitan ekonomi menjadi kaya raya.

"Penghasilan dari program ini mencapai Rp15 juga hingga Rp25 juta setiap bulannya. Pengelolaan lahan seribu meter persegi, hasilnya melebihi 5 hektare kebun sawit dan karet," katanya.

Lebih lanjut Jefry menjelaskan, untuk biogas merupakan hasil pasti yang dihasilkan dari pengelolaan limbah atau kotoran enam ekor sapi yang dipelihara keluarga RTMPE. Kotoran sapi juga dapat diolah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi dengan harga jual yang tinggi.

Bagaimana pola pengelolaannya;
Kepala Dinas Peternakan Zulia Dharma memaparkan, pada tahap awal, kotoran sapi dimasukkan terlebih dahulu ke dalam wadah yang telah disediakan. Kemudian disaring ke dalam tangki besar yang menjadi satu instalasi untuk kemudian disaring menjadi biogas dengan pemanfaatan langsung.

"Biogas itu digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga seperti penerangan, listrik dan sebagai bahan bakar memasak," katanya.

Selanjutnya, kotoran yang telah disaring menjadi biogas itu, demikian Zulia, dipindahkan ke dalam wadah dengan terlebih dahulu dipisahkan antara yang padat dan yang cair.

Untuk kotoran sisa olahan biogas itu, kata Zulia, kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Setiap bulannya, dari kotoran padat saja, menghasilkan satu ton. Jika dijual Rp1.000 per kilogramnya, maka ada penghasilan tambahan bagi keluarga RTMPE sebesar Rp1 juta.

Kemudian dari kotoran cair yang juga akan diolah menjadi pupuk organik. Menurut dia dapat menghasilkan 150 hingga 250 liter setiap bulannya. "Anggap saja rata-rata menghasilkan 150 liter per bulan, jika dikalikan Rp10.000 per liternya, maka sudah menambah penghasilan sebesar Rp1,5 juta," katanya.

Dengan demikian, kata Zulia, dari limbah atau kotoran sapi saja, keluarga RTMPE sudah mendapatkan penghasilan rata-rata Rp10 juta setiap bulannya. "Bayangkan, hanya dari limbah atau kotoran sapi yang tadinya dianggap tak bernilai, ternyata mampu untuk membuat masyarakat menjadi kaya raya dan ini sudah terbukti," kata dia.

Untuk enam sapi yang dipelihara, lanjut Zulia, bisa menjadi tabungan dan investasi luar biasa. Karena enam ekor sapi Bali tersebut, akan menghasilkan keturunan (anak) enam ekor setiap tahunnya. Jika dalam waktu tiga tahun, maka tabungannya akan berkembang atau bertambah sebanyak 18 ekor.

Untuk diketahui, katanya, harga sapi setiap tahunnya tidak pernah turun atau terus naik. Jika sekarang dibeli dengan harga Rp10 juta per ekor, maka tahun depan bisa lebih mahal lagi. Anggap saja hingga tiga tahun ke depan harganya tetap, maka ketika itu, keluarga RTMPE sudah mendapatkan hasil sebesar Rp180 juta.

"Namun jika sapi tersebut merupakan sapi masyarakat dari bantuan pemerintah yang harus digulirkan, maka pada keturunan tahun pertama harus digulirkan. Namun untuk anak kedua di tahun kedua dan seterusnya menjadi tabungan masa depan, untuk naik haji," kata dia.

Jefry mengatakan lagi, bahwa biogas dari pengelolaan kotoran sapi selain sangat efisien juga aman digunakan.

"Tekanan biogas sangat rendah sehingga tidak akan meledak. Masyarakat aman menggunakannya. Tidak seperti elpiji yang bahaya bahkan beberapa kali telah merenggut korban jiwa akibat meledak," katanya. (fzr)

foto

Terkait

Foto

Rupiah Melemah Lagi

RiauBook - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi (14/8/2015) bergerak melemah sebesar 56 poin menjadi…

Foto

Rupiah Menguat 26 Poin Sambut Reshuffle Kabinet

RiauBook - Pasca perombakan kabinet, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi (13/8/2015) bergerak menguat sebesar…

Foto

Ekonomi Lesu, Nasabah Ramai-ramai Pindah ke Deposito

RiauBook - Para nasabah mungkin tak lagi bisa menikmati imbal hasil yang cukup tinggi dari deposito. Sebab, beberapa bank…

Foto

Rupiah Kian Dekat ke Rp 14 Ribu per Dolar AS

RiauBook - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi (12/8/2015) bergerak melemah sebesar 140 poin menjadi…

Foto

Profesor: Di Malaysia Belum Ada Yang Seperti Ini

RiauBook - Profesor Asan Ali Golam Hassan dari Malaysia menyatakan Program Rumah Tangga Mandiri Pangan Energi (RTMPE) yang dijalankan Pemerintah…

Foto

Rendang pun Menghilang di Rumah Makan Padang

RiauBook - Sejumlah pedagang makanan berbahan daging di Kota Bekasi, Jawa Barat, mengaku dirugikan oleh dampak aksi demonstrasi mogok jualan…

Foto

Gratis Servis Sepeda Motor Honda, Mau?

RiauBook - Dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Astra Motor memberikan diskon servis dalam program bertajuk "Satu Hati Membangun Negeri…

Foto

Pasar Kaget Datangkan Limbah, Pemda Kampar Tertibkan

RiauBook - Pemerintah Kabupaten Kampar Provinsi Riau menertibkan pasar tradisional ilegal atau yang dikenal "Pasar Kaget" yang saat ini menjamur…

Foto

Tenang, Stok Daging Pekanbaru Tersedia Sebulan

RiauBook - Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru menyatakan bahwa stok daging sapi di wilayah Pekanbaru dalam kondisi yang aman…

Foto

Mau Gaji Puluhan Juta Namun Kerja Santai, Ini dia...

RiauBook - Salman Dianda Anwar selaku staf pribadi Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan Kabupaten Kampar Provinsi Riau sangat strategis sebagai…

Foto

Mentan Siapkan Hujan Buatan Atasi Kekeringan

RiauBook - Pemerintah akan menggunakan hujan buatan untuk mengatasi kekeringan di beberapa daerah selama musim kemarau tahun ini."Insya…

Foto

Rupiah Menguat Walau Hanya 14 Poin

RiauBook - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta menguat 14 poin dari posisi terakhir pekan lalu menjadi Rp13.525…

Foto

Indonesia Kesulitan Swasembada Pangan, Solusinya Ada di Kampar

RiauBook - Pakar dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Sarjio Antonius (Anton) menyatakan Pemerintah Kabupaten Kampar Provinsi Riau telah…

Foto

Ayo Dapatkan Dana KKPE Rp50 Miliar Lewat RTMPE, Ini Caranya...

RiauBook - PT Bank Riau dan Kepulauan Riau (BRK) telah menyiapkan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP–E) senilai Rp50…

Foto

Ini Cara Agar APBD Langsung ke Perut Masyarakat

RiauBook - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun APBN harus mampu didistribusikan langsung ke "perut" masyarakat seperti yang dilakukan oleh…

Foto

BI Optimistis Ekonomi Bisa Tumbuh 5,4 Persen

RiauBook - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memperkirakan perekonomian Indonesia pada semester II-2015 bisa tumbuh lebih baik dari semester I-2015…

Foto

Bank Riau-Kepri Kembangkan KPE Hingga Lingga

RiauBook - PT Bank Riau dan Kepulauan Riau (BRK) telah meluncurkan penggunaan sebanyak 2.742 Kartu Pegawai Elektronik (KPE) bagi Pegawai…

Foto

Dana Replanting Masyarakat Kampar Akan Ditanggung Negara?

RiauBook - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan telah membentuk Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Perkebunan Sawit yang nantinya juga…

Foto

Malaysia Akan Jadi Pasar Baju Produksi Kampar

RiauBook - Rombongan pengusaha dari Polyurethane (PU) Profil Sendirian Berhad (Sdn Bhd/Perseroan Terbatas) Kamunting Malaysia datang berkunjung ke Kabupaten Kampar…

Foto

Harga CPO Turun Lagi

RiauBook - Harga komoditas andalan minyak sawit mentah atau CPO Riau periode 5-11 Agustus tercatat sebesar Rp6.725,27 per kilogram, atau…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan